Fire (1996); Film Tentang Pengantin Baru yang Tak Bahagia

Fire (1996); Film Tentang Pengantin Baru yang Tak Bahagia
Fire (1996). Sumber gambar: IMDB

Fire bersetting di India masa kini serta sekilas adegan di depan Taj Mahal. Film ini ingin sepenuhnya memperlihatkan India dari sudut pandang orang India sendiri yang kemudian harus bersinggungan dengan adanya keinginan-keinginan personal yang kuat sehingga memuncak menjadi pemberontakan. India terkenal dengan jumlah penduduk yang teramat banyak. Itu dimulai dari prinsip mereka yang tidak mempermasalahkan jika punya anak terlalu banyak. Mereka lalu tinggal dalam satu rumah yang tidak begitu luas, dan membuka usaha sendiri. Salah satunya keluarga Ashok. Rumah keluarga ini dihuni 3 generasi, ibu Ashok yang sudah sepuh dan semuanya harus dibantu oleh orang lain, Ashok yang menikahi Radha namun tidak memiliki anak karena Radha divonis tidak memiliki sel telur, lalu Jatin yang mewakili rebelnya pemuda masa kini. Jatin baru saja melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis India tapi bukan orang yang ia cintai. Kekasihnya adalah Julie, seorang perempuan Cina yang terbiasa hidup bebas dan tidak menyukai prinsip hidup orang India kebanyakan. Dalam film ini, terlihat bahwa keluarga Cina memandang rendang orang-orang India, padahal mereka hanya menumpang hidup di sana.

Dimulailah kisah Jatin dan Sita. Pasangan ini sama sekali tidak punya chemistry. Setelah menikah, masih juga Jatin menemui kekasihnya dan itu diketahui Sita. Istrinya itu tidak keberatan karena ia memang tidak punya punya rasa pada Jatin. Tapi ia membaur dengan keluarga Ashok, ikut membantu berdagang dan aktivitas lainnya.

Sementara itu, Ashok begitu sibuk dengan aktivitas religinya di luar sana, bahkan memberikan uang cukup besar nilainya untuk sesuatu dianggap sebelah mata oleh seisi keluarga. Hubungannya dengan Radha menjadi hambar karena malam harinya pasti pulang malam dan dalam keadaan lelah. Radha juga bukan tipikal yang terlalu banyak menuntut. Sepertinya perempuan India seusia dia memang tidak dibuat gila oleh ambisi. Cukup menjalani kehidupan sekarang. Kadang kalau ia jenuh, ia ke lantai atas yang langitnya terbuka. Tempat yang juga dipilih SIta untuk mengawang-awang tentang segala keinginannya di masa muda.
Sita dan Radha kemudian makin akrab. Mundu, pembantu di rumah mereka, yang suka onani sambil menonton film porno padahal di ruangan itu ada nenek Jatin, lama-kelamaan tahu. Tapi ia tidak berani bicara pada si majikan laki-laki. Ia tentu tidak mau mempertaruhkan pekerjaan yang sudah ditekuninya selama bertahun-tahun di keluarga itu.

Film ini dikemas dengan apik, ketika unsur-unsur India dimasukkan dalam porsi besar. Sayangnya bahasa dalam film ini menggunakan bahasa Inggris tapi sangat sulit memahami ucapan-ucapan mereka dengan logat yang sangat kental. Film ini tidak memperlihatkan keluarga kaya seperti film-film yang dibintangi Shakhrukh Khan, tapi apa yang dominan di sana. India juga negara yang dikenal religius dan menjalankan aturan-aturan dalam agama. Tradisi-tradisi yang tidak hilang sampai kapan pun karena tidak semua generasi mudanya tergila-gila dengan hal-hal yang modern.

Trailer Fire:

 

Jogja, 24 April 2015

Leave a Response