Austenland (2013); Film Tentang Dunia Pride & Prejudice

Austenland (2013); Film Tentang Dunia Pride & Prejudice
Austenland (2013). Sumber gambar: IMDB

Austenland adalah sebuah film yang diangkat dari novel karya Shannon Hale, dan diproduseri oleh Stephenie Meyer. Pride & Prejudice adalah salah satu masterpiece karya Jane Austen yang jejaknya masih dikenal hingga masa kini. Bukan cuma itu, penggemar fanatik karya sastra bersetting tahun 1800-an ini pun tidak mau kalah dengan para ELF-nya Suju atau Belieber-nya Bieber. Contohnya Jane Hayes (Kerri Russel).Awalnya saya yang tidak mengikuti satu pun novel karya Jane Austen, agak khawatir karena berpikir film ini akan susah dimengerti karena tokoh-tokohnya adalah adaptasi dari novel itu. Tapi lima menit pertama, saya agak lega karena tokoh utamanya adalah orang Amerika.Jane adalah seorang pekerja kantoran biasa yang memutuskan untuk berlibur di sebuah tempat, konon dibuat serba bernuansa Pride & Prejudice. Dengan menggunakan jasa Sensuous Travel, bertolaklah ia ke Inggris. Ia memang freak. Sahabatnya sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya membuat Jane mgnurungkan niat itu karena biaya paket berlibur ke Austenland sangatlah mahal. Di bandara, ia pun bertemu dengan Elizabeth, sesama peserta Austenland. Mereka lalu dijemput oleh Martin yang datang dengan mobil kuno hitam ala tahun 1800-an.

Selain setting tempat yang dibuat mundur 200 tahun lalu, orang-orang yang berada di sana (dari para bangsawan sampai pembantu-pembantunya adalah aktor) pun berbicara dengan logat Inggris jadul. Lagi-lagi saya nggak begitu ngeh dengan bedanya bahasa Inggris klasik dan masa kini. Untung film ini ada subtitle (meskipun bahasa Inggris juga) yang membuat saya nggak roaming kelas parah. Baik Jane maupun Elizabeth diberikan karakter masing-masing. Jane sebagai Miss Erstwhile yang yatim piatu lalu diadopsi oleh keluarga Wattlesbrook. Sementara Elizabeth sebagai Miss Charming yang memang berdarah bangsawan. Jane mendapatkan kamar yang kecil dan biasa saja, sementara Elizabeth punya kamar besar dan mewah.

Mereka sehari-hari berinteraksi dengan sejumlah tokoh, seperti Mr. Henry Nobley (JJ Feild) yang pendiam dan penyuka buku, Colonel Andrews yang berdarah Prancis tapi logat Prancis agak jayus, Amelia Heartwright yang sempat dikiran Jane sebagai kekasih Nobley, Captain East yang suka tebar pesona , lalu si tuan rumah Mr. Dan Mrs. Wattlesbrook.

Austenland ini kalau menurut saya sih, buka cuma sebagai tempat liburan yang unik, tapi juga buat ajang pencarian jodoh, karena seperti halnya karakter utama di novel Jane Austin, mereka pun juga bisa mendapatkan pasangan di sini.Plot kemudian bergulir dengan berbagai kegiatan sehari-hari ala bangsawan Inggris, semacam berburu, berkuda, menjahit, bermain piano, dan pesta dansa.Jane rupanya tertarik dengan Martin, si tukang kuda yang tampil begitu maskulin. Keduanya sering diam-diam bertemu dan bermesraan. Sementara Elizabeth belum tertarik dengan salah satu bangsawan yang ada di dekatnya.

Cerita ini menurut saya memang datar-datar saja. Ditambah karakter bangsawan Inggris yang kaku. Kesannya lebih seperti menonton telenovela di mana mereka selalu beramai-ramai ke sana dan ke sini. Tidak punya kehidupan masing-masing.Konfliknya pun membuat saya juga bertanya-tanya yang mana karena cukup bisa ditebak endingnya akan seperti apa. Bahwa mereka akan mendapatkan pasangan dan akhirnya happy ending buat semua. Jangan berharap Anda bisa menemukan permainan emosi yang dalam di film ini, yang mungkin Jane Austen menuliskannya dengan begitu baik dalam karya-karyanya. Lagi-lagi, saya tidak paham apa sebenarnya isi dari Pride & Prejudice itu sendiri.Tapi bagi Anda penggemar fan fiction (layak disebut fanfic kan yang seperti ini?), Austenland tidak terlalu buruk untuk Anda tonton diwaktu luang. Durasinya hanya 1 jam 35 menit aja.

 Trailer Austenland:

Yogyakarta, 31 Januari 2014

Leave a Response