Bike Camp Adventure Jogja; Tempat Penyewaan Sepeda dan Alat Kemah

Bike Camp Adventure Jogja; Tempat Penyewaan Sepeda dan Alat Kemah
Bike Camp Adventure Jogja. Sumber gambar: TapakRantau

Salah satu rasa penasaran terbesar saya adalah merasakan sensasi naik sepeda balap alias roadbike. Banyak atlet STRAVA menggunakannya dan memperlihatkan betapa kencangnya laju sepeda itu dalam rekaman latihan mereka. Pengguna MTB pasti tertinggal jauh, jika tipe yang memang tidak ambil pusing dengan akumulasi jarak yang ditempuh per minggunya.

Saya lebih duluan tahu Mas Rofi Miftahul Fadhli ketimbang Bike Camp Adventure. Kami pernah satu rombongan di event Jogja Women Cyclist. Lalu dia terlibat di event Srikandi. Dari situlah saya tahu bahwa dia ini menyediakan sepeda untuk disewakan juga alat-alat kemah. Jujur, soal harga penyewaan alat-alat kemah, saya tidak tahu. Untuk harga penyewaan sepeda MTB kisarannya 50.000-100.000.

Niat awal saya menghubungi Mas Rofi adalah mau menyewa salah satu sepeda MTB untuk saya bawa Gran Fondo. Sekali-sekali mencoba sepeda lain untuk dibawa perjalanan jauh selama sehari. Pertama saya hubungi dia lewat facebook. Saya to the point mau menyewa sepeda selama weekend. Di luar perkiraan, dia malah menawarkan saya mencoba roadbike. Tanpa pikir panjang, saya oke. Bisa jadi tarif sewanya lebih tinggi dari MTB, biar sajalah, kapan lagi bisa nyoba?

Besoknya kami ketemu di Bike Camp Adventure. Lokasinya gampang-gampang susah. Mas Rofi nge-share lokasi lalu saya cari dengan Google Maps. Dari Jl. Sisingamangaraja, cari hotel Pangeran Emas, seberang jalannya ada jalan masuk Jl KH Dhawad Faqih. Gang kedua sebelah kiri, masuk aja, sekitar 20 meter kiri jalan. Ada velg-velg sepeda dipasang, dan kelihatan juga deretan sepeda-sepeda dalam posisi berdiri. Mau cari merek apa dan spesifikasi seperti apa, tinggal cek aja. Ada sekitar 30-an unit sepeda, Polygon, Thrill, Dominate. Di sana juga termasuk bengkel, tapi ada rencana untuk dipindah ke tempat lain.

Roadbike itu bukan barang sewaan. Mas Rofi tidak menarik bayaran dari sana. Kaget saya. Polygon Helios ini bukan sepeda murah lho. Saya sama dia juga kenal sekilas aja. Bagaimana bisa dipinjamkan begitu saja? Saat itu saya datang dengan sepeda. Maksudnya, numpang titip ketimbang ribet mengantar jemput. Ketika saya angkat, satu tangan pun bisa. Sepeda saya, bisa keseleo kalau mau coba-coba. Saya jujur aja, belum pernah menaiki roadbike. Itulah sebabnya ketika dibilang gratis, saya malah cemas. Kalau terjadi apa-apa, gimana?

Mas Rofi lalu menurunkan sadel sesuai tinggi badan saya. Dikira-kira saja, agar saat dikayuh tidak membebani kaki. Dia mengajarkan anatomi si Helios, rem, pemindah gigi depan dan belakang, cara memegang handle bar dengan selalu ready pada tuas rem. Saya menarik napas dalam-dalam. Dengan ban setipis itu, apa iya bisa menjaga keseimbangan?

Pertama mengendarai, aneh rasanya. Jalannya zigzag saking saya belum terbiasa dengan frame ringan dan hande bar yang berbentuk tanduk kambing. Seperti posisi orang menyembah. Saya mencoba sampai ujung gang, balik lagi. Setelah ngobrol-ngobrol, saya pun membawa pulang si Helios, mencobanya di ring road. Terbiasa dengan sepeda berat membuat saya kegirangan saat mengendarai roadbike. Jalan yang agak menanjak, menjadi tidak terasa ketika dilewati dengan gigi terberat sekalipun. Cyclometer menunjukkan kecepatan yang sampai 26km/jam dalam kayuhan biasa. Pantas saja ini menjadi sepeda favorit.

Seperti rencana semula, Helios ini pun saya bawa mengarungi jalanan sekitaran Jogja, mencoba tanjakan-tanjakan panjang. Cerita tentang roadbike ini akan saya sambung di artikel lainnya deh.

Kalau ingin menyewa sepeda, saya rekomendasikan langsung aja ke Bike Camp Adventure. Mas Rofi akan siap mencarikan rute-rute tantangan yang tidak terlupakan.

 

Jogja, 30 Oktober 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response