Caramel (2007); Film Timur Tengah Tentang Pekerja Salon

Caramel (2007); Film Timur Tengah Tentang Pekerja Salon
Caramel (2007). Sumber gambar: IMDB

Caramel (Sukkar Banat) mengambil setting mayoritas di dalam sebuah salon yang dikelola oleh 3 gadis, tapi bukan juga tentang cara merawat tubuh.

Membuat caramel itu sangat mudah, panaskan gula, tambahkan air, lalu aduk sampai mengental. Voila! Jadilah dia. Caramel bukan tentang dunia dapur, masak-memasak. Penggunaan karamel di sini adalah untuk waxing, alias membersihkan rambut-rambut pada tubuh. Karamel yang masih hangat lalu ditempelkan ke kulit lalu ditarik, dan aktivitas itu harus berulang-ulang. Mungkin di Beirut beginilah cara nge-wax sementara di salon Flaurent bisa dilakukan tanpa penderitaan panjang.

Film berjudul asli Sukkar Banat mengambil setting mayoritas di dalam sebuah salon yang dikelola oleh 3 gadis, tapi bukan juga tentang cara merawat tubuh. Mari mengenal satu per satu tokohnya. Layale diperankan langsung oleh sutradaranya, Nadine LabakiĀ (Where do We Go Now). Perempuan yang menjalin hubungan dengan pria yang jelas-jelas hanya PHP dan tidak serius akan meninggalkan sang istri yang telah memberikan satu anak.

Nisrine adalah seorang perempuan modern yang sudah memiliki kekasih dan akan menikah, cemas dengan keperawanannya yang sudah hilang dengan pria lain. Namanya juga orang Timur, harus perawan dong kalau mau nikah.

Rima, seorang hairdresser yang menebar sinyal-sinyal cinta pada seorang klien yang berambut hitam dan panjang. Hubungan keduanya memang tidak sampai yang dieksplore jauh ke mana-mana, cukup adegan Rima mengeramasi dan menebar senyum pun sudah cukup.

Ada Rose, seorang penjahit tua yang tertarik dengan seorang pelanggan yang minta dibuatkan jas, tapi tanggung jawabnya terhadap Lily yang senang mengumpulkan kertas-kertas bekas dan memiliki daya khayal tinggi membuatnya ragu untuk memulai hubungan baru.

Tidak ketinggalan Jamale, yang terobsesi menjadi aktris dan ikut kasting. Dandanannya pun ingin mengikuti gaya anak muda, padahal dirinya sudah menopause. Rumah tangganya hancur, ia punya dua anak yang harus dijaganya, sementara sang suami sudah punya pacar baru.

Caramel itu seperti kehidupan. Manis dan lembut ketika selesai dimasak. Tapi bisa menjadi menyakitkan jika ditempelin ke kulit lalu ditarik kuat-kuat.

Oh iya, kalau ingin tahu seperti apa kehidupan Arab Kristen di Beirut, tonton saja Caramel. Kalau tidak benar-benar menyimak, mungkin mengira mereka ini beragama Islam. Karena bahasanya sudah pasti Arab.

Trailer:

Jogja 10 Mei 2015

Leave a Response