5 CM (2012); Film Tentang Menaklukkan Puncak Mahameru

5 CM (2012); Film Tentang Menaklukkan Puncak Mahameru
5 CM (2012). Sumber gambar: IMDB

5 CM adalah film tentang perjalanan 5 anak muda menaklukkan puncak gunung tertinggi di Jawa dan konflik percintaan tokoh-tokohnya.

Percaya pada 5 CM di depan kening kamu #filmkerenbanget. Itu isi tweet gue setelah nonton film 5cm sekitar setengah jam lalu. Yes, film hasil garapan Rizal Mantovani ini memang keren dengan sinematografinya yang bisa menampilkan Gunung Mahameru di Malang dengan sempurna. Jadi pengen gue ke sana, eh nggak ding bercanda. Gue nggak suka naik gunung kali.

Oh ya, gue ralat dikit deh, di posting gue sebelumnya yang bahas tentang Bidadari-Bidadari Surga, gue nulis di situ kalau 5 CM juga adaptasi dari novel milik Tere Liye, yang bener adalah karangan Donny Dhirgantoro.

Lanjut! Finally setelah nunggu 4 hari, akhirnya gue bisa dapat tiket film ini, sengaja milih pemutaran terakhir biar nggak ngantre kayak beli sembako. Soal ekspektasi, gue nggak muluk-muluk. Gue udah ngelihat trailernya dan kayaknya seru. Tapi don’t trust only on a movie trailer, kudu dibuktikan!!

Tapi, pas 5 CM dimulai, jeng jeng!!! Gue ada feeling, ini film bakal bagus. Dibuka dengan kemunculan satu per satu tokohnya. Ada si Zafran (Herjunot Ali-seneng sastra, lucu, dan sang narator dalam film ini), Genta (Fedi Nuril-perannya sebagai leader dalam grup, dewasa, diam-diam naksir Riani), Iyan (Saykoji-humoris, kuliahnya nggak lulus-lulus), Riani (Raline Shah-sang primadona, wanita karier), sama Arial (Denny Sumargo-seneng fitnes tapi suka gugup kalo sama cewek). Selain itu, juga ada Pevita Pearce sebagai Dinda adiknya Arial yang ditaksir Zafran.

Awal mulanya diceritakan bahwa mereka sudah 10 tahun bersahabat dan merasa jenuh karena pasti tiap minggu nongkrong bareng. Genta pun mengajak mereka untuk pisah dulu selama 3 bulan untuk masing-masing mencapai impian mereka. Dalam 3 bulan memang apa yang selama ini banyak tertunda akhirnya terlaksana, termasuk Iyan yang akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia menyusul keempat kawannya.

Tiga bulan kemudian mereka ketemu dan Genta mengajak mereka ke Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Perjalanan ke Mahameru itu nggak sebentar. Mereka berjalan entar berapa ratus kilo dan melewati desa demi desa hingga sampailah mereka ke puncak. Soal mereka sampai ke puncak, itu adalah klimaks dari film ini. Bukan yang menurut gue paling keren sih. Gue justru sangat menikmati bagaimana mereka tetap kompak dan disiplin dalam situasi apa pun juga. Ditambah lagi, sang sutradara benar-benar menonjolkan sejumlah spot indah seperti saat di danau apa itu namanya, gue lupa. Gue jadi inget momen yang sama ketika gue ke Sempu dan gue lalu sampai di Segara Anakan. Sebuah spot indah yang seolah “disembunyikan” oleh alam dan hanya orang-orang tertentu aja yang bisa menikmatinya, karena medannya sulit dijangkau. Ada juga ketika mereka berada di jip dan melihat keperkasaan Mahameru dari kejauhan. So beautiful, seperti kata Edward Cullen ke Bella Swan (maap melenceng dikit ke film lain). Begitu juga ketika Genta dan Riani satu frame lalu melihat posisi mereka lebih tinggi dari awan. Ini gue bilang sinematografi habis-habisan. Beberapa scene juga diambil dari udara, lengkaplah semua. Gue sih belum nyari tahu berapa biaya produksi 5 CM, tapi pastinya besar.

Gue belum baca novel 5 CM seperti apa dan bagian mana yang akhirnya tidak diangkat ke layar lebar. Tapi gue nggak melihat seperti ada “bagian yang hilang” sebagaimana yang gue rasakan ketikan menonton sebuah film adaptasi. Semuanya menjadi bagian yang utuh.

Soal percintaan, karena terjadi dalam persahabatan, nggak begitu menarik untuk gue simak, dan whatever lah dengan hal itu. Udah biasa maksud gue kalau dalam persahabatan muncul cinta dan lalu bingung buat mengungkapkan.

Soal kekurangan, hm gue mungkin sedikit sinis ya dengan film petualangan di mana artisnya tampil nggak logis. Satu aja yang gue contohin. Soal make-up. Gue yang pernah hiking 2 jam nonstop, itu keringet udah bercucuran luar biasa, tapi 6 orang ini tampil terlalu bersih dengan berjalan kaki berjam-jam di bawah teriknya matahari. Keringetan nggak, kotor juga nggak, rambut acak-acakan juga nggak. Satu lagi deh, masak udah tahu bakal perjalanan jauh, bawa botol air mineral cuma yang 600 ml? Nah itu.

Over all, seperti yang gue bilang di awal, 5 cm bagus. Gue rekomendasikan buat ditonton. Soal para pemain yang suka nyebut-nyebut nama sponsor (Indomie dan Pertamax) secara berlebihan, pasti karena permintaan jugalah. Yakin di novelnya pasti nggak ada. So, buruan gih nonton sebelum diganti ama film lainnya. Tahu sendiri kan film lokal masa mainnya nggak lama di bioskop.

Trailer 5 CM:

My room, Jogja, 17 Desember 2012, 00:23

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Comments are closed.