10 Hal Remeh Bersepeda yang Sering Terabaikan

Saya memulai lagi bersepeda. Inilah passion olahraga saya. Renang saya suka, tapi saya terkurung di dalam ruangan. Lari pun saya suka, tapi napas saya terlalu cepat ngos-ngosan. Bersepeda adalah olahraga dan jalan-jalan dalam satu waktu. Jarak panjang bukan sebuah rintangan, jika kita pintar mengatur pengeluaran energi.

Dulu, saya bersepeda tanpa berstrategi. Karena saya masih muda dan energi benar-benar berlebih. Di usia sekarang, akui saja jika semuanya sudah tidak sama lagi. Dulu, saya bisa bersepeda dua kali sehari. Itu masih diajakin main badminton dan tidak lelah.

Saya mulai membaca banyak artikel tentang bersepeda. Sebelum saya memutuskan membeli satu unit Polygon Monarch awal tahun ini. Saya merasa tubuh saya terlalu jarang diajak bergerak. Timbangan mulai naik dan tinggi badan saya stagnan. Itu kabar buruk.

Saya mencari tips-tips praktis dalam bersepeda. Saya tidak mau salah memperlakukan sepeda saya dengan buruk. Bagi saya harga 1,6 juta itu bukan nominal sedikit hanya untuk sebuah sepeda.

Dari sekian banyak tips berharga, saya ingin menuliskan kembali 10 hal remeh bersepeda yang sering terabaikan. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

10 hal remeh bersepeda
Sumber gambar: dokumen tapakrantau
  1. Memastikan perut tidak kosong.

Sama halnya ketika kita akan berkendara, dengan kondisi tangki BBM minim. Bisa saja kita memaksa kaki untuk terus mengayuh pedal, tapi apa sebenarnya tujuan kita berolahraga? Untuk menyiksa tubuhkah atau untuk membakar kalori? Usahakan ada makanan yang masuk dan juga air yang cukup. Demikian pula jika menempuh jarak jauh, pastikan ada bekal semisal air atau cracker.

 

  1. Istirahat yang cukup

Semua jenis olahraga menuntut tubuh berada dalam kondisi fit. Itu bisa didapatkan dengan tidur dan cukup. Kurang tidur akan membuat tubuh pegal dan mata mengantuk. Jangan memaksakan diri berolahraga jika kita tidak yakin akan kuat dan siaga di jalan.

 

  1. Gunakan aplikasi pengukur kecepatan dan kalori

Saya menggunakan Runtastic, aplikasi pengukur jarak, kecepatan, dan jumlah kalori yang saya bakar dengan bersepeda. Setiap selesai satu sesi bersepeda, saya mengecek poin-poin itu. Berapa jarak yang saya tempuh, apakah banyak tanjakan atau turunan, berapa kecepatan mengayuh saya, kapan saya lambat dan kapan saya cepat, dan kalori yang terbakar. Pastikan baterai ponsel terisi penuh sebab penggunaan GPS cukup menyedot energi ponsel. Demikian pula jika kita sambil mendengarkan musik.

 

  1. Gunakan setidaknya helm.

Saya baru punya helm. Standar bersepeda memang lebih dari itu. Kita tidak pernah tahu apakah di jalan akan selalu aman. Gunakan helm sepeda dan pastikan melindungi kepala. Gunakan pula sepatu olahraga yang nyaman. Untuk pakaian, saya sih yang penting berbahan kaus. Soalnya tidak punya jersey pesepeda yang ketat-ketat itu.

 

  1. Jangan bersepeda di tengah jalan.

Jika mengikuti jalanan kota, biasanya sudah tersedia jalur khusus bersepeda. Saya tahu jika jalur itu sering dipakai parkir kendaraan maupun lebar jalur yang terlalu mepet dengan trotoar. Pastikan kita tidak terlalu ke tengah. Cari aman saja.

 

  1. Lengkapi dengan aksesori sesuai kebutuhan

Saya punya kesukaan bersepeda di malam hari. Memang hanya 30-45 menit saja. Jika di pagi hari, saya akan mengambil rute lebih panjang dan bisa sampai 1 atau 1,5 jam. Bersepeda di malam hari berisiko tinggi, jika tidak kita lengkapi dengan lampu reflektor maupun lampu tambahan. Bisa-bisa kendaraan lain tidak menyadari keberadaan kita.

Bersepeda di pagi hari artinya mendapat kesempatan menghirup udara bebas polusi. Kalaupun mulai bersepeda ketika hari sudah terang dan jalanan mulai ramah kendaraan, tidak ada salahnya memakai masker. Apa gunanya berkeringat tapi paru-paru terpapar polusi berlebihan? Oh ya, bel itu penting. Adakalanya kita butuh membunyikannya lebih dari sekadar menyapa pesepeda lain yang kita temui di jalan.

Untuk botol minuman dan spakbord penahan cipratan air saya rasa menjadi aksesori umum di sepeda kita.

 

  1. Peregangan otot sebelum dan sesudah bersepeda

Rasa pegal boleh jadi disebabkan kurangnya peregangan otot. Lakukan sebagai sebuah keharusan agar tidak mengeluhkan nyeri atau sakit beberapa saat setelah bersepeda. Meski dalam bersepeda, kaki lebih banyak berperan, peregangan tangan dan bagian tubuh lainnya juga perlu diperhatikan.

 

  1. Sesuaikan setelan sadel

Para pesepeda biasanya menyetel sadel (tempat duduk) sama tinggi atau lebih tinggi dari stang. Itu posisi yang nyaman sehingga tangan tidak terlalu berat menahan tumpuan tubuh. Perkecualian untuk sejumlah sepeda semacam BMX yang memang bentuknya tidak setinggi sepeda gunung atau balap. Pastikan kaki bisa lurus dan nyaman ketika mengayuh. Kita sendirilah yang paling tahu setelan sadel untuk sepeda kita. Jika kaki terlalu menekuk, kita membutuhkan energi lebih besar untuk mengayuh. Jika berkendara motor, kaki memang lebih enak jika mudah menapak di jalan, sepeda beda hal.

 

  1. Buat jadwal rutin.

Berolahraga bukanlah ajang menyiksa tubuh. Olahraga adalah rekreasi yang sering terlupakan. Maka luangkan waktu untuk berolahraga di sela-sela kesibukan. Lebih baik seminggu tiga kali berolahraga, ketimbang seminggu sekali tapi langsung digeber berjam-jam. Ajak teman yang juga suka bersepeda. Cari waktu yang paling pas untuk bersepeda. Pagi atau malam sama asyiknya. Jika baru pertama kali bersepeda, pilihlah rute pendek dahulu, tambah perlahan-lahan, biarkan otot-otot kaki beradaptasi dengan alami. Dipaksa hanya akan berakhir dengan cedera.

 

  1. Rawat dan jaga sepeda

Luangkan waktu seminggu sekali untuk mencuci sepeda dan memanjakannya. Terlebih jika hari-hari sebelumnya kita pakai dalam kondisi cuaca hujan, harus menembus jalanan yang tergenang, dan sebagainya. Gunakan sampo atau sabun khusus yang aman untuk cat sepeda. Salah penggunaan sabun/terlalu keras dapat menyebabkan cat terkelupas. Pastikan sebelum melakukan pencucian, lepaskan semua aksesori yang sekiranya dapat rusak jika terkena sabun, seperti lampu dan bel.

 

Nah itu dia 10 hal remeh bersepeda tetapi penting untuk selalu diingat. Selamat bersepeda!

 

21 Januari 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response