Sebutkan 3 Karakter Orang Lain yang Menarik Perhatianmu

3 Karakter Orang Lain yang Menarik Perhatianmu. Sumber gambar: pixabay.com

7 Hari Tantangan Menulis Basabasi Store (LINE @zog5070k)

Di hari ketiga, saya harus menyebutkan 3 karakter orang lain yang menarik perhatian. Ada banyak karakter orang yang sangat mudah menarik perhatian saya. Misalnya di kantor, satu ruangan itu ada 30-an orang. Karakternya bisa dibilang sejumlah itu juga. Saya sulit memutuskan mana 3 karakter yang paling menarik perhatian.

Akan lebih mudah bagi saya menyebutkan karakter orang lain berdasar profesinya. Percaya atau tidak, sekumpulan orang dengan profesi yang sama, punya karakter yang kurang lebih sama. Editor itu ya, saya kasih tahu, kalau makan pasti pakai mulut.

Yallah, fakta yang begitu WOW! Hahaha! Menyesal?

Tunggu dulu. Secara garis besar pekerjaan seseorang itu akan membentuk karakter, sebaliknya juga begitu, karakter tertentu itu cocoknya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Saya tidak akan menyebut editor sebagai salah satunya. Nggak nanti dikira narsistik.

Saya mulai dari profesi penulis, kecuali penulis batu nisan ya. Seorang penulis itu punya sisi misterius yang membuat saya penasaran setengah mati. Lebih spesifik kepada penulis novel. Lebih spesifik lagi, penulis novel dewasa atau sastra. Mereka seperti punya satu dimensi kehidupan yang dikelilingi tembok-tembok tebal. Sulit untuk mencari jalan masuk, kecuali kita bawa tank untuk masuk paksa atau bisa menembus tembok untuk masuk diam-diam. Padahal, mereka sama sekali tidak berniat untuk mengesankan seperti itu. Hanya saja, bagi orang-orang yang mudah penasaran seperti saya, semacam ada tantangan untuk tahu jauh lebih dalam. Saya akrab dengan beberapa penulis di mana kami sering berbagi rahasia. Hey, nggak mungkin dong kita membagi rahasia pada seseorang tanpa imbal balik kita juga menyimpan rahasia dia dengan sama baiknya. Penulis biasanya punya kadar open minded yang tinggi. Mereka tidak mudah men-judgement, bahkan sama sekali tidak mau ke arah sana. Itu yang saya senang dari mereka.

Profesi kedua, desainer. Mereka ini luwes, pengetahuannya luas, romantis, di satu sisi disiplin. Mereka hidup dalam gelimang ide-ide yang bisa disulap menjadi uang. Sangat royal, meskipun perkara setia, ada beberapa yang agak payah. Dibandingkan dengan penulis, desainer tidak sebegitu misteriusnya. Mereka hanya terlalu mencolok dengan penampilan. Mau dia desainer baju, grafis, atau yang sejenis itulah. Mereka pencinta seni tapi senang juga dengan hal-hal lain di luar itu. Soal kecerdasan, tidak perlu ditanyakan, eksak dan noneksak sama-sama kuat. Kalau ada yang jago main musik atau bisa nyanyi, tolong kenalin ke saya dong.

Saya menjatuhkan pilihan yang ketiga pada pengusaha. Mereka tidak misterius sama sekali. Mudah bergaul dengan orang lain. Pikirannya positif. Dia memahami konsep bahwa tiap orang punya rezeki masing-masing. Pekerja keras. Ketika mereka sudah menemukan orang yang tepat untuk diajak ngobrol, mereka akan sangat mudah membuka diri, menceritakan kekayaan-kekayaan mereka tanpa maksud untuk pamer. Mereka tidak perlu memaksa diri untuk tampil tidak sebagai diri sendiri, sebab dari gestur saja bisa terbaca bahwa duit mereka banyak.

Berbicara dengan orang-orang dari 3 profesi tadi tentu memang tidak akan berjalan mulus jika kita tidak punya kadar pengetahuan yang kurang lebih sama, itu pasti. Atau, setidaknya, open minded itu lho. Bagaimana bisa dekat dengan seorang penulis jika kamu memandang dia buruk hanya karena dia perempuan dan perokok, atau karena dia sering ganti-ganti teman tidur? Ketika kamu duduk di sampingnya, yang ada justru rasa takut, padahal kamu jelas-jelas bukan tipe yang dia suka? Satu lagi, jangan memaksakan dirimu agar terlihat pintar di depan orang lain. Karena ketika kau berusaha menunjukkan dirimu tahu segalanya, you’ve killed a good chance to have a good friend. Mungkin orang di depanmu tidak butuh informasi yang menurutmu penting itu, yang dia butuh kamu punya sedikit rasa simpati. Diajak ngobrol bisa nyambung, bisa menanggapi, bukan malah memperlihatkan wajah bosan. Kecuali kamu adalah Dokter Maura Isles. She is an exception. Trust me.

 

Jogja, 25 Juli 2017