House of Cards (2013-); Serial TV Tentang Konspirasi dalam Gedung Putih

House of Cards (2013-); Serial TV Tentang Konspirasi dalam Gedung Putih
House of Cards (2013-). Sumber gambar: IMDB

House of Cards adalah serial favorit di Amerika. Setelah pelantikan Presiden AS dari Partai Demokrat, maka publik akan menunggu kinerja 100 hari. Tapi, apa publik tahu jika di dalam Gedung Putih, justru sibuk dengan perebutan kursi jabatan? Ya, tentu hal ini tidak tersiar secara meluas. Wartawan Gedung Putih tentunya tidak bisa memberitakan konflik politik yang beginian.

Francis Underwood adalah seorang anggota kongres dari Partai Demokrat yang kecewa karena seharusnya ia yang mengisi jabatan sekretaris negara. Apa mau dikata, dirinya malah tetap di posisi dan orang lainlah yang akan mengisi posisi incarannya.

Marah dengan janji yang diingkari, Francis mengacau, tapi dengan sangat elegan sehingga seakan orang-orang yang tidak diinginkannya tersingkir karena perkara kredibilitas. Orang-orang yang dekat dengannya akan punya karier baik, termasuk Peter Russo, seorang anggota kongres muda pecandu narkoba, alkoholik, dan gemar menggunakan jasa prostitusi.

Francis di sisi lain, adalah seorang suami yang beruntung. Punya istri cantik dan mampu mengimbangi dirinya. Mereka tidak memamerkan adegan ranjang, tapi romantisme keduanya itu selalu ada setiap malam, di mana mereka pulang ke rumah, lalu merokok bareng di depan jendela.  Bercerita tentang hari mereka. Claire adalah sosok wanita karier yang cerdas. Saya suka dengan sikapnya yang anggun, potongan rambut pendek yang tidak membuatnya macho, tapi sebaliknya. Seorang istri yang pernah berselingkuh lalu mengakhirinya karena memilih Francis. Memahami suaminya yang juga berselingkuh dengan seorang reporter berita tapi tahu bahwa itu hanya selingan belaka. Keduanya tidak merasa terancam dengan perselingkuhan.

Sepak terjang Francis dalam mencapai misinya membuat benturan-benturan dengan banyak pihak. Kemampuan negosiasinya berhasil membuat RUU pendidikan yang kontroversial dan memicu pemogokan para guru, berakhir manis dengan disahkannya menjadi UU. Ia bahkan membuat atasannya di partai merasa disingkirkan pelan-pelan bahkan dengan restu sang Presiden yang tidak paham sebenarnya ada apa di tubuh Demokrat.

Saya bukan seorang pencinta serial politik, tapi House of Cards menghadirkan sesuatu yang tidak membosankan untuk diikuti setiap episodenya, dan Kevin Spacey, has the character.

Trailer House of Cards:

Jogja, 8 Juni 2015

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response