Editor Buku Tanpa Sengaja Lakukan 5 Hal Ketika Membaca

Seorang editor buku sehari-harinya bekerja dengan membaca naskah sebelum dicetak menjadi buku. Ada yang bentuknya hard copy maupun soft copy. Bukan hanya membaca sekilas, tetapi berkali-kali untuk mengecek adanya kesalahan-kesalahan yang tidak terdeteksi oleh si penulis. Maka dengan tugas demikian, maka tidak bisa dinafikan jika ketika membaca sebuah buku, tanpa sadar ada semacam “alarm” yang bakal berbunyi nyaring di dalam kepala ketika menemukan “sesuatu yang tidak beres”. Sekali lagi, ini adalah respons yang teramat wajar jika dialami oleh seorang editor.

 

5 Hal yang Tanpa Sengaja Bakal Editor Buku Lakukan Ketika Membaca
Sumber gambar: huffingtonpost.com

Yes, mari kita lihat Editor Buku Tanpa Sengaja Lakukan 5 Hal Ketika Membaca.

 

1.Sensitif dengan adanya salah ketik.

Sumber gambar: lolcats-images.leendu.com

Salah ketik adalah salah satu hal yang kerap ditemui seorang editor buku ketika bekerja, sehingga lama-kelamaan menjadi sebuah insting yang dari bawah alam bawah sadar teraktivasi ketika dalam posisi membaca buku yang sudah masuk ke toko, bahkan meski hanya satu huruf yang tertukar. Jika menemukannya, biasanya akan langsung mengecek halaman depan, lalu manggut-manggut jika tidak menemukan nama editor atau penyunting di sana. Beberapa penerbit memang terkadang memberlakukan kebijakan naskah bebas penyuntingan.

 

2.Memikirkan isi cerita.

Ini biasanya berlaku untuk editor novel. Dipicu oleh tugas seorang editor yang harus menjaga logika cerita agar tidak menyimpang jauh. Nah, ketika bekerja, idealnya seorang editor akan ikut membayangkan adegan dalam cerita lalu mempertanyakan jika ada kejanggalan yang terjadi. Biasanya kejanggalan itu akan menjadi bahan diskusi dengan penulis. Untuk editor nonfiksi tidak sampai segitu ribet.

Sumber gambar: fanpop.com

3.Meraba sampul buku.

Jangan heran jika suatu kali melihat seseorang mengamati buku sampai ke sampul, ya meraba-raba sampulnya. Mungkin itu adalah seorang editor buku yang sedang mengamati sebuah produk terbaru dari penerbit lain. Meraba sampul buku bisanya ingin melihat apakah buku itu dieksekusi dengan baik oleh bagian cetak atau tidak. Kerutan di punggung buku adalah bukti proses produksi yang tidak sempurna, termasuk lem yang sulit keringnya.

 

4.Membandingkan dua buku berjudul sama.

Pernah melihat dua buku dengan judul sama tapi warnanya berbeda? Nah seorang editor penerbitan biasa melihat hal itu. Penjelasan akan “fenomena” ini sederhana saja. Komposisi warna tinta saat mencetak cover sudah tidak sama dengan awal dan tidak segera disesuaikan kembali. Tinta cetak itu terdiri dari 4 warna, CMYK (cyan magenta yellow key), kalau yang belum tahu sih sekadar informasi ringan saja.

5 Hal yang Tanpa Sengaja Bakal Editor Buku Lakukan Ketika Membaca
Sumber gambar: mashable.com

5.Selalu punya komentar.

Jika punya kenalan editor buku, coba perhatikan apakah dia bisa tahan untuk tidak berkomentar dengan naskah yang sedang disuntingnya. Demikian pula ketika membaca buku. Biasanya, komentar bisa berupa yang negatif maupun positif. Memang terkadang komentar itu benar-benar tidak penting dan sebaiknya diabaikan sebab hanya sebuah pendapat subjektif belaka.

 

Nah itu tadi bahasan singkat tentang Editor Buku Tanpa Sengaja Lakukan 5 Hal Ketika Membaca. Harap maklum jika tanpa sengaja bertemu dengan seorang editor buku ya.

 

Jogja, 24 Oktober 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response