Australia; Negara Tetangga dengan Seabrek Budaya Unik

Australia; Negara Tetangga dengan Seabrek Budaya Unik
Australia. Sumber gambar: pinterest.com

Australia merupakan salah satu negara tetangga kita yang memiliki kultur berbeda dari Melayu pada umumnya. Penduduknya pun sebagian besar berkulit putih. Nah, seperti apa sih budaya di Aussie sana? Mari kita simak fakta-fakta pentingnya! Negara yang terletak di antara 2 benua (Hindia dan Pasifik Selatan) ini berpenduduk lebih dari 19 juta jiwa dengan 92% adalah ras Kaukasus dan sisanya adalah Asia dan Aborijin. Agama resmi yang diakui oleh negara ini adalah Anglikan, Katolik Roma, Kristen, dan beberapa agama lainnya dengan persentase tidak begitu besar.
Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Inggris dengan logat khas Australia yang memiliki kekhasan tersendiri. Sebenarnya, di tahun 1700-an, dialek penduduk Aborojin masih begitu banyak , tapi semakin lama semakin berkurang saja.
Sekarang mari kita mencari tahu jauh lebih banyak tentang personality orang Australia.Orang Australia menganggap dirinya sangat down to earth dan berpikiran terbuka. Mereka juga tidak begitu senang dengan kemewahan. Mereka juga tidak terlalu senang memamer-mamerkan pendidikan mereka kepada orang lain

Dalam hal berteman, mereka tergolong yang mudah bergaul dan dalam hal berdiskusi mereka tidak cenderung suka menekan atau mau menang sendiri.

Penduduk yang sudah cukup banyak membuat pihak pemerintah memiliki aturan yang ketat dalam keimigrasian. Tampaknya, mereka begitu khawatir jika penduduk di sana membludak seperti di Pulau Jawa. Setelah Perang Dunia II, negara ini memang menjadi tujuan migrasi para penduduk Eropa dan Asia, khususnya Yunani, Italia, German, Belanda, Yugoslavia, Lebanon, serta Turki.

Soal etika dalam kehidupan sehari-hari, memang tidak dapat dipungkiri jika terpengaruh dengan Eropa.

Orang-orang Eropa dikenal tidak begitu suka dengan yang formal dan terkesan santai. Saat berjabat tangan, mereka selalu melengkapinya dengan senyuman.

Memberi hadiah merupakan sebuah hal yang biasa dilakukan dalam sebuah keluarga ketika ulang tahun dan hari Natal. Jika diundang oleh seseorang, akan terasa lebih sopan apabila si tamu membawakan sekotak cokelat, bunga, atau wine.

Dalam hal makan, jika seseorang mengadakan pesta barbeque, maka si tamu selain menawarkan diri untuk membantu juga membawakan bir atau wine sendiri. Mereka sepertinya tidak mau memberatkan si tuan rumah. Si tamu juga sah-sah saja menawarkan untuk membawakan makanan tertentu untuk pesta tersebut. Para tamu yang tidak turut membantu berdatangan sekitar 15 menit sebelum acara dimulai.

Kultur makan di Australia sangat memperhatikan soal table manner. Makanya, sebelum memenuhi undangan makan, pastikan Anda tidak canggung bagaimana memakai pisau dan garpu.

Nah, sebenarnya masih banyak budaya Australia yang belum disebutkan seluruhnya di sini. Lain kali pasti akan dibahas. Selamat mengenal negara tetangga ya!

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response