Gending Sriwijaya (2013); Film Pencarian Ahli Waris Terbaik

Gending Sriwijaya (2013); Film Pencarian Ahli Waris Terbaik
Gending Sriwijaya (2013). Sumber gambar: IMDB

Gending Sriwijaya, film garapan Hanung Bramantyo ini menyorot Sriwijaya setelah masa keemasan di mana kekuasaan dipegang dengan sistem kedatuan. Salah satunya adalah Kedatuan Bukit Jerai. Rajanya Dapunta Hyang Jayanasa (Slamet Raharjo) dahulu mendirikan kerajaan dengan berbagai intrik. Hal ini kemudian menjadi kelaziman ketika sang putra mahkota Awang Kencana (Agus Kuncoro) juga memiliki tabiat yang tidak jauh berbeda. Awang adalah sosok pemuda penyuka perang dan kejam. Berbeda jauh dengan Purnama (Syahrul Gunaawan) yang lebih punya karakter kalem dan ia cerdas. Ia menimba ilmu sampai ke negeri Cina, yang konon saat itu dianggap sebagai kiblatnya ilmu pengetahuan.

Kedatuan Bukit Jerai berada di ujung tanduk karena selain punggawa istana korup dan menghabiskan uang kerajaan, ada ancaman kawanan perampok yang misterius, pimpinan Ki Goblek (Mathias Muchus). Dia sebenarnya dahulu adalah seorang laksamana yang akhirnya terusir bersama sejumlah warga desa. Mereka pun tinggal di gua di mana mereka memperdalam ilmu silat dan juga berusaha melindungi lontar-lontar peninggalan kerajaan. Mereka menyebut diri sebagai seniman.
Putri Ki Goblek adalah Malini (Julia Perez). Dia seorang penari gending Sriwijaya dan juga pesilat. Dia ikut dalam setiap penyergapan yang dilakukan oleh Ki Goblek dan anak buahnya. Di sini Jupe memang terlihat lincah dalam adegan laga, konon dia nggak pake pemeran pengganti lho. No adegan seks di film ini sama sekali. Ya, cuma dua kali ciuman Malini sama Purnama, itu pun gue ga yakin kena bibir (hahahaha!)
Oh ya, jadi ceritanya si Raja Dapunta sudah tua dan sakit-sakitan, dia lalu ingin menurunkan tahta pada Awang. Tapi Awang ini kan orangnya ugal-ugalan, nggak pantes jadi raja, pantesnya jadi patih. Nah kebetulan, si Purnama baru pulang sekolah dari Cina. Tanpa persetujuan penasihat istana dan lainnya, sang raja memilih purnama untuk naik tahta. Awang dan Ratu Kalimayang (Jajang C. Noer) nggak setuju. Purnama pun dijebak hingga ia masuk penjara. Eh setelah raja meninggal, ternyata Awang nggak langsung naik tahta, ibunya yang memerintah selama sekian hari.

Purnama yang tidak bersalah berusaha untuk membuktikan bahwa ia bersih. Ia pun dibantu melarikan diri oleh tabib istana. Sayang, rencana itu diketahui Awang dan Purnama nyaris mati karena panah beracun. Purnama lalu ditemukan lalu diobati oleh Ki Goblek. Di sana ia pun dikenali sebagai anak raja yang seorang pembunuh. Nyaris mati Purnama sama anak buah Ki Goblek, tapi akhirnya Purnama bisa meyakinkan bahwa dirinya bukan pembunuh, dan dia sama sekali tidak punya jiwa pembunuh.

Nah, Purnama membantu Ki Goblek menyerang istana. Dia memang seorang ahli strategi yang cerdas. Dia pun tahu bahwa Awang sudah membuka hubungan dengan Cina untuk memasok senjata berat, di mana saat itu baru dikenal pedang, belum pistol. Salah satu mata Awang buta pun gara-gara kenal peluru dari pistol Ki Goblek.

Perjuangan Purnama merebut tahta tidak mudah. Awang sangat kuat dan tidak ragu untuk menghentikan langkah sang adik. Tapi melihat Ratu Kalimayang berpihak padanya, Purmana pun merasa pertumpahan darah di Bukit Jerai harus diakhiri dan caranya adalah membunuh Awang Kencana.

Gending Sriwijaya didominasi dengan adegan laga dengan jurus-jurus silat yang keren menurut gue. Efek darah tidak dibuat terlalu nyata, warna darahnya kurang real aja. Over all, ini film yang gue rekomendasikan. Ada beberapa kejanggalan dari beberapa scene tapi gue lagi males bahas begituan. Gue puas ketika nonton Gending Sriwijaya dan gue harap bisa sukses di internasional karena membawa sisi lain dari sejarah salah satu kerajaan yang paling melegenda di nusantara. Bahasa yang digunakan pun bahasa setempat sehingga ada subtitle juga.

Trailer Gending Sriwijaya:

 

My room, Jogja 12 Januari 2013

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response