Demi Ucok (2013); Film Tentang Gadis Batak yang Ogah Nikah

Demi Ucok (2013); Film Tentang Gadis Batak yang Ogah Nikah
Demi Ucok (2013). Sumber gambar: IMDB

Milih nikah dan hidup membosankan atau tetap melajang demi mengejar cita-cita? Ini poin yang due dapetin dari film Demi Ucok. Ini bukan film digarap secara komersial, terlihat jelas dari para pemainnya yang gue bertanya-tanya: Who are these people in front of the camera? Nggak ada yang gue kenal, tapi lupakan, film ini recommended karena ternyata seru ceritanya dan so like our daily life.

Gue pas ngelihat trailer film ini pertama kali, gue penasaran, nih film Batak banget deh. Pemeran utamanya tuh mukanya tipikal orang Batak gitu (tahu maksud gue nggak dengan hal ini?) dan ceritanya I think it’s so me (note: Batak dan Mandailing itu beda lho yaaa, silakan googling kalau nggak percaya).

Jadi ada seorang gadis pemimpi, usianya 29 tahun, tinggal sama ibunya, dan belum menikah. Si ibu namanya Mak Gondut, pengen banget anaknya cepat-cepat nikah. Si anak, menomorsekiankan menikah karena ini berkarier dalam film, namanya Gloria Sinaga. Ibunya Gloria ini selain pingin anaknya cepet-cepet nikah, juga pingin punya menantu sesama orang Batak. Dengan alasan Batak asli itu beda sama yang campuran. Gloria sebenernya udah capek karena hal itu, pokoknya dia cuma mau mengerjakan proyek filmnya yang susah banget dapetin sponsor. Film ini kemudian mengalir selama 90 menitan gitu deh. Penonton nggak bakal bosen dengan ide cerita yang sederhana, karena memang asyik mengikuti perjalanan si Gloria dan konflik internal keluarga yang dikemas secara komedi, misalnya, ketika si ibu mau mengucurkan dana 1M untuk pembuatan filmnya Gloria eh tapi uang itu asalnya dari kenalan si ibu yang koruptor. Gloria antara mau dan enggak menerima uang itu.

Ada juga cerita minor di mana sahabatnya si Gloria ini seorang lesbian dan tengah hamil? (What!!) Ya, munculnya tokoh ini selain menambah warna, juga membuat gue sedikit berpikir, Demi Ucok sepertinya bukan cuma ingin menyoroti salah satu kultur budaya Batak yang cukup kuat di Indonesia, tapi juga misi memperkenalkan LGBT atau mengakrabkan karena sebenarnya ini bukan hal baru lagi kan? Beberapa hal yang berhubungan dengan gay, lesbian, dan waria ada di film ini. Dan katanya sih 3 unsur yang paling ngangkat dalam film Indonesia tuh banci, susu, sama apa lagi yang satu. Ya gitu deh. So, masih menganggap ini kebetulan belaka?

Demi Ucok juga pernah diputar Jogja NETPAC beberapa bulan lalu, dan gue melewatkannya begitu saja.

Trailer Demi Ucok:

Yogyakarta 3 Januari 2013

Comments are closed.