Bates Motel Season 4; Serial TV yang Makin Tak Tertebak

Bates Motel Season 4; Serial TV yang Makin Tak Tertebak
Bates Motel Season 4. Sumber gambar: IMDB

Bates Motel Season 4 kali ini tidak sekelam season 1, 2, 3. Saya mengukurnya dari berapa banyak korban Norman Bates dan siapa korbannya. Namun saya memuji dengan beberapa alur yang berjalan cepat, di antaranya seputar hubungan antara Norma dan sang sheriff karismatik.

Jangan khawatir penulis skenario melupakan Dylan yang memperlihatkan sisi cowok manis dan sangat menjaga pasangan, juga Emma yang memulai hidup barunya. Tokoh-tokoh ini sangat tidak mungkin jadi korban keganasan Norman.

Saya jujur agak lupa, apa ending dari Bates Motel Season 3, sehingga cukup berpikir lama mengapa tiba-tiba Norman ditemukan oleh seorang pria dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Dia makin memperlihatkan gangguan jiwa dengan berbicara sendiri, pada ibunya, yang jelas-jelas tidak sedang bersama dirinya. Norman memang seharusnya mendapatkan perawatan yang layak.

Maka masuklah, atau dijebloskanlah Norman ke sebuah rumah sakit jiwa dengan fasilitas lengkap. Tempat yang nyaman, tapi Norman tidak betah karena jauh dari ibunya. Masuknya Norman sebenarnya bukan tendensi Norma semata. Namun Norma merasa sangat bersalah memasukkan putranya. Dia tidak leluasa menemui putranya. Kesabarannya diuji. Di satu sisi ia lega, tidak akan ada korban lagi setelahnya.

Tapi, takkan seru jika Bates Motel tidak kembali membuat penonton bertanya-tanya, apakah Norman yang membunuh atau ibunya yang membunuh korbannya. Dan di mana jasad korban disembunyikan dan apakah tidak akan ada yang menyadari keanehan itu. Dan percaya atau tidak, Norman membunuh karena rasa sayangnya pada Emma.

Saya merasakan di sini, terpisahnya Norman dan Norman membuat banyak ketegangan yang berkurang. Sangat berbeda dengan beberapa season sebelumnya. Ini cerita tentang ibu dan anak yang memiliki relasi yang aneh, tidak bisa dialihkan oleh tokoh-tokoh lain. Kembalinya Norman ke rumah dan beberapa kejadian menjadi momentum untuk memastikan kepada penonton bahwa keduanya adalah pusat cerita yang tidak ternafikan lagi. Sebuah pernikahan, sahabat yang sehat, kakak yang memutuskan menjauh, dan sheriff yang terkatung-katung, dan korban-korban yang menunggu ditemukan hanyalah pelengkap dari Bates Motel.

 

Jogja, 9 Juni 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response