Before the Fall (2016): Film Tentang Seorang Gay dan sang Idaman Hati

Before the Fall (2016); Film Tentang Seorang Pria Gay dan sang Idaman Hati
Before the Fall (2016). Sumber gambar: IMDB

Ada banyak sekali film yang judulnya juga Before the Fall, jadi jangan sampai salah. Jangan keliru pula dengan Before I Fall. Itu lebih salah lagi. Ini sih pengennya memvisualisasikan Pride and Prejudice ala Jane Austen di zaman modern. Anggap saja begitu biar saya bisa mulai membahasnya.

Terakhir kali saya nonton film gay adalah Moonlight beberapa bulan lalu. Seperti halnya pemenang Best Picture di ajang Oscar 2017 tersebut, Before the Fall bukanlah tipe film LGBT yang over sexualized. Apa itu terjemahannya dalam bahasa kita. Intinya, tidak ada lelaki telanjang, adegan ranjang, dan erotis-erotis lainnya. Film ini terbilang terlalu sopan untuk masuk kategori film LGBT.

Jika Pride dan Prejudice tokohnya bernama Elizabeth Bennet, dalam film ini bernama Ben Bennet (Ethan Sharrett). Seorang pengacara lajang yang berhati baik. Dia punya tiga teman baik. Satu perempuan bernama Jane.  Dua teman lelaki yang juga gay bernama Lyle Jennings dan Kittner Frost. Keduanya tipikal yang melambainya itu terlalu kelihatan sementara Ben sering tidak disangka orang gay karena tidak flamboyant dan menggatal jika ada lelaki tampan di depannya meski ia sebenarnya openly gay.

Ben beberapa bulan sebelumnya pernah tanpa sengaja berkata buruk tentang Lee Darcy (Chase Conner). Seorang pria muda alcoholic yang terjerat kasus pemukulan pacarnya, Cathy. Pemukulan itu sebenarnya tidak sengaja. Cathy mengeluhkan kebiasaan minum Lee yang parah sehingga tanpa sengaja Lee mendorong sang pacar sampai mengalami gegar otak. Kasus itu disidangkan. Ben benar-benar tidak sengaja mengucapkan kalimat negatif dan terdengar oleh Lee sendiri.

Mereka bertemu kembali ketika Lee sudah bebas. Lee kembali sama pacarnya dan Ben menyimpan rasa bersalah. Dia tahu ada yang mengganjal dan harus diluruskan, tapi Lee tipikal dingin dan tidak peduli padanya.

Teman Lee adalah teman Ben juga. Namanya Chuck (Jason Mac). Dia sempat ditaksir dua teman Ben tapi sayangnya Chuck suka perempuan. Begitu Chuck pacaran dengan Jane, mereka berbanyak pun mulai hiking dan mampir di rumah kabin Chuck.

Di mata Ben, Chuck seperti bukan pria yang bisa diandalkan. Cuma gara-gara air kamar mandi yang mati. Chuck bukanlah pria yang tepat buat Ben. Saya tahu, maksud Ben sebenarnya baik, supaya Jane tidak menyesal di belakang hari. Cinta sih cinta, tapi realistis lah. Ben maunya begitu.

Ben juga kehidupan cintanya tidak sempurna juga. Dia berhubungan dengan George, rekan sesama pengacara sekaligus penasihat hukum kasus Lee. Hubungan mereka berjalan manis hingga suatu hari, Ben tahu sesuatu tanpa sengaja.

Jadilah film ini penuh dengan orang yang patah hati. Untungnya, kita terus dibawa penasaran akan sosok Lee yang misterius. Sukakah si tampan berwajah mirip Enrique Iglesias ini kepada lelaki. Mengapa dia terus menghindari Ben yang hanya ingin minta maaf dan sebenarnya memendam rasa? Lee makin terpojokkan karena Cathy mencium sinyal berbahaya yang dikirimkan Ben untuk Lee. Begitu takutnya dia jika Lee sampai berpaling darinya, apalagi berpaling ke laki-laki.

Ini adalah salah satu percakapan favorit saya, antara pihak yang heterokseksual dengan homoseksual. Bahwa satu pihak akan memandang pihak lain seolah lebih berselera rendah.

You guys are always running around having sex with each other in public bathrooms, truck stops.

When straight people have sex in public places like the…backseat of the car on the beach, society turns it into a Norman Rockwell painting.

Well, beaches are romantic. Truck stops aren’t.

Why is it okay for nurses or teachers to be objects of desire, but not truck drivers? It all depends on what you label as normal. Are you complaining that gays have sex in public? Or do you just not like the public places they pick?

Film berdurasi 92 menit arahan Byrum Geisler ini sepenuhnya berlokasi syuting di Abingdon, Virginia Selatan. Rumah kabin milik Chuck berada di tepi danau yang tenang. Cocok untuk menikmati akhir pekan. Lokasi untuk hiking adalah perbukitan dengan lanskap apik saat berdiri di puncaknya.

Trailer Before The Fall:

Jogja, 17 Juli 2017

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response