5 Kartu Perang Frank Underwood House of Cards

Ada 5 kartu perang Frank Underwood yang menjadi bekal pria ini untuk mencapai tujuannya.

 

Kekuasaan adalah kata yang tidak kita ketahui maknanya.

–Leo Tolstoy dalam novel War and Peace-

5 Kartu Perang Frank Underwood House of Cards

Kekuasaan jadi hidangan ter-yummy para politikus di Capitol Hill, termasuk Frank Underwood di dalamnya. Berbekal pembawaan tenang ditambah jam terbang tinggi dalam dunia politik, anggota konggres alumni Harvard University ini maju selangkah demi selangkah menuju kursi Presiden Amerika Serikat. Musuh-musuhnya makin bertambah, kesabarannya tidak boleh menurun. Perjuangan panjang sudah lebih dari dua puluh tahun. Tak ada yang lebih menarik ketimbang memenangkannya. Frank memegang lima kartu perang yang tak kalah berbahaya dari senjata mutakhir militer AS untuk menghantam Irak sampai hancur lebur.

Ini dia lima kartu perang Frank Underwood yang membuat Gedung Putih menjadi neraka bagi para politikus tak bermental baja.
1. Good Husband, Bad Lover

 

I’ve known everything from the beginning, Zoe. My husband and I tell each other everything

-Claire Underwood-

 

Karier tidak mengubah Frank menjadi sosok yang lupa dengan keluarga. Being a family man merupakan modal untuk mendapatkan simpati publik. Cerminan ideal yang patut dicontoh. Sosok pria romantis, tak pernah lupa pulang meski pekerjaan menuntut dedikasi tinggi, teman bicara yang menyenangkan, suami yang pengertian. Tiap pulang kerja di malam hari, dia dan Claire akan berdiri di dekat jendela rumah sambil mengisap rokok dan menceritakan hari mereka. Tanpa ada yang disembunyikan. Di luar sana, Frank menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang usianya jauh lebih muda, tapi itu bukan ancaman di mata Claire. Keduanya sama-sama menjaga komitmen sejak sebelum menikah. “I love that woman. I love her more than sharks love blood,” kata Frank.

Hmm, Frank terlalu cerdas untuk tergelincir seperti halnya Bill Clinton.

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response