Argo (2012); Film Tentang Agen CIA dan Chaos di Negara Iran

Argo (2012); Film Tentang Agen CIA dan Chaos di Negara Iran
Argo (2012). Sumber gambar: IMDB

Argo, gue nonton baru aja semalam, tapi udah lama dengar kabar kalau dia bagus dan di Oscar menang 3 penghargaan: Best Achievement in Editing, Best Motion Picture of the Year, Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published. Selain itu, Argo juga sukses di sejumlah festival film untuk kategori sutradara terbaik, tapi sayangnya Ben Affleck hanya sukses sebagai sutradara, tidak sebagai aktor.

Argo sebenernya adalah judul sebuah film yang produksinya setengah gagal lalu dipakai oleh seorang agen CIA bernama Tony Mendez untuk menyelamatkan 6 staf Kedubes AS di Teheran, Iran. Di tahun 1979-1980, Iran memang sedang chaos. Warganya benci setengah mati sama AS yang melindungi shah (pemimpin Iran) mereka yang dulunya hidup bermewah-mewahan sementara rakyatnya miskin. Kantor kedubes menjadi korbannya. Warga berdemo lalu merangsek ke dalam kantor tersebut. Mereka menyandera sejumlah staf kedutaan dan juga warga sipil yang sedang mengurus visa untuk meninggalkan Iran. Ya iyalah, siapa coba yang tahan sama suasana yang nggak tenang.

Di antara puluhan staf, ada 6 orang yang berhasil melarikan diri. Sebelumnya, mereka sempat melenyapkan semua dokumen rahasia mata-mata Iran. Mereka lalu ditampung di rumah Duta Besar Kanada untuk Iran. Selama film memang begitu menegangkan, tapi gue juga terhibur dengan beberapa dialog humor yang dilontarkan oleh para pembuat film di Hollywood sana.

Sebelum terpikir untuk merancang film palsu dengan lokasi syuting di Iran, ada beberapa skenario lain yang disiapkan CIA untuk menjemput keenam orang itu, tapi tidak masuk akal dan malah rentan gagal. Ide dari Tony inilah yang paling bisa dilakukan meski itu butuh persiapan yang nggak sedikit. Bukan cuma membuat skenario palsu dan lain-lain, tapi sampai wartawan pun diundang hingga kabar rencana pembuatan film Argo masuk koran.

Setelah semuanya siap, Tony pun berangkat ke Turki untuk mendapatkan instruksi terakhir dari seorang agen di sana. Ada sekian birokrasi yang harus ia lakukan sebelum ia memasuki Iran.

Gue akui Argo yang diangkat dari kisah nyata ini memang keren, dan membuat tegang apalagi detik-detik terakhir pas di bandara tuh. Ketujuh orang itu harus terlihat tenang ketika melewati pos penjagaan di mana si petugas emigrasi orangnya serem-serem dan nggak gampang dikelabui. Aktingnya Ben sebagai sosok agen yang bisa berpikir tenang di waktu-waktu krusial membuat mengacungkan jempol (apa perlu gue sekalian standing applause?) dengan peran dia dalam film ini.
Soal Argo melebay-lebaykan kehebatan AS (ini urusannya dengan Amerika Serikat ya, bukan Benua Amerika), itu wajar-wajar aja. Ini adalah poin yang membuat AS menjadi bangsa yang besar, mereka bangga dengan diri sendiri meski di mata bangsa lain menginjak-nginjak HAM. Soal benar tidaknya kisah dalam Argo dan rencana Iran membuat film tandingan untuk mengungkap fakta (versi mereka) kayaknya bukan urusan gue jugalah. I recommended this one for you, guys!

Trailer Argo:

My room, Jogja, 24 Maret 2013, 08.17 WIB

Leave a Response