Cindy Pricilla; Penulis Novel Rain in Paris dan Alumni Kampus Fiksi

Cindy Pricilla; Penulis Novel Rain in Paris dan Alumni KampusFiksi
Cindy Pricilla. Sumber gambar: pinterest.com

Menurut Cindy Pricilla, a beautiful story at Paris, about people who can’t be moved on adalah ungkapan yang paling tepat untuk mendefinisikan novel Rain in Paris. Rencananya, novel ini akan mulai hadir di toko buku sekitar Agustus 2013. Nah sambil nunggu, yuk bareng-bareng kenalan ama mahasiswa baru di jurusan Sains Komunikasi & Pengembangan Masyarakat, FEMA IPB ini.

Cewek berjilbab kelahiran Jakarta 15 Juli 1995—di tengah kesibukannya sekarang—akhirnya bersedia meluangkan waktu buat diwawancarai seputar kehidupannya sampai aktivitas menulis.

Cindy Pricilla pada tahun 2012 lalu pernah menjadi Juara I Lomba Cerpen Islam kegiatan Motivation “Moslem Creativity Competition” di SMAN 44 Jakarta. Jauh sebelumnya, ia mengaku sudah mulai belajar menulis cerpen karena mendapat tugas dari guru bahasa Indonesia. Sebuah cerpen bergenre horor pun berhasil ia tulis bersama sahabatnya saat mereka masih duduk di kelas 2 SD.

Beranjak ke bangku SMP, salah satu juri lomba #kisahSANGMANTAN ini mulai menulis novel. Karena belum pede, karyanya pun hanya dibaca oleh teman-temannya sendiri tanpa berani dikirimkan ke penerbit. Lama-kelamaan, dengan kemampuan yang terus terasah secara otodidak dari waktu ke waktu, penyuka buku-buku bergenre inspiratif maupun psikologi/self help ini pun mulai merasa percaya diri hingga memutuskan untuk ikut sejumlah lomba cerpen hingga salah satunya masuk dalam antologi Snow in the Heart.

Tidak puas dengan itu, ia bertekat lebih serius menulis novel. Dengan waktu hanya 45 hari, ia diminta oleh penerbit untuk mengembangkan salah satu cerpen karyanya menjadi sebuah novel. Di tengah kesibukan belajar untuk persiapan UN, Cindy harus mampu membagi waktu untuk penggarapan Rain in Paris. Berbekal riset dari banyak sumber, termasuk menonton film-film ber-setting Paris, mulailah Cindy menulis dari awal. Ia memilih break selama ujian dan meneruskan lagi hingga karyanya rampung 5 hari sebelum waktu deadline.

Cerita utama dalam novel Rain in Paris adalah seorang cowok yang pingin ngajak mantan pacarnya yang pergi demi meneruskan studi di Paris untuk balikan lagi. Ada pula konflik-konlik minor lainnya yang bisa ditemukan di buku ini. Kesan ceritanya memang sangat simple, tapi dengan bahasa yang ringan dan kekuatan riset, Cindy Pricilla menghasilkan kisah yang berbeda. Kendala bahasa dan juga waktu pengerjaan begitu sangat singkat merupakan tantangan yang akhirnya bisa ia taklukkan dengan sepenuh hati.

Meski sudah memiliki satu karya, Cindy Pricilla tetap bersemangat ketika bergabung dengan para peserta #KampusFiksi dan menerima materi seputar dunia penerbitan. Bahkan Broken Hearts yang hanya dikerjakan dalam waktu 4 jam, terpilih sebagai salah satu cerpen terbaik versi para mentor. Cerpen ini juga merupakan cikal bakal novelnya yang ketiga. Saat ini, ia masih disibukkan untuk penggarapan novel kedua yang masih ia rahasiakan judulnya.

Apa rahasianya hingga begitu mudah mengalirkan ide-ide dalam menulis? Dengan rendah hati, ia mengatakan bahwa membaca adalah salah satu kunci utama seorang penulis. Dia juga menambahkan, menulis itu perlu dijadikan habit. Selalu membiasakan diri untuk menulis lima halaman atau satu bab setiap hari merupakan cara paling efektif untuk bisa melepas ketergantungan antara menulis dan mood. Sementara itu, untuk menghindari fase “tersesat” dalam proses menulis, maka sinopsis dan plot wajib disediakan.

Bicara soal masa depan, ketika ditanya apakah akan menjadikan menulis sebagai profesi utama, ia dengan diplomatis menjawab: I want to be a writer for forever. Tapi di sisi lain, ia juga punya keinginan untuk menjadi seorang pengusaha. Keseriusannya dalam menjalani pendidikan ditunjukkan Cindy dengan selalu membagi waktu antara menulis dan kuliah secara proporsional tanpa harus mengorbankan salah satunya.

 

Jogja, 17 Juli 2013

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response