Empat Serial TV buat Jomblo

Mengapa ada serial TV buat jomblo? Kejombloan adalah bahan buli yang tiada akhirnya. Seolah aib yang mesti ditutup-tutupi. Jika tercium maka baunya sangat menyengat sampai radius sekian kilometer. Jomblo adalah status hina dina sehingga setiap orang berlomba-lomba lepas dari status jomblo. Yang sudah punya pasangan mati-matian agar tidak jomblo, perkara hidupnya nggak hepi-hepi amat atau bahkan ditindas pasangannya. Yang penting jangan sampai jomblo.

Jomblo adalah perdebatan tanpa akhir, tidak jauh beda dengan kasak-kusuk antara anti-LGBT dengan para heterophobia di berbagai media yang saling serang sampai akhirnya capek sendiri dan kemudian disibukkan dengan urusan masing-masing. Eh, ujung-ujungnya ngajak ketemuan di kafe terus ngopi asyik.

Jomblo adalah hasil doktrin kekinian dunia yang terus populer di mata anak muda. Coba kalau ada kakek-kakek yang hidup sendiri tanpa pasangan apa iya mau dibuli jomblo. Jomblo juga untuk anak-anak muda yang belum menikah, karena jika sudah menikah, lebih bangga disebut duda keren atau janda kembang. Kalaupun ada sebutan jomblo imut, jomblo bahagia, kesannya agak dipaksakan.

Meningkatnya jumlah jomblo di dunia—entah itu memang jomblo atau mengaku jomblo biar—besar kemungkinan dipengaruhi oleh serial-serial TV yang menjadi santapan anak muda antisinetron buatan Indonesia, India, dan Turki yang ditayangkan setiap hari dengan durasi iklan teramat singkat. Serial yang hanya ditayangkan via TV kabel dan menawarkan lebih banyak pilihan cerita, mulai komedi sampai yang suka mutilasi. Di antara sekian banyak serial tersebut, saya mencermati sejumlah di antaranya menjadi pembenaran seseorang untuk terus menjomblo.

How I Met Your Mother (2005-2014); Serial TV Tentang Flashback Romantis
How I Met Your Mother (2005-2014). Sumber gambar: IMDB

1. How I Met Your Mother

Serial ini menampilkan tiga jomblo hepi yang bersahabat dan saling support untuk mencari pasangan. Apa mau dikata, menemukan orang yang tepat itu tidak mudah dan tidak asal-asalan. Wajah imut tidak jaminan mudah untuk mendapatkan pasangan. Selera humor juga bukan bargaining point yang menjanjikan.

2. The X-files

Mulder ama Scully adalah role model untuk duo jomblo kece era 90-an yang lebih mentingin karier ketimbang percintaan. Terobsesi untuk menemukan kakaknya yang hilang, Mulder menenggelamkan dirinya memecahkan kasus-kasus seputar alien dan supranatural. Serial ini emang udah jadul, tapi masih crunchy ditonton sekarang, terlebih tahun depan bakal muncul season terbarunya.

3. Bates Motel

Norman Bates adalah jomblo yang bakal gelisah jika sang ibu tidak berada di dekatnya ketimbang tidak punya pacar yang bisa diajak malmingan. Kadang, obsesinya untuk melindungi sang ibu menjadi fenomena di luar akal sehat.

4. Friends

Kalau punya teman yang bisa sedekat pacar, kenapa harus khawatir jadi jomblo? Tiap hari bisa ketemu, bisa ketawa bareng, bisa curhat-curhatan. Apa bedanya sama orang pacaran? Ujung-ujungnya toh merid juga. Makanya, jangan terlalu anti sama friendzone dong.

 

Itu tadi beberapa dari sekian banyak serial yang membuat jomblo-jomblo tetap hepi menikmati hidup. Percayalah bahwa jomblo adalah sebuah fase tak terlupakan yang ketika sudah terlewati, akan menjadi sesuatu yang sangat dirindukan, sebagaimana merindukan mantan terindah di masa SMA dahulu.

 

Jogja, 10 Juli 2015 (dimuat di jombloo.co 18 Juli 2015)

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response