Bon Appétit: Video Katy Perry tentang Kepasrahan Diri pada Lelaki

Bon Appétit; Video Katy Perry tentang Kepasrahan Diri pada Lelaki
Bon Appétit Sumber gambar: youtube.com

Sebelum meluncurkan album kelima berjudul Witness tanggal 9 Juni 2017, Katy Perry mengeluarkan 3 single: Chained To The Rhythm, Bon Appétit, dan Swish Swish sebagai pemanasan bagi para fans yang menunggu 4 tahun sejak Prism diluncurkan tahun 2014. Beberapa hal kontroversial mulai terlihat, bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab di album-album sebelumnya, Katy juga seringkali menghadirkan kejutan. Masih ingat dengan video Dark Horse yang diprotes umat Islam karena pelecehan simbol Tuhan?

Mari membahas sedikit tentang sampul album Witness yang memperlihatkan foto seorang perempuan menutup mata dengan kedua tangan, namun dari mulutnya yang terbuka ada mata yang lain. Dalam wawancara dengan Jimmy Fallon, Katy mengatakan bahwa: “…My education, my consciusness come from my voice. And that’s how I see, and that’s how I witness you, that’s how you witness me. That’s why the eye is in the mouth.” Jika mata tertutup, seseorang masih punya mulut untuk mengungkapkan kebenaran. Seseorang yang tak bisa melihat apa-apa secara harfiah, bukan berarti berpasrah pada kegelapan. Filosofi yang lebih dari cukup untuk merangkum hidangan segar di pertengahan tahun sang rival superstar Taylor Swift ini. Saya tidak akan membahas tentang single Swish Swish yang konon ditujukan sebagai balasan pada sang rival yang membuat lagu Bad Blood, meski itu disangkal oleh Taylor Swift. Katy Perry pun tidak terang-terangan mengakui bahwa single yang ditulisnya bersama Adam Dyment, Sarah Hudson, dan Brittany Hazzard tersebut adalah tentang Taylor yang memulai masalah lebih dulu. Bermula dari perkara penari latar Katy yang bekerja untuk Taylor dan diminta kembali untuk gabung dengan Katy di tur Prism. Secara blak-blakan, Katy membuka perkara sepele yang menjadi besar di Carpool Karaoke bersama James Corden. Swish Swish dibawakan Katy bersama Nicki Minaj.

Kita ke topik utama sebelum makin melenceng jauh. Yup, single Bon Appétit dirilis pada tanggal 28 April. Saat saya menuliskan artikel ini, video klipnya sudah ditonton 80 juta kali. Bukan termasuk kategori bombastis banget karena lebih 2 minggu belum mencapai 100 juta. Bon Appétit secara lirik menceritakan seorang perempuan yang mempersilakan pacarnya untuk makan. Apa ya padanannya bon appétit dalam bahasa Inggris?

Katy menyebutkan bahwa Bon Appétit adalah representasi dari kebebasan seksual. Lihat dari lirik berikut:

Got me spread like a buffet
Bon a, bon appétit, baby
Appetite for seduction
Fresh out the oven
Melt in your mouth kind of lovin’

Buffet manusia. Perempuan yang dihidangkan bersama makanan di pesta-pesta orang kaya. Di sela-sela tubuhnya bisa diletakkan makanan yang bisa diambil dengan tangan atau mulut. Membawa fantasi kita sampai ke mana-mana.

Looks like you’ve been starving
You’ve got those hungry eyes
You could use some sugar
‘Cause your levels ain’t right
I’m a five-star Michelin
A Kobe flown in
You want what I’m cooking, boy

Masih ingat dengan lagu Animal-nya Maroon 5, di mana lagu itu menggambarkan seorang lelaki yang tengah mengincar mangsa dengan cara stalking menunggu saat yang tepat untuk memangsa? Maka, di Bon Appétit, adalah kebalikannya. Bagaimana seorang perempuan menarik laki-laki agar memangsanya. Dengan memberikan apa pun yang dia miliki. Tanpa kenal waktu. Tidak ada jam istirahatnya. Semakin banyak clue yang diberikan Katy untuk ditangkap para pendengarnya, termasuk potongan lirik berikutnya:

So you want some more
Well, I’m open 24
Wanna keep you satisfied
Customer’s always right
Hope you’ve got some room
For the world’s best cherry pie
Gonna hit that sweet tooth, boy

Lirik lagu Bon Appétit adalah perulangan-perulangan bagaikan mantra. Sebagai afirmasi untuk meyakinkan sang kekasih bahwa apa yang dikatakan bukan sesuatu yang main-main belaka. Ketika video klipnya dirilis, muncul interpretasi lain. Tidak hanya perkara konsep kepasrahan perempuan kepada lelaki, tapi perempuan menjadi objek seksual yang bisa dibentuk sesuai keinginan lelaki. Saya tidak terdengar sinis, kan? Lagu yang bergenre dance-pop ceria bersama grup rap Migos ini memperlihatkan bagaimana Katy Perry yang “mentah” kemudian diadon kemudian “dimatangkan” oleh sejumlah chef yang semuanya laki-laki. Apa yang kurang sempurna darinya diperbaiki, sampai rambutnya yang indah pun dipotong sampai begitu pendek. Demi kepuasan “tamu-tamu” berduit. Tidak hanya memuaskan laki-laki, tapi ada juga perempuan. Sebab, seorang pekerja dunia hiburan sudah bukan rahasia lagi tidak memperkarakan apakah harus menyenangkan lawan jenis atau sesama. Ini konteks profesi. Terasa nuansa queer yang samar, walaupun tidak disangkal bahwa I Kissed A Girl adalah lagu yang mengantarkan Katy ke puncak ketenaran.

Lewat tangan sutradara Dent De Cuir, video ini mengantarkan sebuah ketegangan melihat adegan demi adegan di dalam dapur menjadi tepuk tangan meriah di bagian akhir. Poin yang ingin disampaikan Katy Perry bahwa sebuah proses penderitaan panjang pada akhirnya akan berujung pada sebuah kemenangan. Sebuah twist yang melegakan. Di saat semua orang lengah, kita punya satu kesempatan untuk membalikkan keadaan. Menjadi predator terhadap mereka yang pernah menjadikan kita sebagai objek pemuas nafsu. Ha! Siapa yang pernah menduga bahwa kita yang terbiasa diam pun menyimpan rencana besar untuk mendapatkan kebebasan yang sudah direbut begitu saja karena mereka lebih kaya, lebih superior, lebih-lebih lainnya. Konsep video yang dieksekusi dengan sangat matang.

Dan ini dia video Bon Appétit dari Katy Perry:

Jogja, 26 Mei 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response