Harlem Shake; Tren Joged Menggila dalam 30 Detik

Harlem Shake; Tren Joged Menggila dalam 30 Detik
Harlem Shake. Sumber gambar: pixabay.com

Tren Harlem Shake memang sudah berlalu, tapi gue dan teman-teman kantor gue masih aja penasaran membuat satu video berdurasi 30 detik yang terbagi dalam dua bagian ini. Bagian pertama joged-joged sendirian dan yang kedua joged rame-rame dengan gaya terserah mau gimana. Jogedan menggila ini pertama kali muncul pertengahan Februari 2013 dan gue awalnya nggak ngeh ini maksudnya apa. Akhirnya gue buka youtube dan ternyata versinya udah banyak banget. Meski konsepnya sama, tapi tetep bikin yang ngeliatnya ketawa.

Harlem Shake ini sebenarnya adalah lagu beraliran tekno yang dibawakan oleh Baauer, tapi yang kemudian populer itu ya cuma 30 detik doang. Banyak yang menyebut, ini adalah dance yang berhasil menyingkirkan Gangnam Style asal Korea . Hm, mungkin iya, secara Gangnam itu tariannya cukup sulit dan nggak semua orang bbisa melakukannya dalam waktu singkat.

Video Harlem Shake bareng teman-teman gue dibuat dengan ide spontan dan awalnya ya pada ogah ikutan, pada malu. Tapi setelah kami saling serang dan bergulat (nggak sampe segitunya sih), kami pun oke. Saat itu kami sedang rekreasi di sebuah gunung. Di tempat terbuka beratapkan langit kami mulai take 1. Hasilnya kurang memuaskan. Kami pun mempelajari salah satu video yang sudah terunggah di Youtube dan menyamakan konsep. Meski kelihatan asal-asalan, tapi serius deh segala sesuatunya perlu diperhitungkan. Mulai dari jarak kamera dengan objek, mengatur posisi masing-masing orang biar nggak saling menutupi dari kamera, cahaya, latar, dan tentu saja kejutan untuk di bagian dua. (Nggak usah ciee ciee deh!)

Kami take sampai beberapa kali, dan gue salah satunya yang jadi maskot. Kepala gue ditutupi tas karena biasanya emang mukanya sengaja ditutupi. Kami bergoyang hanya menggunakan hitungan waktu dan sesekali diputarkan musiknya. Satu sesi biasanya sampai 20 detik hingga wajar kami capek sendiri dan buntu ide mau ngapain lagi. Syuting kami juga jadi penuh tantangan karena matahari sudah tinggi dan gue cuma bisa pasrah karena perubahan warna kulit gue ekstrem di antara temen-temen gue. Tapi, berhubung lagi asyik-asyiknya, ya lanjut aja sampai kita puas ampe kulit terasa panas dan boys will be boys (maksudnya, ya gitu deh).

So, yakin nggak pingin “menggila” selama 30 detik?

My room, Jogja, 15 April 2013, 21.43

Leave a Response