Dredd (2012); Film Superhero yang Memberantas Kota Megapolitan

Dredd (2012); Film Superhero yang Memberantas Kota Megapolitan
Dredd (2012). Sumber gambar: IMDB

Dredd, gue denger-denger gosipnya dibuat karena terinspirasi dari The Raid, secara pengucapannya emang sama sih ya. Makanya gue tertarik buat nonton. Pingin membuktikan bener nggaknya, walaupun toh gue (jujur ya) nggak berani nonton The Raid. Intinya gue sudah termakan isu.

Isu, ya karena Dredd ini beda sama The Raid. Dredd jagoannya cuma satu dan bener-bener mendominasi. Dia salah satu polisi yang menangani kriminalitas di sebuah kota megapolitan yang sudah terkena radiasi. Kota itu kacaunya bukan main. Kriminalitas sulit tertangani.

Lalu di suatu hari, terjadilah tindakan kriminal di sebuah blok berlantai 200 yang dilakukan oleh sebuah gengster pimpinan Ma-Ma (Lena Headey-Imagine Me & You), seorang cewek mantan PSK yang kejamnya luar biasa. Dia bisa menguasai semua geng di sana dan juga membuat pabrik narkotika. Oh, ini film dewasa lho ya. Gue sangat menyayangkan karena gue melihat ada anak kecil yang nonton film yang penuh tindakan kekerasan dan juga kekerasan seksual ini.

Karena kelakuan si Ma-Ma, Dredd diutus untuk menanganinya. Dia bersama dengan calon judge (sebutannya gitu) baru yang punya kemampuan cenayang menuju lokasi blok tersebut. Nah ketika berada di dalam, si Ma-Ma dan anak buahnya berusaha membunuh kedua judge itu. Dan efek-efek komputer pun bermunculan di sana-sini. Keren menurut gue tapi jujur gue risih sama efek peluru yang kena badan atau kepala lawan. Itu jarak dekat, sama dengan Looper. Bedanya, di film Looper efek-efek itu tidak terlalu sering. Di Dredd ini PARAH! Darah udah kayak aer aja. Gue mual deh lihat kayak yang gituan.

Terus, menurut gue, dari segi ceritanya biasa aja. Flat menurut gue. Si Dredd terlihat begitu kuat hingga ketika ia diberondong tembakan, satu pun nggak ada yang kena sementara orang-orang di sekeliling dia kena. Kemampuan cenayang si Anderson pun sepertinya antara ada dan tiada. Nggak bantu-bantu banget.

Di Dreddjuga coba ditawarkan komedinya, tapi gue udah keburu tegang dulu, mau switch ke ketawa itu kok susah banget, malahan semenit dua menit gue sempat ketiduran (ups).

Untuk musuh Dredd, gue rasa agak nggak cerdas gimana gitu. Untuk ukuran gangster yang menguasai satu wilayah besar, si Ma-Ma and the gank mestinya jauh lebih kuat, demi melindungi bisnis terlarang mereka. Tapi nyatanya enggak. Gue nggak melihat ada sosok pimpinan geng yang terlihat begitu percaya diri atau bahkan kelewat congkak.

So, secara keseluruhan, Dredd nggak gue rekomendasikan untuk jadi pilihan tontonan. Banyak minus di sana sini dan plus plus di tempat yang tidak seharusnya. Gue rasa efek-efek komputer bukan jadi segala-galanya. Tetap aja penonton mau mendapatkan alur cerita yang seru dong!

Trailer Dredd:

Yogyakarta, 17 Oktober 2012

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response