Fingersmith (2005-); Serial TV Sejauh Mana Kita Mengenal Pasangan?

Fingersmith (2005-); Serial TV Sejauh Mana Kita Mengenal Pasangan
Fingersmith (2005-). Sumber gambar: IMDB

Fingersmith adalah satu dari serial TV/film mengangkat percintaan dua perempuan dengan twist besar-besaran di akhir episode pertama yang sontak membalikkan persepsi penonton akan siapa yang baik dan siapa yang jahat. Jangan percaya dengan wajah lugu dan terkesan lemah. Karena bisa saja, dia adalah otak dari sebuah konspirasi besar.

Cinta bisa membuat kita gagal berlogika. Logika bisa membuat kita sulit jatuh cinta. Dua hal itu menjadi kontra satu dengan lainnya. Dua hal itu pulalah yang menjadi tema paling populer diangkat ke layar lebar. Serial dua episode ini mengambil latar setting zaman Victoria. Para lady adalah mereka sehari-hari berada di dalam rumah dan menunggu seorang pria datang untuk melamarnya dan membawanya ke sebuah dunia yang baru. Maud Lilly adalah seorang lady yang besar di dalam asylum atau rumah sakit jiwa. Ibunya meninggal setelah melahirkannya. Sang Paman, Christopher Lilly, adalah seorang pria aneh yang tenggelam dalam buku-bukunya. Ia membenci suara yang keras dan sangat keras orangnya. Dia mengambil Maud dari asylum untuk dibesarkan dan menjadi pewaris tunggal ibunya. Ribuan ponsterling akan jatuh ke tangannya begitu ia dewasa.

 

Uang adalah umpan paling jitu untuk memancing datangnya pencuri-pencuri rakus. Salah satunya Gentleman. Seorang pria muda yang menyamar menjadi bangsawan lalu mengajar seni lukis pada Maud. Wajahnya tampan dan bersih. Sikapnya pun mencerminkan perilaku seorang pria terhormat. Tapi dia tidak berbeda dengan Mrs. Sucksby dan lainnya. Ingin merebut harta orang lain dengan cara yang licik.

Maud masih sendiri. Dia tidak memiliki banyak pergaulan. Pamannya memaksanya duduk berjam-jam untuk membuat katalog buku-buku yang di dalamnya sering ia temukan gambar-gambar maupun tulisan-tulisan erotis. Dari situlah Maud mengenal seks. Dan di zaman itu, seks bebas adalah sebuah hal yang tabu.

Pembuatan lokasi syuting yang begitu kuat aura Victorianya tidak lepas dari kejelian Sarah Waters menuangkannya dalam novel Fingersmith. Dia pakar dalam hal itu, maka jangan heran jika kita terseret jauh mundur beberapa abad ke belakang. Tapi untuk dialog-dialognya tentu tidak akan sepenuhnya mengikuti zaman itu. Dibuat lebih modern dan mampu ditangkap oleh audiensi tanpa kening berkerut-kerut. Elaine Cassidy dan Sarah Hawkins harus terbungkus busana-busana yang membuat gerak tubuh tidak leluasa. Korset yang menyiksa pinggang, cara berbicara sampai tertawa yang harus serba terkendali.

Fingersmith memberi banyak kejutan. Dengan mengambil 2 POV, POV Maud dan Sue, maka terbuka luaslah kesempatan untuk “menipu” penonton dengan telak. Sungguh, ini membuat gemas. Jangan percaya seratus persen dengan kesan pertama protagonisnya.  Bisa jadi, dia sebenarnya adalah antagonis yang menyaru dirinya untuk sebuah tujuan yang jahat. Sue adalah seorang pencuri, tapi hatinya baik. Dia satu-satunya tokoh yang punya nurani. Uang bukan lagi tujuan hidupnya. Ketika cinta telah jatuh kepadanya. Awalnya, dia hanyalah alat yang dipersiapkan Gentleman untuk memuluskan tujuannya mengambil alih warisan Maud. Jumlah 3000 pound itu tidak sedikit. Mencuri di mana yang bisa sampai sebegitu besar hasilnya? Maka meski harus membuat kebohongan, ia melaksanakan tugasnya sesuai perintah Gentleman.

Sue tidak bisa menahan dirinya ketika hubungannya dengan Maud malah menjadi cinta. Mereka bukan lagi seperti majikan dan pelayan. Mereka tidur satu ranjang. Awalnya sekadar menemani Maud yang selalu bermimpi buruk tiap malam. Kamar mereka bersebelahan. Ia bisa mendengar kegelisahan yang begitu parah. Tapi keinginannya untuk melindungi Maud berubah menjadi rasa kasih sayang yang tulus. Dan cemburu yang mulai menguat ketika Gentleman berencana membawa lari Maud dan menikahinya diam-diam. Dengan begitu warisan jelas jatuh ke tangannya. Sue tidak siap melepaskan Maud. Hubungan mereka begitu hangat. Tersembunyi dalam bangunan kokoh yang angkuh. Tak diketahui oleh siapa pun. Ia yakin, Maud pun sangat mencintainya.

Sue hanyalah seorang pencuri. Tempat tinggalnya berseberangan dengan lokasi eksekusi hukuman gantung. Dari jendela rumah, orang-orang bisa menyaksikan vonis hukuman yang tragis. Ia hidup bersama para pencuri. Jiwanya pun sama dengan mereka. Tidak pantas jika dirinya berdampingan dengan seorang lady yang terhormat. Bermimpi pun rasanya hanya menjadi cemoohan orang. Maud adalah impian tingkat tinggi. Pungguk yang merindukan bulan. Meski bulan memberikan senyuman manis di atas sana.

Selamat menonton.

 

Jogja, 7 Januari 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response