A Girl at My Door (2014); Kisah si Polisi Bermasalah dan Remaja Misterius

A Girl at My Door (2014); Kisah si Polisi Bermasalah dan Remaja Misterius
A Girl at My Door (2014). Sumber gambar: IMDB

Bisa dihitung dengan jari berapa judul film Korea yang pernah saya tonton. Bahkan yang saya ulas di blog ini cuma The Handmaiden. Serial TV jangan ditanya, tidak ada satu pun kisahnya yang nyangkut di kepala saya. The Handmaiden masuk ke Cannes, A Girl at My Door juga. Sayangnya Palme d’Or maupun Queer Palm disabet film lain. Doona Bae sebagai pemeran utama dinobatkan sebagai Aktris Terbaik di Asian Film Awards 2015. Sementara sang sutradara July Jung membawa pulang penghargaan Sutradara Terbaik di  ajang Baek Sang Art Awards 2015, Buil Film Awards 2014, Five Flavours Film Festival 2015, Stockholm Film Festival 2014, dan Women in Film Korea Festival 2014. Cukup luar biasa meskipun portfolio sebagai sutradara belum terlalu banyak.

Jangan tanya saya siapakah Doona Bae itu, sudah main di mana dan apa saja filmnya yang bagus. Cek sendiri saja di IMDB. Saya tahu tentang A Girl at My Door setelah beberapa hari lalu buntu nyari film LGBT baru susah banget. Yang keluaran 2017 bahkan tidak satu pun yang saya dapatkan. Padahal Below Her Mouth lumayan cepat bocornya.

A Girl at My Door (berjudul asli Dohee-ya) masuk dalam daftar rekomendasi film LGBT Korea versi sebuah media lupa saya yang mana. Saya sebenarnya ragu, mau nonton atau tidak. Kalau tipenya kayak Yes or No, ogah berat. Tapi ketika melihat logonya Cannes pada poster film, saya berubah pikiran. Perlukah saya meragukan seleksi Cannes yang ketat?

Dari 10 judul rekomendasi, hanya ada beberapa yang berhasil saya bawa pulang, termasuk yang berkisah tentang polisi transferan dari Seoul bernama Young-Nam. Kita baru akan tahu alasan pemindahan tugas dia ke sebuah kota kecil di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan generasi mudanya banyak yang memilih mencari nafkah di kota lain. Tanpa sengaja, mobil yang dikendarainya memercikkan air kubangan ke seorang gadis remaja yang sedang bermain dengan kodok di tepi jalan. Gadis yang sepertinya masih SMA itu lalu cepat-cepat lari melewati pematang sawah.

Young-Nam masih sangat muda dan menjabat sebagai kepala polisi. Anak buahnya laki-laki semua. Dia tinggal di sebuah rumah milik penduduk. Datang dengan berbotol-botol minuman kemasan. Si pemilik rumah sedikit tersinggung tapi tidak menjadi masalah besar. Padahal itu isinya minuman beralkohol Young-Nam punya kebiasaan minum yang cukup buruk. Seperti ada beban yang membuatnya harus lari pada miras. Mau tahu apa? Cinta.

Gadis misterius yang dilihat Young-Nam saat pertama kali datang tidak pernah mau bicara padanya tapi selalu menguntitnya. Young-Nam pun tahu jika gadis itu sering menjadi target pemukulan ayahnya. Sang ibu konon melarikan diri dari rumah. Dia ingin menolong tapi tidak banyak yang bisa dilakukannya. Terlalu ikut campur juga salah. Setiap orang punya masalah, bukan?

Hingga Do-Hee, si gadis datang dengan kemauannya sendiri. Melarikan diri dari sang ayah yang ketika mabuk pasti memukulinya sampai memar-memar. Luka itu sangat jelas dan menyedihkan. Young-Nam pun memutuskan untuk menjaga Do-Hee selama masa liburan. Sang ayah membiarkan saja.

Saya lalu bertanya-tanya, ini yang LGBT siapa? Tidak ada tanda-tanda Young-Nam berniat mengajak Do-Hee berbuat yang iya-iya meski sangat ada kesempatan untuk itu. Mereka tinggal serumah, mandi bareng, semakin lama semakin akrab saja. Di pertengahan cerita, kita akan tahu juga jawabannya.

Korea adalah negara yang masih menabukan percintaan yang penuh variasi. Karier bisa terancam hancur jika orientasi seksual yang berbeda dari kebanyakan, ketahuan pihak atasan.

Hampir serupa dengan Before the Fall, film ini tidak menyajikan adegan vulgar yang diharap-harapkan. Tapi adegan dua perempuan berendam air hangat bersama itu cukup bikin tenggorokan kering.

Trailer A Girl at My Door:

Jogja, 18 Juli 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response