Bike Tools; Perlengkapan Penting Saat Bersepeda Jarak Jauh

Bike tools adalah perlengkapan yang selalu harus siap sedia di saat kita bersepeda jarak jauh. Ada beberapa item penting yang sewaktu-waktu kita butuhkan tanpa harus membuang waktu menunggu datangnya bala bantuan.

 

Ada kalanya uang tidak bisa membeli apa yang kita butuhkan di momen krusial. Seperti pepatah, sedia payung sebelum hujan. Kita tidak pernah tahu kapan hujan turun. Mendung belum berarti hujan. Cukup sampai di situ bahas tentang hujan. Silakan baca artikel sebelumnya yang agak beraroma hujan.

Bike Tools; Perlengkapan Penting Saat Bersepeda Jarak Jauh
Sumber gambar: pinterest.com

Bike tools penting saat bersepeda jarak jauh tidak hanya dibutuhkan saat hujan turun. Yang namanya rantai putus, tekanan ban berkurang, ban bocor, rem tidak berfungsi, mur yang melanggar karena pemakaian, dan sebagainya. Serutin apa pun kita membiasakan diri untuk mengecek tiap-tiap item sepeda, kendala-kendala tak terduga bisa terjadi.

Saya ingin bahas seputar bike tools, bukan berarti saya pun selalu membawa semuanya ke mana-mana. Pertama, rute bersepeda jarak panjang tidak pernah jauh-jauh sampai ke gunung yang jarang penduduknya. Selalu melewati jalan utama di mana bengkel motor atau sepeda bisa ditemui dengan cukup mudah. Kedua, membawa peralatan dengan berbahan besi, akan menambah beban sepeda, menambah beban gravitasi jika harus melewati climbing-climbing panjang.

Jadi, seperti apa sih bike tools yang penting saat bersepeda jarak jauh? Pertanyaan saya adalah, apa saja hal-hal tidak terduga saat bersepeda jarak jauh?

Pertama, tekanan ban berkurang. Kejadian ini saya alami setelah mengganti ban dalam bagian belakang. Saya tidak tahu mengapa atau mungkin saja memang karakter ban tersebut demikian. Setiap dipompa hingga betul-betul keras. Asal tahu saja, ban dengan tekanan penuh akan lebih ringan ketika dikayuh. Saya pikir ban ini bocor, sehingga saya sengaja beli ban cadangan buat jaga-jaga. Atau kalau memang bocor parah, saya malas jika harus menambal. Kualitas tambalan ban tidak lagi bagus. Beberapa hari bisa bocor lagi, di samping ada faktor banyak benda-benda tajam bertebaran di jalan. Di sepeda saya tersedia pompa mini. Mini tapi bisa diandalkan untuk keadaan darurat. Saya beli merek Polygon dan bisa dipasang pada frame, bersebelahan dengan bottle cage sehingga tidak mengganggu kaki. Ada jenis pompa lain dengan bentuk lebih besar dan punya pengukur tekanan. Penggunaannya tidak untuk mobile, kecuali kita bepergian dengan tim pembawa peralatan khusus. Sebenarnya di setiap SPBU tersedia mesin pompa gratis, tapi para pesepeda lebih mengandalkan pompa mini.

Permasalahan kedua adalah rantai putus. Salah satu penyebab putusnya rantai adalah usia rantai yang memang sudah tua. Juga ketika kita memaksa kayuhan dengan gear tinggi saat climbing. Kondisi ini juga memaksa kaki mengayuh lebih berat. Berisiko menimbulkan cedera otot. Nah, panjang urusannya, bukan hanya perkara rantai putus. Lance Armstrong telah melewati latihan keras sehingga bisa melakukannya. Kita belum tentu setangguh beliau. Selain alat penyambung rantai, kita juga perlu potongan rantai jika sambungan rantai hilang entah ke mana. Proses menyambung rantai ini tidak terlalu lama, kecuali itu pertama kali Anda lakukan. Tenang, saya juga belum pernah melakukannya kok.

Ketiga, masih berkaitan dengan ban. Situasi terburuk yang akan dihadapi adalah ban bocor. Ban bocor tidak cukup hanya dengan sering dipompa ulang. Semakin parah kebocoran, semakin cepat ban sampai ke titik kempes tidak tertolong lagi. Ada dua solusi. Solusi mudah atau solusi hemat. Mengganti ban dalam yang bocor dengan ban dalam baru adalah solusi mudah. Menambal ban adalah solusi hemat. Ban baru tidak mutlak membuat kebocoran tidak terulang. Terlebih jika kondisi jalan tidak mulus. Kita tidak mungkin bisa mengawasi apa saja yang ada di jalan. Paku sangat kecil yang sewarna dengan aspal adalah jebakan tak terhindarkan. Untuk memasang ban baru juga dibutuhkan peralatan pendukung. Sementara untuk menambal ban, ada satu paketan tersendiri yang dijual di toko-toko aksesori sepeda.

Kendala lain yang bisa saja terjadi pada sepeda adalah rem. Rem terdiri dari dua macam, v-brake maupun hidrolik. Sepeda saya memakai v-brake dengan karet yang siap menjepit sisi velg ketika tuas rem dicengkeram. Karet rem bisa mengendur atau menipis karena pemakaian. Jika rute perjalanan Anda dominan dengan turunan curam, sediakan saja karet rem cadangan. Rem yang tidak pakem akan menjadi masalah tersendiri. Kita harus selalu siaga dengan apa pun yang akan terjadi di depan kita. Untuk rem hidrolik, berkaitan dengan pelumas dan penyetelan rem sesuai standar masing-masing pesepeda. Ada yang sengaja menyetel tidak terlalu longgar, ada pula yang sengaja agak melekat.

Kendala kelima adalah mur yang perlu dikencangkan. Pastikan Anda punya multikeys dan multitools.  Punya saya merek Strummer 10 in 1. Semakin banyak kuncinya akan semakin baik sebagai peralatan jaga-jaga. Pastikan kunci-kunci itu cukup di dalam tas sadel sehingga tidak membutuhkan tas tambahan lagi. Beberapa produsen kunci multiguna sengaja merancang dengan desain sangat ringan tanpa mengurangi fungsi masing-masing. Tentu saja harganya lebih mahal daripada yang tidak mempertimbangkan faktor tersebut.

 

Jogja, 21 November 2016

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response