Bare (2015); Film Tentang Gadis Penari Erotis dan Narkotik

Bare (2015); Film Tentang Gadis Penari Erotis dan Narkotik
Bare (2015). Sumber gambar: IMDB

Bare, film LGBT ini memenangkan Jury Prize Best Cinematography Las Vegas International Film Festival 2015. Pertama kali diputar di Tribeca Film Festival 2015. Durasinya tidak lebih dari 90 menit, terbilang singkat untuk menguraikan sebuah perjalanan kompleks seorang gadis dengan beberapa fase kehidupan.

Sarah (Dianna Agron) hanyalah seorang gadis biasa tanpa pernah membayangkan kehidupannya akan berubah 180 derajat. Dia masih tinggal serumah dengan keluarganya, bekerja di sebuah minimarket, dan terkadang menyendiri di sebuah gudang penyimpanan barang-barang antik milik ayahnya. Suatu waktu, dia melihat ada gadis kucel memakan cemilan di minimarket tempatnya bekerja  dan dibiarkannya begitu. Sarah tidak punya prasangka apa pun mereka akan bertemu kembali beserta masalah di belakang hari.

Mereka berkenalan di dalam gudang barang antik Sarah. Entah benar atau tidak jika Pepper (Paz de la Huerta) mengaku bisa masuk lewat pintu belakang yang tak terkunci, namun sosok misterius ini sama sekali tidak membuat Sarah ketakutan dan berniat melaporkannya ke polisi. Pepper punya karakter yang santai. Seolah dirinya bukanlah orang asing yang harus merasa canggung berada tempat baru.

Hubungan baik keduanya berdampak buruk pada hubungan percintaan Sarah dan Haden (Chris Zylka). Tanpa alasan yang jelas, hubungan itu diakhiri dan Haden marah. Haden juga merasa aneh perubahan sikap Sarah yang seperti menyembunyikan sesuatu.

Sarah memang menyembunyikan sesuatu, bukan hanya soal hubungannya dengan Pepper, tapi juga dirinya yang bekerja sebagai penari erotis alias stripper di sebuah bar di mana Pepper mengaku bekerja sebagai bartender. Awalnya, dia berniat menemui Pepper namun malah dikira stripper baru. Meski terasa aneh, dengan pendapatan yang cukup besar, Sarah menjalani malam-malamnya menghibur tamu-tamu yang datang. Dia bisa membeli perhiasan, baju, hingga hadiah untuk sang ibu.

Di saat dirinya merasa begitu senang, Sarah akhirnya tahu siapa sebenarnya Pepper. Ada kebohongan yang ditutupi rapat-rapat dan membuatnya kecewa di kemudian hari. Dunia hiburan malam tidak hanya membuatnya menjadi seorang penari erotis, tapi juga pemakai narkotik yang parah. Sarah hanya punya dua pilihan, tetap di sana ataukah kembali menjadi dirinya yang dulu.

Romantisme Bare yang dimulai dari sebuah perjalanan mengingatkan saya pada Carol. Bedanya, Carol dan Therese butuh berhari-hari hingga keduanya merasa yakin untuk bercinta setelah berkali-kali terpancing ingin melakukannya di beberapa kesempatan. Sarah dan Pepper tidak butuh waktu lama untuk merasa suka sama suka.

Trailer Bare:

 

Jogja, 31 Agustus 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response