Golongan Darah Elo Apa; Kepribadian Elo Bagaimana?

Golongan Darah Elo Apa; Kepribadian Elo Bagaimana? |
Siang tadi gue ketemuan dengan seorang penulis. Wait, wait, sebenernya ini bukan urusan kantor. Oke intermezzo dulu. Orang yang gue temui ini bernama Lalu Abdul Fatah. Dia adalah 1 dari 3 orang yang bakal jalan-jalan ama gue ke Karimunjawa. Dia ke Jogja untuk jalan-jalan, ya udah gue ajak ketemuan aja dan kami pun janjian di foodcourt Malioboro Mall.

Kami pun ketemu. Dia ini tipe orang yang energik, yup keliatan dari awal dan selama 4 jam kami berbincang. Dia ini sebenarnya seorang penulis dan traveler (duh sama banget ya ama gue). Bedanya, dia ini golongan darahnya 0. Hahaha terus apa hubungannya coba?

Jadi, soal golongan darah ini adalah salah satu hal yang nggak sengaja kami bahas. Dia bilang, karakter seseorang nih bisa kebaca dari golongan darahnya. Di Jepang, bahkan tim HRD pun membuat kualifikasi berdasar golongan darah. Ya, orang dengan golongan darah A karakternya adalah fokus, disiplin, perfeksionis (hiyaaaa gue banget!!!) dan 0 itu lebih santai dan tipikal seniman gitu deh (Lalu ini golongan darahnya 0). Tapi dia menambahkan, jangan terdoktrin karena hasil penelitian itu. Iyalah, gue juga kalau yang bagus-bagusnya gue ambil, jeleknya kasih orang laen deh.

Pembicaraan kami siang tadi memang melebar ke mana-mana, ya karena kami janjian ketemuan itu buat say hello each other. Gue banyak bertanya soal aktivitas dia, dia banyak bertanya seputar pekerjaan gue. Dari sana banyak hal bisa kita sharing. Misalnya, dia cerita soal agenda dia membuat sebuah lomba yang berhubungan dengan traveling dan ini adalah lomba kalau nggak salah yang kedua dia dan komunitasnya lakukan. Lombanya cukup unik, bukan seputar datang ke suatu tempat lalu menceritakan keindahan tempat itu, tapi lebih mengulas tentang sisi humanismenya. Terus terang gue tertarik dengan gambaran yang dia berikan dan keren deh kalau bisa diterbitkan di tempat gue. Gue pun ngasih penawaran dan dia seneng banget. Gue juga kemudian diberi rujukan untuk menghubungi seorang teman dia yang juga seorang penulis dan blogger. Hm, ini memang informasi penting banget buat gue.

Golongan Darah Elo Apa?
Sumber gambar: astro.com.my

Pembicaraan kita sering bolak-balik ke seputar traveling. Yes, Lalu ini yang gue tau pernah masuk dalam antologi Travelove, bareng Trinity. Selain itu, dia juga punya karya berjudul Travelicious. Kita bahas juga soal polemik travel writer, yang di satu sisi menguntungkan pariwisata di sisi lain menjadi penyebab rusaknya alam (secara tidak langsung tentu saja). Okelah, gue juga tidak menampik kalau seorang blogger menulis tentang keindahan suatu objek wisata alam maka itu akan memancing orang untuk datang ke tempat tersebut berbondong-bondong. Dan masalahnya, dari berbondong-bondong orang itu, tidak semuanya care sama alam. Mereka nggak peduli soal pentingnya buang sampah di tempatnya, bahwa terumbu karang itu bisa rusak kalau tidak dijaga, dan masih banyak lagi.

Ya, gue pun melihat hal yang sama ketika ke Pulau Sempu. Sayang sekali, pulau yang begitu indahnya jadi kotor dan siapa yang mau memunguti sampah coba. Nggak ada, pulau itu nggak ada penghuninya kok. Beda dengan cerita Lalu bahwa gili-gili di Lombok (dia asli sana soalnya) yang dikelola orang-orang bule itu terjaga kebersihannya. Yaa, nggak heran sih. Gue penasaran juga sebenernya dengan Lombok, kayaknya keren deh kalau bisa jalan-jalan ke sana, mengeksplorasi gili-gili yang belum terjamah orang lain (eaaaaaa!)

Oh ya kesamaan gue dan Lalu adalah, kita suka solo traveling dan memang traveling itu bagi sebagian orang lebih enak dilakukan sendirian. Berkompromi dengan orang lain itu nggak gampang. Apalagi ketika perjalanan jauh di mana masing-masing person sudah capek dan emosi itu cepet naek ke ubun-ubun. Selain itu, gue, Lalu, dan Trinity punya pemikiran yang sama, keep menjomblo demi bisa traveling sebebasnya (hahaha).

Gue juga mikir sih, misal (entah kapan) gue punya pacar dan pacar gue itu nggak suka traveling sama sekali sementara gue gemes kalau darah muda gue (ngokk) nggak dipuaskan dengan bertualang sebuah tempat baru. Menderita banget nggak sih? Traveling is not a crime, men! It’s a learning process to know something new! Dan yang namanya orang traveling itu nggak for good, ntar juga balik. Apa yang perlu dicemaskan? Takut nemu gebetan di perjalanan? Hm, gue rasa justru itu sangat kecil kemungkinannya karena traveler itu akan terlalu sering bertemu orang baru, untuk PDKT kan susah. Kecuali emang tipe yang player tuh. Nggak gue banget (uhukk!)

Lalu juga cerita soal kecintaannya pada Lombok. Setiap tulisannya itu (kalau dia nulis cerpen) pasti bersetting Lombok. Ya dan memang jarang sih orang yang bisa melakukan itu. Dan dia cowok. Hm, memangnya kenapa kalau cowok? Menulis itu sering dianggap sebagai dunianya wanita, kenyataannya sebagian besar penulis masa kini adalah wanita kan? Kalau pun ada seorang penulis cowok, itu satu banding sekian deh. Mungkin ada yang gengsi, ada yang males. Gue pun misal ketika menerima naskah-naskah yang masuk ke redaksi teenlit, sebagian besar itu cewek. Tapi gue baru tau kalau Tere Liye itu cowok (jderrr, jangan bilang elo juga baru ngeh soal ini). Penulis yang satu ini adalah salah seorang pembicara dalam acara pelatihan penulis di kantor gue.

Ngomong-ngomong soal latihan kepenulisan, gue juga sebenarnya ada planning untuk melakukan hal itu, tapi gue masih kesulitan ngatur jadwal. Kayaknya saat ini there are a lot of things harus gue selesaikan. One by one aja dulu kali ya dan bodo amat kalau gue ditagih ini itu dan mustahil bisa gue kerjakan bersamaan. Ya, alasan yang bisa gue kasih adalah, gue pingin fokus, hidup golongan darah A! *eh

My room, Jogja, 3 Maret 2013, 21.48 WIB

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response