Astrajingga; Bahas Cerpen Karya Ghyna Amanda Putri

Cerpen Astrajingga ditulis oleh Ghyna Amanda Putri dan termuat dalam antologi Gadis 360 Hari yang Lalu hlm. 24-36.
Tema 
Cinta diam-diam yang terbungkus ego
Alur dan plot
Cerpen Astrajingga menggunakan alur maju-mundur (flash-forward) dengan tahapan peristiwa sebagai berikut:
  • Astrajingga berada di bengkel wayang golek di Giriharja
  • Kembali ke beberapa hari sebelumnya, tangan Astrajingga/Cepot tanpa sengaja patah oleh Sekar dan diminta untuk menggantinya oleh si pemiliknya. Lalu Raya menawarkan diri untuk mengganti di bengkel abahnya di Giriharja
  • Keduanya sampai di Giriharja, tapi tidak langsung ke bengkel karena abah Raya sedang ke Baleendah. Keduanya lalu memilih ke rumah sang abah. Di sana, Sekar berkenalan dengan kerabat Raya dan Seruni, seorang gadis yang akrab dengan Raya.
  • Raya dan Sekar menonton pertunjukan wayang golek
  • Seusai pertunjukan, Raya diminta membantu persalinan
  • Sekar bersama Cepot tidak pulang ke rumah lalu disusul Raya. Keduanya berdebat dan Sekar minta pulang besok harinya.
  • Raya memperbaiki sendiri tangan si Cepot hingga tertidur.
  • Ia dibangunkan oleh Sekar. Sekar mengurungkan niatnya pulang karena tahu bahwa Raya mengajaknya ke Giriharja karena sebuah alasan.
Konflik
  • Konflik batin yang ada di Astrajingga dialami oleh tokoh Sekar dan Raya dengan diperjelas oleh suara hati Cepot. Keduanya sama-sama memendam perasaan tetapi terlalu malu untuk mengungkapkannya.
  • Konflik eksternal dalam cerita ini sempat terjadi antara Sekar dan Raya ketika Raya meninggalkan Sekar begitu saja untuk menolong orang yang mau melahirkan.
  • Penanjakan konflik: Penanjakan konflik dalam cerita ini tidak begitu kentara karena antara Sekar dan Raya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
  • Klimaks: Sekar marah kepada Raya karena ditinggal begitu saja, ditambah lagi dengan kehadiran Seruni yang tidak jelas apa hubungannya dengan Raya.
  • Penyelesaian: Sekar melihat sendiri bahwa sebenarnya Raya bisa memperbaiki wayang golek dan menyimpulkan bahwa Raya punya tujuan lain mengajaknya ke Giriharja.
Tokoh dan penokohan
  • Sekar: berperan sebagai tokoh utama protagonis. Seorang gadis kota yang tidak tahu bagaimana cara memainkan wayang golek sehingga rusak. Pada bagian awal, tampak sebagai gadis sensitif dan pemalu, tapi belakangan karakternya berubah menjadi agresif dan pencemburu.
  • Raya: berperan sebagai tokoh utama protagonis. Seorang cucu pengrajin wayang golek di Giriharja yang bersekolah di kota. Seorang lelaki yang disebutkan berwatak ramah. Tipe pemuda yang bijak dan teratur (hlm. 30) meskipun di adegan berikutnya tampil sebagai sosok yang kebalikannya, mudah panik (hlm. 39).
  • Cepot: wayang golek yang menjadi narator dalam cerita. Bernama asli Astrajingga dan dimainkan dalam pertunjukan trio Panakawan (hlm. 37). Berposisi sebagai Aku maha tahu, dan bisa memahami gestur tubuh Sekar dan Raya. Karakternya humoris dan terasa hidup.
  • Beberapa tokoh pembantu dalam cerita ini: si pemilik wayang, Lara, Sri, Rahayu, dan Seruni.
Setting
  • Sekolah: adegan pertama kali terjadi kira-kira di dalam lingkungan sekolah
  • Giriharja: sebagian besar cerita kemudian bersetting di Giriharja
 Jogja,  13 Juni 2014

Leave a Response