A Love to Hide (2005); Film Tentang Homoseksual di Zaman NAZI

A Love to Hide (2005); Film Tentang Homoseksual di Zaman NAZI
A Love to Hide (2005). Sumber gambar: IMDB

A Love to Hide adalah sebuah film LGBT buatan negeri Prancis. Sudah dilengkapi dengan teks berbahasa Jerman. Dan saya lengkapi dengan teks berbahasa Inggris. Keduanya tumpang tindih sehingga membuat saya merasa kurang nyaman ketika membaca. Apalah daya, sedikit pun saya tidak paham bahasa Prancis.

Cerita ini dimulai dengan pelarian seorang gadis Yahudi dan minta tolong disembunyikan oleh kawan lama yang membuatnya jatuh cinta. Dan Sara masih cinta pada pemuda itu. Cintanya tidak sedikit pun redup meski tahu betul, cintanya tak akan terbalas. Sebab Jean mencintai seorang pria dan Sara sangat dilindungi oleh pria itu. Kehadiran Sara tidak membuat hubungan kedua lelaki itu terganggu. Karena rasa cinta membuat keduanya saling percaya.

Tidak ada adegan seks berlebihan pada film ini. Cukup tahu bahwa keduanya memiliki hubungan emosional yang hangat di tengah keadaan yang tidak mengenakkan. Sewaktu-waktu bisa saja NAZI mengetahui jika mereka menyembunyikan seorang Yahudi, meski Sara telah mengganti namanya.

Segalanya bisa berjalan lancar jika saja, tidak ada pihak lain yang berobsesi untuk merusak semua ketenangan yang ada. Pihak itu berkongkalikong dengan NAZI, demi merencanakan sebuah kejahatan besar. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri yang menginginkan Sara dan mengorbankan nyawa orang lain yang begitu baik.

Dari film A Love To Hide, barulah saya tahu, jika bukan hanya Yahudi yang tersiksa oleh NAZI. Kaum homoseksual diperlakukan lebih tidak beradab. Di masa itu, homoseksual yang tertangkap, akan digiring ke kamp dan mendapatkan perlakuan lebih keras. Mereka diberi tanda segitiga pink untuk pria Jerman homoseksual. Warna biru untuk Prancis. Istilahnya adalah re-educated. Disuruh lari tanpa melihat tubuh yang sudah lelah bekerja. Jika tumbang, langsung dibakar. Ya, sangat kejam. Jika menolak mengikuti metode yang tidak jelas asal-usulnya itu, maka harus menjalani treatment lain, sampai jadi bahan eksperimen.

A Love to Hide ini film sedih. Mana ada film tentang NAZI yang bahagia? Segala hal yang berkaitan dengan Reich Ketiga adalah kenangan yang pedih dan ingin dilupakan. Menjadi bayangan masa lalu Jerman dan negara-negara Eropa yang kelam. NAZI adalah ambisi untuk menguasai dunia dengan mengambinghitamkan Yahudi atau siapa pun asal bukan dirinya sendiri. Korban-korban berjatuhan adalah bukti betapa partai ini tidak main-main.

TrailerĀ A Love to Hide:

 

Jogja, 26 April 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response