Freeheld (2015); Film Tentang Harga Sebuah Equality

Freeheld (2015). Sumber gambar: IMDB

Freeheld memang tidak masuk dalam perhatian juri Academy Awards atau Golden Globes karena semacam memperbarui film LGBT yang pernah dibuat tahun 2007, dan kebetulan tidak lama setelah keputusan legalisasi pernikahan sejenis di Amerika sana. Bukan sesuatu yang benar-benar segar. Tapi setidaknya versi yang ini, karena dibintangi sejumlah aktor papan atas, memang beda rasanya dan beda proses pembuatannya.

 

Setelah Carol, Freeheld adalah film yang juga mengangkat cinta beda usia. Jika Carol adalah fiksi belaka, maka Freeheld diangkat berdasarkan kisah nyata sepasang kekasih Laura Hester dan Stacie Andree. Banyak lagi sebenarnya perbedaan mendasar keduanya. Jangan menonton film ini jika berharap akan ada banyak keglamoran hidup pasangan di bawah bendera LGBT. Termasuk berharap ada adegan buka-bukaan. Boleh dibilang, pasangan ini tidak lama bisa menikmati kesenangan hingga Laurel divonis mengidap kanker stadium lanjut.

Sebelum Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis di seluruh negara bagian, Orange County adalah satu yang berjuang untuk adanya kesamaan hal di antara warga negara. Equality. Laurel hanya mengharapkan itu saking memikirkan kelak Stacie akan menanggung beban begitu besar jika uang pensiunnya tidak jatuh ke tangannya. Tapi para pejabat tidak memberikan lampu hijau meski sebenarnya aturan tentang domestic partnership sudah sangat jelas, dan berlaku untuk pasangan mana pun.

 

Laurel (Julianne Moore) dan Stacie (Ellen Page) bertemu di tahun 2002. Laurel adalah seorang detektif polisi yang berprestasi. Sementara Stacie masih sangat muda tapi dia jauh lebih santai dengan hidupnya. Awal hubungan mereka memang banyak dengan penyesuaian. Laurel sangat takut jika koleganya sampai tahu dirinya memiliki orientasi seksual yang berbeda. Sebab, jika ada yang tahu, tamatlah kariernya di kepolisian. Kepada orang-orang, Laurel tidak berani menyebut Stacie sebagai pacar.

Stacie orangnya setia dan bukan tipe anak muda yang senang menebar pesona pada orang lain atau mudah jatuh ke pelukan perempuan lain. Ia sering mengalah dengan ketakutan-ketakutan tak berdasar Laurel. Seorang pekerja yang rajin. Boleh dibilang dia bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar kaum pria. Kesabaran Stacie ini memang boleh diacungkan jempol. Tapi sayangnya, Ellen Page terkesan terlalu biasa memainkan perannya dibandingkan dengan Julianne Moore. Ia terkesan tidak sedang berakting karena memerankan lesbian baik-baik seperti di kehidupan nyata saya. Ah sok tahu sekali saya ini. Saya tidak perlu membahas akting si peraih Oscar Julianne Moore, seperti halnya bagaimana Cate Blanchett memerankan Carol yang elegan. Perhatian penonton pastilah terarah pada Moore ketimbang Page.

Trailer Freeheld:

 

Jogja, 7 Februari 2016