Explore (2015); Album Eksplorasi Isyana Sarasvati Tak Mendalam

Explore (2015); Album Eksplorasi Isyana Sarasvati Tak Mendalam
Explore (2015). Sumber gambar: Wikipedia

Nama Isyana Sarasvati mulai familiar di tahun ini. Beberapa penghargaan musik diraihnya sebagai tangga untuk semakin menampakkan diri dalam industri musik tanah air. Usianya masih terbilang muda. Seorang pendatang baru yang menyusul beberapa rekannya menceburkan diri dalam industri serupa, baik lewat jalur pencarian bakat maupun beradu aksi di Youtube dengan meng-cover lagu-lagu orang lain.

Alumni Nanyang Academy of Fine Arts Singapura ini punya banyak waktu untuk mengekstensi apa yang telah dieksplorasinya saat ini. Bekal musiknya sudah cukup untuk membuat musik-musik enak didengar telinga. Suara pun empuk terdengar di telinga, walaupun tidak berkarakter khusus sehingga mudah dikenali.

Untuk masuk ke industri musik, Isyana Sarasvati butuh persenjataan perang mutakhir. Jika tidak, sulit baginya untuk bisa sejajar dengan para musisi terdahulu maupun musisi yang sama-sama tengah merangkak naik. Salah satu persenjataan sebagai musisi sekaligus penyanyi adalah suara dan musik. Anggun, Agnes Monica, Raisa, sampai Adele sudah memegang amunisi suara dalam genggaman. Mereka memang tidak tampil dengan menggunakan instrumen musik.

Musik-musik di album Explore! tidak banyak meninggalkan ciri khas mendalam. Musik-musiknya pop dengan tambahan sedikit R&B dan dance dengan lirik-lirik yang seputaran cinta anak muda dan keceriaannya. Padahal, bionya di Wikipedia menyebutkan setidaknya Isyana Sarasvati menguasai piano, electone, flut, violin, dan saksofon. Di usia Isyana, Taylor Swift sudah membuat lirik-lirik lagu tapi dengan sudut pandang yang berbeda. Patah hati menjadi hunjaman di hati yang sulit dilupakan, jatuh cinta adalah anugerah Tuhan yang begitu indah.

Sebagai sebuah perkenalan, Isyana Sarasvati sepertinya masih malu-malu menunjukkan jati dirinya kepada orang-orang yang akan mendengarkan musiknya. Mungkin saja akan disimpan untuk album-album berikutnya. Kenapa saya bilang malu-malu? Saya pernah menonton video dirinya meng-cover sebuah lagu dari Beyonce dengan sepenuh hati bahkan tidak ragu untuk mengambil nada tinggi sehingga membuat saya merasa, ini bakat baru yang menjanjikan. Tapi cobalah dengankan Explore! tidak ada eksplorasi tajam dan berkesan di hati. Lagu Tetap dalam Jiwa menjadi familiar karena semua radio memutarkannya, di televisi pun demikian. Hey, apakah hanya akan seperti itu saja? Menurut saya sangat disayangkan. Sebab kesan pertama seharusnya dibuat begitu menggoda. Selanjutnya terserah Anda.

Dear Isyana Sarasvati, jangan takut untuk tampil lebih “wah” di album maupun penampilan di mana  pun. Tunjukkan kemahiranmu dalam penguasaan instrumen-instrumen musik yang sudah kamu pelajari dari kampusmu terdahulu. Jika kamu bisa memberikan yang jauh lebih baik di album kedua, saya akan membeli CD-nya dan membuat album bajakannya dari komputer saya. Kamu harus bisa menjadi andalan Indonesia.

 

Jogja, 5 Desember 2015

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response