Beatriz at Dinner (2017); Ketika Acara Makan Malam Penuh Drama

Beatriz at Dinner (2017); Ketika Acara Makan Malam Penuh Drama
Beatriz at Dinner (2017). Sumber gambar: IMDB.

Berada di tengah-tengah sekumpulan orang kaya, buat Beatriz adalah sebuah momen yang tidak dinikmatinya. Dia yang terbiasa dekat dengan alam dan mencintai hewan-hewan, harus bertemu dengan orang-orang yang tidak punya rasa belas kasihan. Tapi mau bagaimana lagi. Keberadaannya di sana bukan atas keinginannya. Mesin mobilnya tiba-tiba mogok saat akan meninggalkan rumah salah satu kliennya. Oh ya, dia adalah seorang terapis holistik yang bekerja di sebuah klinik penyembuhan untuk penderita kanker. Salah satu penderita kanker adalah Tara. Beberapa tahun lalu, Tara menjalani pengobatan alternatif hingga benar-benar pulih dari kanker. Karena itulah, Beatriz bisa dekat dengan Grant dan Kathy, kedua orang tua Tara.

Suatu siang, Beatriz punya jadwal untuk memijat Kathy di rumah pasangan kaya raya itu. Di rumah Kathy akan ada acara makan malam dengan beberapa relasi Grant, dua pasang suami istri. Ketika ia berniat pulang, ternyata mobil Beatriz bermasalah. Kathy yang sangat baik dan merasa berutang budi pada si terapis pun memintanya tetap tinggal dan ikut di acara makan malam. Sang suami awalnya keberatan. Kathy dengan segala upaya pun meyakinkan Grant bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Tapi siapa yang menyangka jika ternyata makan malam itu akan menjadi penuh ketegangan karena Beatriz dan orang-orang kaya di sekitarnya punya cara pandang yang berbeda tentang kehidupan. Beatriz berasal dari Meksiko. Kampung halamannya kena gusur hingga ia pun pindah ke Amerika Serikat. Secara legal. Salah satu tamu, Doug, adalah orang yang cukup sinis dengan para imigran. Dia memiliki bisnis di bidang perhotelan.

Seandainya Beatriz tidak terlalu banyak minum wine, mungkin mulutnya tidak akan sering lepas bicara hingga menimbulkan ketidaknyamanan. Grant pun lama-lama jengah juga. Dia tidak suka dengan nada bicara Beatriz tajam. Beatriz bahkan berpikir bahwa orang yang membuatnya terusir dari kampung halaman tidak lain adalah Doug. Dicarinya di internet. Namun, dia tidak menemukan jawaban memuaskan.

Beatriz pun sempat berkata tajam pada Kathy yang berusaha menegur agar tidak lagi menyerang Doug, tapi itu tidak mudah. Ini sama halnya ketika seorang pencinta gunung melihat orang-orang yang meninggalkan sampah di gunung. Di matanya, mereka tidak lebih dari perusak alam yang suatu saat akan menerima balasan, entah itu dalam bentuk seperti apa. Bisa jadi, penyakit. Beatriz punya niat baik sebenarnya, hanya saja tidak di waktu yang. Tidak saat orang-orang berkumpul untuk makan malam yang santai. Terlebih, mereka belum merasakan karma dari membunuh binatang dan merusak ekosistem.

Bagian akhir film ini hampir saya bilang keren jika ternyata itu adalah klimaks dari kegeraman Beatriz, terutama pada Doug. Tapi, Miguel Arteta, sang sutradara memilih penutup lain yang lebih nyesek tapi realistis.

Di sini, Salma Hayek tampil sederhana dan memperlihatkan sisi Amerika Latin yang kuat, dengan gestur dan cara berbicara yang khas orang-orang Meksiko saat berbahasa Inggris. Muka yang terlihat alami. Sudah mulai tua tapi masih juga cantik.

Jogja, 30 Agustus 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response