Beach Rats (2017); Pemuda yang Mengencani Para Pria demi Ganja

in Film/Film LGBT by
Beach Rats (2017); Pemuda yang Mengencani Para Pria demi Ganja
Beach Rats (2017). Sumber gambar: IMDB.

Beach Rats memenangkan Directing Award di Sundance Film Festival 2017, Montclair Film Festival (MFF) 2017, Grand Jury Award di L.A. Outfest 2017, Grand Jury Prize di Independent Film Festival of Boston 2017, Young Talent Award di Hamburg Film Festival 2017.

Eliza Hittman (It Felt Like Love, Forever’s Gonna Start Tonight) menulis sekaligus menyutradarai sendiri film berdurasi 98 menit, dengan kisah yang terfokus pada seorang pemuda pengangguran bernama Frankie yang sehari-harinya cuma kumpul sama teman-temannya yang juga nggak jelas juntrungannya, mengisap ganja, dan mencari laki-laki dengan topeng mencari teman kencan tapi ujung-ujungnya minta ganja gratisan.

Saya memasukkan film ini dalam kategori LGBT meskipun secara tegas, dalam dialog si tokoh menegaskan tujuannya bersedia bercinta dengan lelaki-lelaki yang dikenalnya secara singkat dari website kencan khusus lelaki Brooklyn Boys.

Pada awalnya, penonton akan dibawa pada asumsi tak bersalah bahwa Frankie adalah seorang pemuda sedang mencari jati diri, berusaha mengenal dirinya dengan usahanya sendiri, dari banyak pengalaman akhirnya menemukan pasangan yang tepat. Hingga mengabaikan betapa ada perbedaan mendasar antara seorang gay dengan pemuda heteroseksual bermodus. Memang, terdengar aneh ketika yang dicarinya adalah pria. Mengapa bukan perempuan yang butuh belaian?

Oh ya, hukum di New York masih menganggap bahwa konsumsi ganja selain untuk tujuan pengobatan adalah dilarang. Itulah sebabnya mereka ngumpet-ngumpet sambil bergantian mengisap lintingan ganja kering. Selain ganja, mereka juga memakai obat yang digerus kemudian diisap untuk senang-senangnya mereka. Frankie mencuri obat di rumahnya untuk teler bareng teman-temannya.

Ayah Frankie mengidap kanker dan dirawat di rumah. Itulah satu sisi dari Frankie yang membuat penonton miris. Sisanya, kita gemas dengan sikap pemuda yang seolah tidak punya tujuan hidup, tipikal pemuda Brooklyn yang tinggal di dekat pantai pada umumnya.

Pertemuan Frankie dengan seorang gadis bernama Simone memberikan warna bagi kehidupan pemuda itu. Mereka berkenalan saat pesta kembang api di musim panas. Pada awalnya, hubungan mereka berjalan dengan kaku, kita mengira bahwa itu gara-gara Frankie adalah gay yang berusaha menutupi identitas diri dengan berpacaran dengan lawan jenis. Tidak mengherankan ketika Simone sempat mengabaikannya. Tapi, kemudian Frankie memantapkan dirinya berpacaran dengan gadis pramuniaga sebuah toko pakaian dalam tersebut.

Cerita cinta Frankie dan Simone bukanlah kisah utama Beach Rats, tapi bagaimana Frankie sebegitunya membutuhkan ganja dan merelakan bokongnya untuk lelaki-lelaki asing yang dikenalnya. Kebanyakan adalah pria yang usianya jauh di atasnya. Salah satu yang saya suka adalah bartender di kapal pesiar. Saya pikir dia akan jatuh cinta dan menjalin hubungan di saat mereka ketemu kembali di kapal diam-diam setelah diberi minuman gratis. Kejutan-kejutan dalam film ini memang wajar membuatnya banyak memenangkan penghargaan di festival-festival bergengsi.

Trailer:

 

Jogja, 15 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*