Bersepeda 85 Kilometer Keliling Jogja Bisa Pakai Rute Ini

Bersepeda 85 kilometer adalah jarak maksimal yang bisa saya tempuh 14 Mei kemarin. Lelah bukan penyebab saya gagal menyelesaikan 100 kilometer ketiga. Jogja bukan daerah yang teramat luas, jika mengecualikan area penuh tanjakan seperti Gunungkidul dan Kaliurang. Mencari jalanan landai gampang-gampang susah, terlebih jika benar-benar ingin menyusuri rute yang belum pernah saya lewati sebelumnya. Pilihan-pilihan yang tersedia makin sedikit. Jika mau, tinggal memodikasi rute yang sudah pernah dicoba.

Saya memulai perjalanan pukul 7 pagi. Belum terlalu panas mataharinya. Dengan Google Map, malam sebelumnya, saya merancang-rancang perjalanan ke arah timur menyusuri Jalan Wonosari kemudian ke selatan di perempatan Berbah. Rute ini melewati Jalan Pleret, Jalan Imogiri Timur, Jalan Bakulan, Jalan Sultan Agung, Jalan Srandakan. Lanjut ke utara dan mulai terasa ada selipan tanjakan melewati Jalan Pajangan, Jalan Goa Selarong, Jalan Bibis dan bertemu Ring Road Barat. Baru 46 kilometer.

Masih setengah perjalanan, pikir saya. Menyusuri Ring Road sampai ke timur, tidak akan memenuhi jarak itu. Lalu saya pun mencoba rute Terminal Jombor ke Jalan Kebon Agung. Kalau di Map kelihatannya jauh. Ternyata hanya menambah 8 kilometer dan sudah tembus ke Jalan Kaliurang. Makin jauhlah harapan saya mencapai 100 kilometer. Menyusuri Jalan Gito Jati lalu tembus Jalan Tentara Pelajar meluncur saja tanpa banyak tantangan.

Pukul 1 siang saya sudah kembali ke kosan. Speedo saya menunjuk angka 90 kilometer, tapi Runtastic hanya mengukur 85 kilometer. Manakah yang benar, tidak begitu penting bagi saya.

Tidak seperti biasanya, saya merasa mengantuk lalu tertidur selama 15 menit. Kepala saya terasa migrain. Dalam perjalanan, saya memang tidak mengasup minuman manis sama sekali. Dan hanya satu Choco Pie. Takut dengan gangguan dehidrasi, begitu bangun, saya minum dengan interval tertentu, tidak banyak-banyak. Cuacanya mencapai 30 derajat. Mendung hanya sesekali dan melewati jalanan dengan pepohonan kanan kiri jalan tidak banyak membantu.

Migrain di kepala saya baru hilang ketika malam saya menyantap dua porsi sate padang tanpa ketupat. Nutrisi itu memang harus sekali dijaga. Jangan sampai berolahraga malah membuat tubuh menjadi lemah.

 

Jogja, 15 Mei 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response