Batik Trans Solo; Moda Transportasi Nyaman dan Aman

Batik Trans Solo; Moda Transportasi Nyaman dan Aman
Batik Trans Solo. Sumber gambar: wikipedia.com

Batik Trans Solo adalah salah satu yang unik di kota solo. Bukan dari segi pengadaannya, karena Jogja jauh lebih dahulu memulai bus patas dalam kota seperti ini. Hal unik pertama yang gue temui dari Batik Trans Solo adalah halte yang tidak dijaga oleh petugas. Entah ini memang sengaja biar para penumpang mandiri atau memang pihak perusahaan (sori nggak tahu namanya) enggan memperkerjakan pegawai yang harus berjaga di setiap halte. Memang, jumlah halte Batik Trans Solo terhitung banyak dan jaraknya cukup dekat satu sama lain. Berbeda jauh dengan Jogja yang kalau tidak salah adalah per 1 km.

Di Jalan Slamet Riyadi, kalau tidak salah ada 4 shelter/halte Batik Trans Solo dan semuanya merupakan bangunan halte standar. Maksudnya ada ruang tunggu, ada papan pengumuman, ada tangga dan bla bla bla. Tapi, jangan kaget kalau ada shelter yang bentuknya hanya tangga. Gue mengira itu shelter gelap eh ternyata nggak cuma satu yang seperti itu. Lucu sih. Ya lucu aja.

Untuk sistem pembayaran, masih sangat konvensional. Ya, beda jauh sama Jogja yang udah memakai sistem kartu sekali pakai bahkan ada yang bisa diisi ulang. Di Batik Trans Solo, pembayaran dilakukan dengan membayar uang sebesar 3 ribu rupiah dan ditukar tiket kertas seperti bis patas antar kota. Tapi pas gue perhatikan, ada kalanya si petugas penarik karcis memberikan kartu sekali pakai pada penumpang yang baru masuk. Kartu itu lalu dimasukkan ke dalam mesin yang bentuknya seperti celengan. Oh ya, buat para penumpang yang naik dari/ke Bandara Adi Sumarmo, diharuskan membayar tiket sebesar 7 ribu rupiah. Padahal, kalau di Jogja, mau sejauh apa pun, cukup bayar sekali asal nggak meninggalkan  shelter. Yah, okelah. Nggak masalah. Secara rute Batik Trans Soloemang bagi gue sendiri puannnjanggg sekali. Bayangkan, perjalanan 1 putaran bisa mencapai 3 jam! Kebayang tuh nahan pipis kayak gimana hahaha!

Rute yang dilewati Batik Trans Solo boleh dibilang mampu mencapai daerah-daerah strategis. Mau ke Pasar Klewer gampang!! Mau ke Pasar Gedhe bisa!! Mau ke kebun binatang nggak masalah. Mau ke Tawangmangu boleh (nyambung bis jurusan Tawangmangu dulu tho ya). Ya, inilah sarana transportasi yang bisa diandalkan. Buat yang nggak tahan panas atau fobia copet, kudu harus mesti deh naek yang satu ini.

Oh ya, poin terakhir yang juga menyenangkan dari Batik Trans Solo adalah sopirnya yang bisa diajakin ngobrol. Interaksi seperti ini sulit terjadi di dalam bis Trans Jogja karena sopir berada di depan dan kursi penumpang membelakangi. Lagipula, kan ada petugas yang bisa ditanyai. Repot kan kalau harus noleh ke belakang. Di Batik Trans Solo ada 2 kursi yang letaknya dekat dengan sopir. Di sinilah gue duduk dan bisa leluasa memandang ke depan (kayak orang udik ya). Selain bisa bertanya pada sopir, gue pun bisa bebas motret. Persoalan orang-orang kehalang ama badan gue yang super atletis, itu sih derita mereka dan keluar mereka hahah!!

Oke, yang pasti, cobalah naik Batik Trans Solo. Kalau nggak kuat satu putaran, carilah tempat turun yang menjanjikan, seperti mall atau mall eh tempat belanja seperti Solo Grand Mall, Solo Square, atau Goro Assalam.

Departure Route:
Kleco – Jl. Slamet Riyadi – Jl. Sudirman (Balai kota) – Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Brigjend Sutarto-Jl. Ir. Sutami (UNS)-Palur
Shelter:
Kleco-Farokha-Solo Square-Stasiun Purwosari-RS KasihIbu-Grandmall-Sriwedari-Pasar Pon-Bank Niaga-Balaikota-PasarGede-RSU dr Moewardi-Indomoto-UNS-Palur.

Return Route:
Palur-Jl.Juanda(Pucangsawit)-Jl.Urip Sumoharjo-Jl.Sudirman-Jl.Mayor Sunaryo (Beteng)-Jl.Kapt Mulyadi(Sangkrah)-Jl.Veteran-Jl. Bhayangkara-Jl.Dr.Radjiman(Laweyan)-Perempatan Gendengan-Jl.Slamet Riyadi-Kleco
Shelters:
Palur-PasarGede-Bank Danamon-RS Kustati-Gading-Koramil Serengan-Baron-Gendengan-Indosat-Solo Square-Kleco.

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response