Candi Borobudur; Keajaiban Candi Bersejarah Jawa Tengah

Candi Borobudur; Keajaiban Candi Bersejarah Magelang
Sumber gambar: TapakRantau

Magelang dan Jogja itu jaraknya jika ditempuh dengan naik motor, ya kira-kira 1 jam. Itu kalau lalu lintas sedang lancar. Gue ke sana di hari pertama Idul Fitri 1433H setelah Shalat Id. Gue berangkat sepagi mungkin karena tahu pasti nggak akan cuma gue yang berpikir untuk melakukan perjalanan hari itu. Jalanan bakal padat, itu pasti.

Wisata ke candi sebenarnya bukan favorit gue, tapi nggak ada salahnya juga gue ke Candi Borobudur, secara Prambanan udah pernah dan beberapa candi lainnya di Yogyakarta. Untuk letak pasti Candi Borobudur, gue nggak tahu. Tapi gue yakin nggak bakal susah nyarinya. Itu kan tempat tujuan wisata internasional. Dan memang, papan penunjuk jalan bener-bener nggak membuat gue tersesat. Tiap pertigaan atau perempatan gue tinggal lihat papan aja. Dan lagi, banyak mobil yang mengarah ke Candi Borobudur. Tinggal gue follow aja. Tapi, kebiasaan gue menguntit kendaraan lain ini sering jadi bumerang ke gue sendiri. Gue sering tertipu sodara-sodara. Dan gara-gara itu gue pun tersesat entah ke mana-mana jadinya. Habislah waktu untuk kembali ke jalur yang benar. Ok, itu pelajaran berharga memang.

Oke, kembali ke Candi Borobudur. Tiket masuknya lumayan murah, cuma Rp30.000. Buat yang bawa motor, parkir Rp3.000 (entah ini karena lebaran atau reguler memang segitu). Pertama nyampe, gue langsung makan hahaha. Banyak tempat makan yang buka di sana.

Setelah makan, gue masuk deh. Kawasan candi terawat dengan baik, bersih, asri, blablabla. Dari kejauhan, tampaklah Borobudur di ketinggian sana. Dikunjungi oleh begitu banyak orang. Gue lemes. Kalau kayak gini, nggak bakal leluasa deh motret-motret. Pasti deh bakal ada orang yang nongol di poto gue. Tapi nggak apa-apa deh. Asal ada yang bening, kena dikit nggak masalah.

Sebelum menginjakkan kaki di candi, semua pengunjung diharuskan memakai batik. Jujur gue nggak tahu ini supaya apa. Nggak ada yang ngejelasin juga.Gue senyum-senyum lihat turis-turis asing pakai batik. Keren juga ternyata.

Gue pun naik ke area candi. Buat yang takut kulitnya berubah warna, pastikan udah pake sunblock, payung, topi atau lainnya. Karena di sana panas luar biasa. Orang-orang yang ogah panas-panasan biasanya nggak naik sampai puncak stupa. Cuma keliling di tingkat satu terus capcus. Gue naik sampai atas. Nyari posisi yang bagus buat motret, walaupun gue harus dengan sabar menunggu orang-orang menyingkir dari objek foto gue. Akhirnya dapatlah sekian foto. Foto Candi Borobudur punya gue sendiri.

Setelah puas, gue pun menuju pintu keluar. Perjalanan masih panjang. Gue pingin touring ke beberapa kota, meski toh akhirnya hanya sampai ke Kudus. Ikuti cerita selanjutnya: Rawapening.

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response