Dilwale (2015); Film Tentang Takdir Cinta Lama yang Bertemu Kembali

Dilwale (2015); Film Tentang Takdir Cinta Lama yang Bertemu Kembali
Dilwale (2015). Sumber gambar: moviepostershop.com

Dilwale disebutkan dalam banyak ulasan sebagai film terburuk Shah Rukh Khan dan Kajol. Tidak cukup itu, Kajol pun mengatakan pada media, semacam menyesal membintanginya dan mengorbankan tawaran peran untuk film lain yang skenarionya lebih baik. Saya menyimak tiap-tiap ulasan hingga analisis yang dipublikasikan untuk garapan sutradara Rohit Shetty (Chennai Express, Singham, Golmaal) ini, mulai dari yang memuat spoiler (untunglah saya membacanya setelah menonton), hingga yang menganalisis sampai setajam silet.

Jujur saja, saya tidak mengerti mengapa 99% pengulas berpendapat sama. Tapi, saya merasa itu masuk akal, seperti halnya saya tidak jatuh cinta pada La La Land sementara di luar sana memuji-muji sampai langit.

Saya menonton film ini salah satu penyebabnya adalah ingin tahu film-film terbaru SRK, sebelum Raees. Secara saya tidak mungkin menonton semua filmnya yang mencapai 98 judul dikurangi beberapa yang sudah saya tonton meski lupa ceritanya terlebih tidak saya tulis di blog. Dilwale merupakan pertemuan kembali SRK dan Kajol setelah My Name is Khan. Kajol juga 5 tahun sudah vakum, dan saatnya kembali ke layar lebar dan hati para penggemarnya.

Jika Dilwale disebut memiliki skenario yang lemah, saya tidak ikut berkomentar deh mengingat betapa saya tidak mengikuti film-film India belakangan. Inti kisahnya adalah pertemuan kembali dua orang yang pernah saling cinta namun harus saling mengambil jarak karena sakit hati. Pertemuan itu terjadi dan membuka luka yang tidak pernah lagi mereka ingat-ingat, karena hanya akan memunculkan rasa sakit. Hanya karena kesalahpahaman belaka, Kaali dan Meera, memulai hidup baru tanpa pernah ingin tahu kabar satu dengan lainnya.

Kaali (SRK) punya usaha bengkel dan modifikasi mobil mewah yang dikelolanya bersama sang adik. Kalau dalam film ini banyak mobil mewah, penyebabnya berasal dari tempat tersebut. Jika merasa terlalu banyak mobil mewah, tentu saja untuk membuat penonton terkagum-kagum dan tahu bahwa tidak hanya Fast & Furious saja yang mampu pamer mobil modifikasi. Namanya juga film India, kalau tidak lebay ya apalah artinya?

Pindah ke Meera. Diperankan oleh Kajol yang mungkin saya terlalu terpesona, tapi jujur, dia cantik banget. Usianya ketika bermain untuk film ini nyaris kepala 4, tapi terlihat masih awal kepala 3. Kulitnya lebih cerah dan gesturnya tidak lagi seperti Kajol zaman kapan yang genit-genit manja. Bodo amat jika dalam Dilwale dia memerankan tokoh jahat dan egois. Saya tahu harus menuliskan hal negatif apa kalau peran seorang anak gangster yang dingin bisa dibawakan Kajol penuh penjiwaan, terlebih ketika dia turun dari mobil dan berjalan di tengah-tengah anak buahnya. Dia mengenakan kemeja putih sementara yang lain berbaju hitam. Kontras. Bahkan ketika dia satu frame dengan bintang muda Kriti Sanon, buat saya, Kajol lebih berkarisma. Sedikit banyak teknologi efek visual memang tidak bisa lepas untuk membuat kesan yang wow. Di beberapa video behind the scene, terlihat bahwa Kajol tidak seputih dan sekurus yang terlihat di layar. Kecewa? Saya sih tidak. Tonton saja film Prancis jika mau yang dominan apa adanya.

Sumber gambar: IMDB

Pertemuan-pertemuan kembali Kaali dan Meera semakin sering ketika adik mereka ingin menikah. Namun rencana itu menjadi sulit terwujudkan karena kakak-kakak mereka masih menjaga jarak. Nah, jika seharusnya film ini berfokus pada Veer dan Ishita, sepertinya skenarionya jadi melenceng dan mengarah pada Kaali dan Meera. Sudah paham mengapa banyak kritikan pedas untuk Dilwale? Ya, konsistensi alur yang ingin ditampilkan jadi agak kacau. Veer dan Ishita-lah yang seharusnya menikmati spotlight, dan Kaali-Meera sebagai bumbu konflik.

Lagu Janam Janam merupakan track yang paling banyak diulang di film Dilwale. Di saat Kaali dan Meera masih saling cinta hingga saling benci. Janam Janam Janam. Sementara track yang diperuntukkan untuk Veer dan Ishita tidak signifikan. Tidak berbeda dengan City of Stars milik La La Land yang juga memiliki satu lagu utama yang diulang-ulang. Selain itu, Gerua juga merupakan lagu romantis dengan sinematografis yang luar biasa memanjakan mata warna-warna cerah dan lembut bergantian. Konon pengambilan gambarnya menghabiskan dana sangat besar.

Meski mengangkat kisah cinta klise dan penuh adegan heroik di mana SRK bisa menembak sambil melayang-layang, atau sendirian melawan banyak orang, Dilwale tetap memunculkan selipan-selipan pesan bijak sebagaimana syarat sebuah kisah yang baik. Yaitu, bahwa narkotika akan merusak generasi bangsa. Keluarga adalah orang yang dekat meski tidak ada hubungan darah sekalipun. Dan tentang kesabaran menunggu cinta sejati.

Trailer Dilwale (2015):

Jogja, 17 Februari 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response