Alex Danvers, si Sosok Karismatik dan Tangguh Pelindung Supergirl

Alex Danvers adalah kakak angkat yang sangat dekat dengan Kara. Jika Kara menggalau, Alex selalu menjadi tempatnya untuk curhat, tempatnya untuk meminta pendapat tentang apa pun.

 

Awal penayangan pilot serial TV Supergirl diragukan banyak orang akan mampu mendapatkan respons positif, dibandingkan dengan serial-serial superhero adaptasi DC lainnya. Saya termasuk orang yang menunggu penayangan perdananya setelah melihat trailer dengan efek-efek yang wah. Sebelumnya saya sempat mengikuti satu musim The Arrow. Para penggemar pasti tahu jika The Arrow tidak bermewah-mewah dengan efek khusus.

Pemeran Supergirl sangat imut. Masih sangat berwajah dua puluhan. Berbeda dengan Superman yang berotot tinggi menjulang. Saya baru tahu juga jika Superman punya sepupu yang kelak menjadi Supergirl. Juga tentang asal-usul mereka dan mengapa mereka bisa sampai di Bumi. Saya bukan pengikut cerita-cerita komik superhero Marvel maupun DC.

Di season 1 Supergirl, diceritakan bagaimana untuk pertama kalinya Kara memperlihatkan kekuatan luar biasanya, yang hampir sama dengan kekuatan Superman, menolong sebuah pesawat yang mengalami gagal mesin. Salah satu pemicunya adalah sang kakak kesayangan, Alex Danvers (Chyler Leigh), berada di dalam pesawat yang mengarah ke Jenewa tersebut. Jika bukan Alex, Kara sih tidak akan terlalu panik.

Alex Danvers adalah kakak angkat yang sangat dekat dengan Kara. Jika Kara menggalau, Alex selalu menjadi tempatnya untuk curhat, tempatnya untuk meminta pendapat tentang apa pun. Setelah sekian lama tidak menggunakan kekuatannya, Kara mencoba terbang dan mengejar pesawat yang mulai digerogoti api di bagian sayapnya. Dari jendela pesawat, Alex terkejut melihat adiknya. Antara senang dan juga khawatir orang mengusik keberadaan manusia super untuk dijadikan berita hingga eksperimen sains.

Alex Danvers, si Sosok Karismatik dan Tangguh Pelindung Supergirl
Sumber gambar: supergirl.wikia.com

Sebagai manusia, sangat manusiawi jika Kara ingin jati dirinya diketahui manusia kebanyakan. Tapi di sisi lain, ada manusia-manusia jahat yang bisa memanfaatkannya. Akhirnya, Kara memilih memiliki dua kehidupan. Satu sebagai pegawai kantoran di sebuah majalah, seperti halnya Superman. Satunya sebagai penolong dari setiap masalah manusia di kota itu.

Alex pun membawanya ke kantor DEO, tempatnya bekerja. Sebuah kantor yang sangat dirahasiakan keberadaannya. Menangani alien-alien yang bermaksud mengganggu para penduduk kota. Alex Danvers tidak hanya memiliki pembawaan yang tenang, tapi juga kemampuan bertarung tangan kosong maupun senjata. Buat saya, sosok Alex Danvers ini lebih menarik ketimbang Kara. Sama seperti saya menyukai sosok Trish Walker di Jessica Jones. Sekuat apa pun superhero, tetap ada manusia biasa yang menjadi “pelindung” mereka. Ini bukan masalah siapa yang paling kuat, tapi manusia biasa diposisikan sebagai pihak yang mampu berpikir rasional. Itu poin yang saya dapatkan dari sebuah kisah superhero.

