Courted (2015); Film Tentang Pertemuan Berkesan dalam Ruang Sidang

Courted (2015); Film Tentang Pertemuan Berkesan dalam Ruang Sidang
Courted (2015). Sumber gambar: IMDB

Courted berjudul asli L’hermine. Meraih kemenangan untuk kategori Best Supporting Actress César Awards. Sementara pada Lumiere Awards mendapatkan nominasi Best Film dan Best Actor. Sebuah film Prancis yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Christian Vincent, dibintangi Fabrice Luchini dan Sidse Babett Knudsen.

Michel Racine (Fabrice Luchini- Astérix and Obélix: God Save Britannia) adalah seorang hakim yang dikenal mampu membuat sebuah persidangan diwarnai dengan perdebatan-perdebatan. Usianya tidak lagi muda dan hidup sendiri. Sebagai orang nomor 1 dalam persidangan, tanggung jawabnya besar.

Di sebuah persidangan kasus dugaan pembunuhan anak oleh ayahnya, Michel bertemu dengan sosok yang membuatnya berbunga-bunga. Ditte Lorensen-Coteret (Sidse Babett Knudsen- The Duke of Burgundy, Inferno, Westworld), seorang dokter yang hidup dengan putrinya beranjak dewasa. Ditte menjadi salah satu dari juri yang akan memutuskan hasil persidangan.

Sejak pertama melihat kehadiran Ditte di ruang sidang, Michel sering mencuri pandang padanya. Dia berusaha mencari-cari kesempatan untuk ngobrol berdua dengan perempuan itu. Persidangan yang tengah dihadapi tidak akan berpanjang-panjang. Jadi, Michel tahu, dia hanya punya sedikit kesempatan.

Maka, di tengah riuhnya pada juri yang berusaha menebak-nebak apakah memang si ayah memang melakukan pembunuhan terhadap anak perempuannya, Ditte menemui sang hakim di tempat yang tidak jauh dari sana.

Pendekatan ala Michel memang tidaklah semenggebu anak-anak muda yang penuh gombalan. Dia jatuh cinta pada perempuan itu dan Ditte pun seolah memiliki perasaan yang sama. Mereka mengenang kembali di saat mereka pertama kali bertemu. Bukan di tempat yang romantis, tapi di kala Michel harus mendapatkan perawatan.

Menjelang dikeluarkannya keputusan sidang, Michel menaruh harapan agar dirinya masih bisa bertemu dengan Ditte. Meskipun Ditte tak lagi terpilih menjadi juri untuk kasus lainnya, dia berharap perempuan itu tetap duduk di dalam ruangan persidangan.

Ada satu hal yang disampaikan Michel kepada pada juri yang masih juga berdebat apakah si ayah memang bersalah ataukah tidak. Mencerminkan akan keterbatasan manusia yang tidak mampu mengetahui semua hal. Bahkan memutuskan untuk sesuatu yang di saat kejadian, kita tidak berada di TKP. Hanya bisa berhipotesis. Ini bukan perkara mudah. Menyangkut kebebasan orang lain. Menyangkut keadilan kepada sesama manusia.

That was an important moment, not a conclusive one. The conclusive moment is tomorrow when we deliberate. The second thing is that we may never know the truth. We may never know what really happened April 24th in the Bel-Air projects. You must accept this. You mustn’t let it frustrate you. As for the truth, only Martial Beclin and Jessica Marton know it. Even that is not sure. If Martial Beclin was really alone, he could have told her anything. But was he really alone? We can’t know. All we have is each testimony. The goal of justice is not to bring out the truth. Justice exists to reaffirm the principles of law. To remind everyone what’s allowed and what isn’t. And, of course, to punish accordingly.

Trailer Courted:

Jogja, 11 Maret 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response