Black-ish (2014-); Budaya Amerika di Sebuah Keluarga Kulit Hitam

in Serial TV by
Black-ish (2014-); Budaya Amerika di Sebuah Keluarga Kulit Hitam
Black-ish (2014-). Sumber gambar: IMDB.

Tahun ini, Black-ish mendapatkan 2 nominasi Golden Globes 2018 untuk kategori Best Performance by an Actor in a Television Series – Musical or Comedy dan Best Television Series – Musical or Comedy. Di kategori yang kedua mereka bersaing dengan Marvelous Mrs. Maisel, Master of None, SMILF, dan Will & Grace. Tidak ada satu pun yang saya favoritkan. Terserah deh siapa pun yang menang.

Kenya Barris merupakan sosok di balik lahirnya serial yang telah memasuki musim keempat di tahun ini setelah terlibat dalam sejumlah proyek seperti America’s Next Top Model, Girls Trip, dan Grown-ish akan tayang di tahun depan.

Black-ish merupakan salah satu serial yang menyindir betapa parahnya orang-orang Amerika Serikat yang semakin lupa dengan akar budayanya sendiri. Tahu sendiri, kan, negara itu sebagian besar adalah pendatang dari berbagai belahan dunia lain, entah karena urusan dagang, melarikan diri dari NAZI si pemangsa Yahudi, sampai perbudakan ratusan tahun lalu. Boleh jadi, identitas budaya yang hilang itu menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, diwakili oleh karakter Andre Johnson, seorang eksekutif di sebuah perusahaan iklan dengan jabatan tinggi, bekerja dengan bangsa kulit putih, punya keluarga, mapan, dan seterusnya. Tapi, yang namanya sudah lama meninggalkan kampung halaman, terlebih tidak pernah diperkenalkan secara intens, maka hilanglah identitas nenek moyang dan berganti dengan identitas yang sekarang dipegang. Tidak salah sih sebenarnya. Saya juga mengalami hal itu. Dan merasa baik-baik saja.

Andre beristrikan seorang perempuan Afro-Hispanik bernama Rainbow, profesinya adalah seorang dokter bedah. Anak-anak Andre ada 4, Andre Jr., Jack, Diane, dan Zoey. Di musim pertama, di rumah mereka masih ada tokoh kakek yang dipanggil Pops, tipikal kakek-kakek yang hidupnya selow abis.

Keluarga ini menetap di California, tempat idaman sejuta umat, atau mungkin siapa pun yang ingin menghirup udara yang sama dengan udara yang dihirup para selebriti Hollywood. Istilahnya, mereka ini sudah mencapai level American Dream, sempurna, sip, mantap.

Dalam komunitas kulit hitam, ada hal-hal yang hanya mereka yang tahu, semacam kode-kode edisi terbatas. Bagaimana mereka saling memberi isyarat, berekspresi, bersalaman, hingga tata cara pergaulan. Bagi mereka yang tinggal dalam area komunitas memang hal itu akan lestari dengan sendiri. Nah bagaimana dengan keluarga yang intensitas pergaulannya lebih banyak dengan kulit putih, termasuk di sekolah? Jadi, di Black-ish berhubung mengambil sudut pandang dari komunitas kulit hitam, tidak akan ada yang namanya rasisme alias mengejek bangsa lain karena merasa lebih baik. Lagi pula, sejarah panjang di masa lalu membuat hal itu mustahil terjadi.

Lagi-lagi saya bilang, ini bukan serial favorit meskipun enak buat ditonton karena tiap episodenya cukup pendek, jadi kalau mau marathon, sehari juga selesai, plus mata panda karena kurang tidur.

Trailer:

Jogja, 26 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

Latest from Serial TV

Partners Section:

best thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appbest thai dating appfree iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8free iphone 8
error: All contents protected, please contact email below to copy
Go to Top

Powered by themekiller.com sewamobilbus.com caratercepat.com bemp3r.co