Ternyata, ada 4 fakta salah tentang olahraga. Olahraga juga ada sisi-sisi minus yang perlu diketahui. Agar tidak disangka bahwa olahraga adalah sebuah kegiatan yang sangat aman.

Kekinian anak muda salah satunya ditandai dengan semangat sportivitas yang jangan dipandang sebelah mata. Minimal dengan menyukai pertandingan olahraga, mulai dari yang merakyat macam sepak bola dan badminton, sampai yang melihat sendiri dengan mata kepala saja belum pernah karena berlokasi di puncak gunung es atau tengah-tengah Gurun Sahara. Maksimal, meluangkan seminggu sekali joging atau jalan lagi depan rumah.

 

4 Fakta Salah Tentang Olahraga

Olahraga akan menjadi salah satu dari penguatan imun agar tubuh tidak mudah terserang penyakit. Tentu saja jika dilakukan secara teratur,seminggu tiga kali misanya, dengan durasi 30-45 menit. Maka jangan heran jika yang namanya lapangan sepakbola, futsal, badminton, kolam renang, pusat kebugaran, sampai kelas yoga tidak pernah sepi peminat. Tidak ada orang yang mau sakit. Sebuah kesehatan baru bisa ketahuan harganya ketika kita sakit.

Tapi, tunggu dulu. Olahraga juga ada sisi-sisi minus yang perlu diketahui. Agar tidak disangka bahwa olahraga adalah sebuah kegiatan yang sangat aman. Ternyata, ada 4 fakta salah tentang olahraga.

4 Fakta Salah Tentang Olahraga

  1. Olahraga Membuat Kurus

Jika kita menganggap berat badan sudah tidak ideal dan malas berdiet makanan, pilihan lainnya adalah berolahraga. Jadwal pun disiapkan, alaram dipasang, status BBM bernada pamer tidak lupa di-update. Olahraga yang membakar kalori sebegitu besar, berdampak pada terpicunya rasa lapar yang menggebu. Karena berpikir sudah berolahraga, maka sekarang saatnya mengasup energi baru. Parahnya, saking lupa dirinya, jumlah kalori yang masuk dua kali lebih besar dari yang terbuang. Nah. Jangan mimpi jadi kurus.

 

  1. Olahragalah Setiap Hari

Punya semangat berolahraga memang positif, tapi jangan berlebihan sehingga tiap hari, pagi dan sore jadwalnya adalah olahraga. Yang dimaksud tentu olahraga berat. Salah seorang instruktur fitness pernah mengatakan pada saya, jangan angkat beban setiap hari. Beri jeda pada otot untuk beristirahat sejenak atau otot malah akan mengalami cidera. Nah runyam tuh. Untuk olahraga ringan semacam jalan pagi tak mengapalah.

  1. Olahraga Tidak Berbahaya/Berisiko

Olahraga dianggap sebagai aktivitas yang akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat tubuh merasa rileks. Ya, itu tepat sekali. Tapi, segala sesuatu tentu ada aturannya dong. Sebelum berolahraga, kita perlu tahu kapasitas tubuh. Konsultasi dokter jika memiliki kecenderungan obesitas atau mengidap penyakit tertentu. Sama halnya dengan buah-buahan maupun sayur mayur yang kita anggap menyehatkan, pada orang-orang tertentu malah berbahaya jika dikonsumsi. Jangan hanya mengandalkan googling semata jika riwayat kesehatan kita agak bermasalah. Beda tubuh beda aturan main, Masbro!

 

  1. Tidak Terlu Pemanasan Jika Sudah Sering Olahraga

Mesin kendaraan yang semalam dibiarkan mati, pagi harinya butuh dipanaskan sebelum dipakai. Padahal kita menggunakannya setiap hari. Tidak beda dengan tubuh manusia. Meski olahraga menjadi aktivitas yang dirutinkan, tapi jangan sekali-sekali memulainya tanpa pemanasan. Otot-otot tubuh perlu “dipukpuk” bahwa akan melakukan sebuah kerja berat. Para atlet olahraga bahkan memiliki jatah khusus untuk pemanasan sebelum memulai aktivitas utama. Bahkan sebelum berenang, jangan langsung terjun ke air karena temperatur ruangan dengan air berbeda. Disarankan untuk membasuh tubuh terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan suhu di dalam air.

Nah itu dia 4 fakta salah tentang olahraga. Jangan lupa dengan jargon klasik: Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kalau mau sehat, berolahragalah dengan benar.

 

Jogja, 23 September 2015