Camp X-Ray (2014); Film Tentang Pahitnya Hidup Prajurit Guatanamo

Camp X-Ray (2014); Film Tentang Pahitnya Hidup Prajurit Guatanamo
Camp X-Ray (2014). Sumber gambar: IMDB

Camp X-Ray adalah salah satu film Kristen Stewart dengan tema yang serius. Menjadi salah satu penjaga di Penjara Guantanamo bukan penugasan yang mudah.

Menjadi salah satu penjaga di Penjara Guantanamo bukan penugasan yang mudah untuk dijalani oleh prajurit mana pun juga. Di sanalah para narapidana Al-Qaeda dari teror 9 September dikumpulkan dan tugas para prajurit itu adalah bukan untuk menyiksa, tapi memastikan para narapidana tidak mati. Kalaupun disiksa, bukan untuk menghabisi nyawa. Pengantar singkatnya seperti itu.

Amy Cole (Kristen Stewart-Twilight, Certain Women, American Ultra, Anesthesia) merupakan salah satu prajurit tangguh yang tidak ditugaskan di medan perang, melainkan menghadapi para pelaku teror yang sebagian besar berdarah Arab. Salah satu dari narapidana di sana adalah Ali Amir (Peyman Moaadi-About Elly, The Separation). Pria ini mengaku berasal dari Jerman, pernah kuliah, dan menyangkal bahwa dirinya terlibat dengan Al-Qaeda. Tapi siapa yang peduli dengan hal itu? Gerak-geriknya dianggap mencurigakan sehingga dibawa ke Guantanamo. Penugasan Amy hanya setahun. Di masa itulah ia sering berbicara pada Ali. Satu-satunya tahanan yang unik. Salah satu keunikannya adalah ia suka membaca Harry Potter. Buku seri ketujuh Harry Potter sudah dua tahun ia tunggu tapi pihak Guantanamo tidak juga menyediakannya. Sisi pribadi Amy sendiri tidak banyak dibahas. Ia tidak terlibat hubungan romantis dengan prajurit di sana. Karakternya cukup dingin dan tegas.

Di awal perkenalan mereka, Ali terlihat agresif, bahkan bertindak keterlaluan dengan melemparkan kotoran ke pakaian Amy dan sepertinya tahanan lain pun biasa melakukan itu. Narapidana yang satu ini tercatat paling agresif kepada petugas. Beberapa kali ia mencoba bunuh diri. Tapi Amy lama-kelamaan memaklumi hal itu. Tara narapidana ini ditempatkan di sel yang sempit. Apalah arti makanan enak jika tidak punya kebebasan? Dan mereka sangat membenci Amerika.

Ali kemudian sedikit baik dan menjadikan Amy sebagai temannya bicara di saat Amy patroli. Hubungan emosional mereka terjalin dengan sangat baik. Seperti ayah dan anak. Tapi mereka tentu tidak leluasa. Bagaimanapun juga Amy adalah prajurit Amerika dan Ali adalah narapidana teroris yang dibenci rakyat Amerika.

Saya tahu, tidak mungkin ada ending yang bahagia dari hubungan keduanya, hanya saja ada satu momen manis yang menutup Camp X-Ray yang masuk sebagai official selection di Sundance 2014, dan itu melegakan.

Trailer Camp X-Ray:

Jogja, 6 Januari 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response