Demolition (2015); Film Kesedihan Seorang Lelaki yang Ditinggalkan

Demolition (2015); Film Kesedihan Seorang Lelaki yang Ditinggalkan
Demolition (2015). Sumber gambar: IMDB

Demolition membuat Jake Gyllenhaal tampil kembali sebagai pria sendu setelah memerankan petinju garang untuk film Southpaw dan pria dingin pemburu berita malam di Nightcrawler.

Menikah, terkadang tidak perlu alasan yang kuat. Ini bukan semata soal cinta, soal keinginan memiliki, keinginan untuk hidup tidak sendirian hingga tua. Menikah bisa saja dilakukan karena itu adalah hal yang tidak sulit dilakukan. Terlebih dia seorang pria mapan yang punya performa baik di mata orang. Demolition bukan tentang pria matrealistis yang menikahi putri bosnya demi uang. Lebih dari itu. Perhatikan bagaimana Davis memperlihatkan karakter dirinya sepanjang Demolition yang berdurasi 101 menit.

Davis kehilangan istrinya dalam sebuah kecelakaan yang disebabkan kelalaian sang istri. Takdir menentukan Julia harus menemui Sang Pencipta lebih dahulu karena benturan keras di bagian kepala. Sebaliknya, Davis baik-baik saja. Kehidupan membuatnya harus mampu menahan tangis di depan umum. Atau sebenarnya dia tidak benar-benar merasa kehilangan. Apakah Davis mencintai istrinya? Apakah kesedihan pasti disebabkan karena kehilangan orang yang dicintai ataukah karena orang-orang terlihat bersedih kehilangan orang-orang terdekat kita hingga menciptakan sebuah efek sugesti?

Tak ada orang yang bisa diajaknya berbagi rasa pilu ditinggal istri, kecuali lewat surat protes yang ditujukannya pada sebuah vendor mesin snack otomatis yang menurutnya telah membuatnya rugi. Kejadian kecil saat di rumah sakit membawanya ke sebuah tahap kehidupan baru. Dalam surat itu, Davis menuliskan rasa kehilangan mendalam, menceritakan banyak hal tentang dirinya hingga berlembar-lembar lalu mengirimkannya. Dia tidak memikirkan akan direspons seperti apa suratnya. Dia hanya ingin mengeluarkan sebuah beban berat di kepala lewat tulisan. Dia tidak berandai-andai, akan ada seorang pegawai perusahaan yang dikirimi surat itu meneleponnya pagi-pagi dan memberikan rasa empati yang dia butuhkan.

Perkenalan Davis dan Karen (Naomi Watts) berawal dari sana. Karena menjadi sosok misterius yang malah menjadi stalker ke mana pun Davis pergi. Mereka terhubung lewat surat demi surat yang ditulis Davis dan ponsel. Lama-kelamaan keduanya merasa saling penasaran. Karen berusaha menyembunyikan dirinya dari pertemuan yang mereka atur suatu kali. Dan kecerobohan Karen akhirnya mempertemukan mereka.

Davis hadir dalam kehidupan Karen. Ibu dari satu anak laki-laki yang merasa dirinya gay. Karen sudah punya kekasih, itu alasan dia tidak antusias ketika Davis mendatanginya. Tapi Davis pun tidak memaksanya untuk menjalin sebuah hubungan baru di saat kondisinya masih terguncang. Dia butuh pelepasan emosi yang menyiksa dirinya. Dirinya menjadi sosok yang senang membongkar apa pun dengan kotak peralatan miliknya. Dia merasa senang ketika menghancurkan segala kenangan antara dirinya dengan sang istri. Davis menjadi sosok yang liar di mata ayah mertuanya. Terlebih melihat Davis datang dengan perempuan lain di acara memorial sang putri.

Davis punya masa kecil yang tidak bahagia. Ketidakbahagiaan menumpuk terus-menerus hingga usianya bertambah dan tak pernah dilepaskannya hingga tuntas. Maka wajar ketika dia jarang tersenyum. Senyuman adalah salah satu cara untuk meringankan beban hidup. Sesulit-sulitnya kehidupan, jangan lupa untuk tersenyum.

Perkenalannya dengan Karen dan Chris tidak sia-sia. Davis mulai melihat titik terang dari segala gelap yang menyelimuti jiwanya. Dia menyimpulkan, akan bisa merasa bahagia jika membuat orang lain bahagia terlebih dahulu. Jangan anggap enteng dengan hal-hal kecil yang ada dalam satu adegan, karena itu akan menjadi penghubung sebab-akibat dengan adegan lain, bahkan endingnya. Jadi perhatikan baik-baik, jika tidak ingin bertanya-tanya hingga Demolition selesai. Dan lihatlah bagaimana Davis menikmati alunan musik dengan tingkah penuh kekonyolan.

Trailer Demolition:

Jogja, 5 Agustus 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response