Downton Abbey (2010-2015); Serial TV Inggris yang Tenar di Hollywood

Downton Abbey (2010-2015).
Downton Abbey (2010-2015). Sumber gambar: IMDB

Downton Abbey adalah serial Inggris yang cukup mengherankan  karena sering diperbincangkan di Hollywood sana, salah satunya di acara Ellen. Ratingnya memang bagus, tapi apalah artinya bagus kalau belum pernah nonton. Seandainya sepanjang episode pertama tidak berhasil membuat saya bertahan nonton, karena pemain yang begitu banyak dan British English yang membuat kepala makin pusing, review ini tidak pernah akan saya tulis. Rupanya, sedikit bersabar dan berusaha rileks membuat saya perlahan memahami plotnya. Begini:

Peristiwa tenggelamnya Titanic membuat guncangan besar di keluarga Crawley. Dua ahli waris Grantham dikhawatirkan lenyap selamanya di samudra atlantik. Padahal, pasangan Robert alias Earl of Grantham dan Cora pemilik kastel Downton hanya memiliki 3 putri Lady Mary, Lady Edith, dan Lady Sybil. Mereka berduka tanpa melihat nisan. Kesedihan memang tidak dibuat terlalu panjang, semacam cepat move on. Kehidupan terus berputar. Rumah besar klasik era Georgia tetap hidup sebagaimana biasa. Sang majikan yang memikirkan pewaris dan para pembantu yang punya dunianya sendiri.

Downton Abbey patutnya ditonton jika memiliki sedikit pengetahuan seputar kultur Inggris lama, sekitar lordship dan dunia para pembantu di Inggris. Jika tidak, ya seperti saya, mencerna perlahan, mengapa seorang majikan perempuan pelayannya juga perempuan. Jika majikan laki-laki dan laki-laki. Dan para bangsawan terbiasa segalanya dilayani, sampai memasang kancing sekalipun. Semacam raja. Tamu undangan keluarga pun demikian, ada pelayan yang secara khusus ditugaskan. Sesama pelayan pun tingkatannya berbeda-beda. Ada yang melayani majikan, ada yang lebih banyak di dapur. Menjadi pelayan adalah sebuah pekerjaan sekaligus pengabdian sampai tua. Lagi-lagi, ini Inggris di abad ke-19.

Nah, Downton Abbey semakin menarik dengan berseliweran aktor-aktor tampan yang dijodohkan maupun berniat mendekati Mary, si sulung yang berparas cantik, pemberani, pandai berkuda, dan bersikap sopan layaknya bangsawan. Konflik lain yang juga berjalan secara konsisten adalah kedengkian antara sesama pembantu. Ada yang ingin berkonspirasi menjatuhkan yang lain dengan berbagai cara. Jangan bayangkan semacam opera sabun yang picisan, banyak kejutan disiapkan khas ala serial Inggris. Tonton aja dan terhanyutlah dalam nuansa Inggris klasik yang seksi.

Trailer:

Jogja, 7 Agustus 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response