Double Dutchess (2017), Album Solo Kedua Fergie

Double Dutchess (2017), Album Solo Kedua Fergie
Double Dutchess (2017). Sumber gambar: Wikipedia.

Karier solo merupakan pertaruhan besar bagi mereka yang memulai karier dari jalan grup. Tetap sukses dengan membawa nama sendiri sebagai branding baru, atau tenggelam karena nasib baik kurang berpihak padanya.

Saya ambil contoh boyband yang saya kenal semenjak album debut hingga mereka memutuskan pisah karena honor menyanyi nggak pernah diterima utuh, Backstreet Boys. Lima cowok asal Amerika ini muncul di era sejumlah produser sengaja mengumpulkan laki-laki belia, bahkan Nick Carter kalau nggak salah baru berusia 17 tahun ketika direkrut, untuk menyanyikan lagu-lagu romantis bercampur beat cepat sambil modern dancing. Sasaran pasar adalah remaja-remaja puber penyuka kakak-kakak tampan yang badannya bagus-bagus dengan potongan rambut yang keren juga.

Namun, waktu berganti, album demi album pun akhirnya menghanyutkan mereka pada titik jenuh. Saya pun juga jenuh dengan lelaki eh boyband, yang hampir sebagian besar yang modelnya begitu. Dulu, saya belum peduli sama suara. Mereka nyanyinya rame-rame dan perhatian kita mudah dialihkan sama gerakan dance mereka. Youtube belum ada, mau nonton konser artis idola di mana coba?

Di sebuah boyband, komposisinya kurang-lebih adalah ada 1-2 yang suaranya memang bagus, sisanya numpang tenar atau numpang ganteng. Suara-suara noisy pun dengan mudah direduksi.

Boy dan band. Ketika mereka mulai bertambah umur, mereka mulai ingin dianggap dewasa. Mulailah berpikiran untuk merintis jalur solo. Masa iya mau rame-rame terus sampai tua? Ini tidak berlaku untuk grup band yang memakai instrumen sih. Aerosmith, misalnya, mereka hanya butuh vakum sementara lalu berkumpul kembali untuk tampil di depan publik dengan tetap kompak.

Siapa sih di Backstreet Boys yang suaranya memang bisa diandalkan? Brian? Nick? Brian ya jelas dia memang bersuara paling vokal. Nick, hm dia menang di wajah. Suaranya itu tipenya sama dengan Justin Bieber, kecuali dia operasi pita suara biar bisa lebih ngebass. Sisanya? Yah, mereka boleh jadi ingin bersolo karier, tapi mereka siapa? Mereka harus membangun dari awal lagi. Justin Timberlake dari Nsync beruntung karena memang di sana perannya dominan. Ketika bersolo karier, dia pun memilih musik yang berbeda. Ada campuran hip-hop dan R&B. Lainnya? Saya malas mencari tahu.

Kelompok vokal Black Eyed Peas menetaskan dua personelnya yang kini istiqamah bersolo. Will.i.am dan Fergie. Tahun 2001, Will.i.am meluncurkan album Lost Change. Must B 21 (2003), Songs About Girls (2007), dan #willpower (2013). Lain-lainnya adalah single kolaborasi dengan sejumlah musisi.

Fergie tidak mau kalah, namun dia kalah jumlah album dari Will.i.am. Album perdananya The Dutchess rilis pada tahun 2006 dengan sejumlah single hits yang nendang banget di akhir masa kuliah saya. London Bridge adalah lagu kesayangan saya dan gebetan masa kuliah. Ada juga Clumsy, Fergalicious, Glamorous, Big Girls Don’t Cry.

Setelah itu, Ferfie hanya mengeluarkan single-single dan juga single remix. Sebut saja ada L.A.LOVE (fest YG), M.I.L.F.$, hingga sampai ke You Already Know berkolaborasi dengan rapper Nicki Minaj. Itulah akhir perjalanan single-single Fergie hingga semuanya masuk ke album Double Dutchess. Dirilis tepat pada hari ini 22 September 2017. Komposisinya terdiri dari 13 track bernuansa tidak melenceng dari hip-hop dan R&B. Selain Nicki, dia memasukkan suara putranya, Axl Jack untuk track Enchante yang videonya bikin pusing ketika ditonton meskipun bagi penggemar Kendall Jenner tetap dipuji-puji.

Lagu favorit saya adalah You Already Know. Kolaborasi yang tidak hanya keren pada lirik lagunya, tapi juga video klipnya. Keduanya tampak mengenakan busana mulai dari beraroma maskulin yaitu setelan jas dan dasi hitam panjang, lalu baju terusan yang ketat, sampai yang bawahannya menyerupai pakaian dalam. Tidak perlu ditanyakan apakah ada pamer bokong, sebab trademark Nicki Minaj salah satunya terletak di sana.

Track-track lainnya tidak kalah asyik di Double Dutchess. Di track Hungry yang berkolaborasi dengan Rick Ross. Video ini rilis pada 24 Agustus 2017, dan merangkak di angka 2,5 juta views. Padahal video You Already Know sudah mencapai 5,2 juta views di minggu keduanya. Sudah saya bilang, lagu ini memang lebih asyik.

Fergie tidak hanya mengeluarkan kritik-kritik melalui lirik-lirik lagunya, tapi juga lembut-emosional menjelang ujung album Double Dutchess. Coba saja dengarkan berturut-turut Love is Blind yang ballad dan Love is Pain yang meninggi dengan masukan melodi rock di dalamnya.

Album yang berada di bawah label Dutchess Music ini bisa didengarkan seluruhnya dalam durasi 56.54 menit. Kalau belum cukup, boleh juga kok mendengarkan kembali album perdana Fergie dan membandingkan mana yang kamu lebih suka. Saya sih suka keduanya.

Jogja 22 September 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response