Sumber gambar: dccomics.com

Alex Danvers mewakili kita-kita ini, orang-orang yang menjadi hebat karena bekerja keras. Tidak punya kemampuan mendengar sesuatu dari kejauhan, mata yang mengandung sinar laser, terbang tanpa alat bantu, dan bakat-bakat alamiah lainnya. Alex Danvers juga memahami betul tanggung jawabnya sebagai kakak yang harus menyayangi adik, meski adiknya itu membuatnya tidak lagi menjadi pusat perhatian orang tuanya sendiri. Hidupnya untuk sang adik. Kalaupun harus mengorbankan nyawanya untuk Kara, dia siap. Jika Kara hanya akan melemah jika berdekatan dengan krypton, maka ada banyak hal yang bisa melemahkan Alex. Termasuk cinta.

Season 2 Supergirl tidak lagi melulu tentang superhero membasmi penjahat-penjahat dari luar angkasa. Identitas Kara sebagai penyelamat kota pun sudah diketahui dua sahabatnya. Kini, penonton dibawa menyelami sosok Alex Danvers yang tak suka berbasa-basi. Selama season 1, kita tidak pernah tahu sisi lain dari perempuan dengan rambut pendek model bob ini. Hidupnya habis untuk pekerjaan dan Kara. Rupanya, Alex sengaja menutupi satu sisi dari dirinya. Sisi seksualitasnya.

Siapa orang mengharap dirinya terlahir menjadi gay? Jatuh cinta menjadi beban karena bukan sesuatu yang lazim terjadi di lingkungan sekitarnya. Sesuatu yang membuat seseorang merasa bersalah meski tidak melakukan kesalahan. Menutupi sesuatu seolah aib yang memalukan. Alex Danvers menutup rapat-rapat tentang perasaannya kepada sesama perempuan. Tapi, seseorang membuatnya tidak bisa lagi bersembunyi. Sosok polisi yang muncul dan menggoyahkan komitmennya untuk tutup mulut.

Maggie Sawyer (Floriana Lima) adalah sosok polisi yang memicu Alex Danvers untuk memberanikan diri membuka dirinya, pertama-tama pada Kara, orang terdekatnya. Coming out bukan sesuatu yang mudah. Membayangkan seseorang yang dekat bisa jadi mengambil jarak bahkan membenci karena sesuatu yang merusak semua konstruksi hubungan yang sangat hangat dan nyaman. Meski itu orang Amerika sekalipun. Oke, Amerika adalah negara yang terbuka. Tapi tunggu dulu, kalau satu anggota keluarga ternyata LGBT.

Tapi kemudian, Alex merasa menyesal, karena Maggie tidak seperti yang diharapkannya. Ditolak cinta di usia yang tidak lagi muda mungkin sakitnya lebih ketimbang anak-anak muda. Maggie pun tidak salah. Jika tidak cinta, buat apa pura-pura cinta, ya kan? Saya sih berada di pihak Alex Danvers. Ketimbang sama Maggie yang sedikit-sedikit putus, lebih baik sendiri dulu hingga menemukan orang yang tepat. Perkara mereka toh ternyata akhirnya bersama, atau si penulis cerita memiliki gagasan lain, terserah sajalah.

Yang pasti, coming out-nya Alex membuat Supergirl mulai dilirik kalangan LGBT. Di Youtube, mulai banyak montase dengan kata kunci #Sanvers. Adegan-adegan yang diambil mulai dari pertemuan pertama Alex dengan Maggie di TKP sabotase Bu Presiden hingga hubungan yang menjadi kaku setelah Maggie menolak cinta Alex. Kebalikan dari Alex, Maggie adalah sosok yang santai dan murah senyum. Dia pun pernah galau, tapi seakan itu mudah hilang kemudian. Sayangnya, kita tidak pernah mendapatkan pandangan dari sisi pribadi Maggie, dia sebenarnya seperti apa. Apakah dia paham telah membuat Alex patah hati ataukah menganggap penolakan merupakan suatu hal yang biasa. Apakah Maggie ini akan terus ada di Supergirl dan membuat Alex sulit mengendalikan perasaannya sendiri ataukah bagaimana.

Just wait and see.

 

Jogja, 28 November 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response