Glory (2016); Album Terbaru Britney Spears Tanpa Ajakan Dance

Glory (2016); Album Terbaru Britney Spears Tanpa Ajakan Dance
Glory (2016). Sumber gambar: vanityfair.com

Glory, album kesembilan Britney Spears mengesankan adanya ajakan untuk lebih kalem dan dewasa. Tidak ada lagi track-track yang bakal membuat orang ingin nge-dance begitu mendengarnya. Sehari sebelum peluncuran Glory—penyanyi saingan berat Aguilera dengan lagu-lagu hits yang mengisi masa remaja saya semacam Baby One More Time, You Drive Me Crazy, Womanizer, dan Toxic dengan video klip superpanas dalam pesawat—James Corden lewat acara populer di Amerika Carpool Karaoke mengundang Britney Spears tampil dan menyanyikan sejumlah lagu yang menjadi legenda musik anak 90-an. Wajahnya tampak segar dengan tubuh kembali ke bentuk masa mudanya, menemani James menyenandungkan beberapa hits dengan beberapa kali lupa lirik. Harap Dimaklumi mungkin sudah jarang dibawakannya di atas panggung. Britney memiliki show eksklusif di Las Vegas seperti halnya Celine Dion, Mariah Carey, Santana, dan Olivia Newton John. Kemunculan Britney di TV Show Ellen juga saya nanti-nantikan.

Album Glory dibuka dengan satu undangan alias Invitation. Ditulis Britney Spears bersama Julia Michaels, Justin Tranter, dan Nick Monson. Walaupun jauh dari godaan untuk joged, setidaknya bolehlah sekadar mengetuk-ngetuknya kaki atau menggoyang-goyangkan lutut untuk membakar sedikit kalori. Secara tersurat lirik Invitation adalah ajakan untuk kembali mendekat pada sang superstar, setelah tiga tahun dirinya vakum untuk musik yang baru dan mungkin kurang memuaskan penggemarnya. Britney perlu kerja keras untuk memanggil semua orang yang pernah sangat mencintainya, dengan sesuatu yang lebih kuat tentu saja.

Britney menyambung dengan Make Me… sekaligus video pertama untuk Glory yang berkisah kala Britney dan sejumlah penarinya mengaudisi model pria dengan rata-rata memiliki perut sixpack. Selain itu Britney menampilkan kemampuannya untuk melakukan lap dance dengan berbalut pakaian dalam hingga akhirnya dia bermesraan dengan salah satu model pria itu di depan kamera. Pada ajang MTV Video Music Award 2016, dia membawakan Make Me bersama rapper G-Easy masih dengan tarian erotis tanpa lupa membelai-belai sang rapper. Menurut saya, penampilannya di MTV Video Music Award 13 tahun lalu di mana dia berciuman Madonna dan Madonna juga mencium Christina Aguilera di depan Eminem dan Justin Timberlake yang berada di bangku penonton jauh lebih panas ketimbang sekarang. Boleh jadi karena di masa itu, Britney masih menjadi penyanyi dengan banyak sorotan kamera, mencetak beberapa hits, dan Taylor Swift belum ada apa-apanya.

Para penikmat musik di jalanan kota yang padat akan sangat menyukai track-track balada yang susul-menyusul dengan durasi rata-rata 3 menit, seperti Private Show, Man on the Moon, If I’m Dancing, dan ditutup dengan track berbahasa Prancis, Coupure Elctrique sebagai track no. 17. Jika mood masih belum meningkat juga, siapin cadangan dari album-album Britney Spears yang sebelumnya.

 

Jogja, 2 September 2016

Leave a Response