Anna Karenina (2012); Film Panggung Sandiwara dari Rusia

Anna Karenina (2012); Film Panggung Sandiwara dari Rusia
Anna Karenina (2012). Sumber gambar: IMDB

Anna Karenina versi ini menurut saya unik karena sebagian besar pengambilan gambarnya berada di dalam gedung teater Shepperton, bukan karena kehadiran Keira Knightley (Jack Ryan, The Imitation Game, A Village Affair) sebagai Anna Karenina maupun Jude Law (A Game of Shadows) sebagai Karenin, sang suami. Gedung ini tentulah sangat besar karena sejumlah pergantian adegan dilakukan secara smooth tanpa membuat kesan sebagai pertunjukan teater biasa. Kemewahan ala Kekaisaran Rusia terejawantahkan melalui detail-detail bangunan, suasana, hingga kostum para pemainnya. Ruangan-ruangan yang berganti, para pemain pendukung yang datang dan pergi sesuai arahan sutradara Joe Wright yang sebelumnya pernah menyutradarai Keira Knightley dalam film Atonement dan Pride & Prejudice.

Anna Karenina adalah film adaptasi novel klasik karya Leo Tolstoy, menceritakan tentang pertemuan seorang perempuan aristokrat Anna Karenina dengan seorang pangeran muda bermata biru dan tampan, Alexei Vronsky, di sebuah stasiun kereta di Moskow. Pada masa itu, St. Petersburg masih merupakan ibu kota kerajaan hingga tahun 1918 dipindahkan ke Moskow. Jadi wajar ketika di salah satu adegan, Pangeran Vronsky menyebut Moskow itu “kampungan”.

Kehidupan Anna Karenina tidak ada yang kurang. Punya suami yang terhormat, anak lelaki yang santun. Kehidupan yang serbalebih. Kebahagiaan yang diimpikan setiap perempuan ada di tangannya.

Tapi pesona Pangeran Vronsky memang betul-betul menggoda kesetiaannya kepada keluarga. Bahkan ia tahu, kerabatnya ada yang jatuh hati pada pria itu. Lama-kelamaan, keduanya sudah tidak mampu lagi menahan diri dan masuk dalam hubungan cinta yang rumit. Vronsky menginginkan dirinya, dia menginginkan pria itu. Orang-orang mulai memandangnya sebagai perempuan hina. Sama halnya dengan pelacur. Bahkan sang suami pun akhirnya tahu akan hubungan terlarang itu.

Kecerdasan Leo Tolstoy dalam merangkai cerita adalah sebuah anugerah yang sangat disyukuri para penikmat sastra. Tidak semata-mata menggali romantisme penuh gairah antara dua manusia yang menjadi aib di kota itu, tapi juga memasukkan kondisi masyarakat Rusia yang terbagi dalam dua kelas, rakyat jelata dan kaya raya. Status sosial membuat manusia terkotak-kotak. Yang kaya, sibuk dengan pesta-pesta dansa. Yang miskin setengah mati mencari uang dengan menggarap ladang-ladang di bawah terik matahari. Nilai-nilai kritik sosial itu tidak terlewatkan dari pengamatan sang sutradara. Itulah Rusia yang sesungguhnya, tanpa dibuat-buat.

Trailer Anna Karenina:

Jogja, 24 Oktober 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response