How to be Interesting (Gramedia, 2013); 10 Pemicu Membuat Diri Kita Menarik

How to be Interesting (Gramedia, 2013); 10 Pemicu Membuat Diri Kita Menarik
How to be Interesting (Gramedia, 2013)

Jessica Hagy, penulis buku How to be Interesting, adalah penerima Webby Award untuk blog buatannya. Kartun-kartunnya tampil secara teratur di New York Times dan menulis sebuah kolom untuk Forbes. How to be Interesting kemasannya tampak begitu menarik dengan sampul berwarna kuning dan font judul—yang—simpel berwarna ungu.
How to be Interesting terbit di bulan Oktober 2013, telah cetak ulang sebanyak 2 kali, menandakan kontennya memang sangat perlu diketahui siapa saja yang ingin dirinya menarik, dalam artian dalam kehidupan sosial. Saya akui setiap halamannya sangat bermakna namun sederhana, sering kita abaikan begitu saja.
Ada 10 poin besar yang ditawarkan Hagy dalam bukunya.

Ayo Mengeksplorasi

Terlalu sering kita mengurung diri dalam zona nyaman sehingga hal-hal baru yang jauh lebih menarik dan menantang itu terpinggirkan. Gagasan-gagasan luar biasa akan lahir jika kita melakukan hal di luar kebiasaan. Alasan rutinitas menjadi tembok kita untuk berinteraksi dengan dunia yang penuh kejutan. Hagy mendorong kita untuk seolah-olah menjadi seperti Dora the Explorer. Lakukan pula hal-hal yang sama sekali tidak terpikirkan dalam benak kita, seperti berjalan-jalan di pagi hari, mandi dalam gelap, minum cokelat di gang belakang rumah.

Bagikan yang Anda Temukan

Bagikan pengalaman kepada orang lain, agar ikut merasakan apa yang kita rasakan. Prinsip berbagi pada orang lain, tidak berlaku hanya pada harta benda. Setiap orang akan punya pengalaman uniknya masing-masing, dan itu juga akan menjadi pengalaman unik bagi orang lain yang mengetahuinya. Hagy juga mendorong kita untuk memperluas pergaulan di luar lingkungan yang sama. Jika kita seorang dokter, cobalah bergaul dengan para bankir atau atlet.

Kerjakan Sesuatu. Apa Saja

Duduk diam dan mengeluh adalah hal yang sepatutnya dihindari, menurut Hagy. Kita bisa melakukan banyak hal untuk mengisi 24 jam, mulai dari mengobrol, bergabung dengan jaringan, menulis, membuat review, dan sebagainya. Semuanya akan memberi dampak positif bagi diri kita sendiri. Jika selama ini kita selalu merasa kurang, kegiatanlah yang menjadi jawabannya.

Manfaatkan Keunikan Anda

Setiap keunikan kita bukan untuk disembunyikan seakan jika orang tahu maka akan membahayakan diri sendiri. Lihatlah orang-orang yang kreatif, keunikan itu akan terpancar dengan sendirinya. Ketika di mata orang, kita dinilai aneh, biarkan saja. Justru itulah yang menjadi alarm keberadaan kita dan masyarakat. Justru memaksakan diri untuk tampil biasa justru berdampak buruk bagi diri kita sendiri.

Miliki Sebuah Alasan

Everything happens for a reason. Prinsip sebab akibat selalu berlaku di mana saja, bahkan untuk penciptaan dunia ini. Hadirnya kita di dunia ini juga demikian, untuk sebuah alasan. Lalu aplikasikanlah dalam kehidupan kita. Mungkin kita tidak menyadari alasan perlu tersenyum pada orang lain yang dalam kehidupan kita begitu menyebalkan. Tapi juga tidak ada alasan yang sedemikian penting mengapa kita selalu bermuka masam kepadanya. Toh itu tidak akan mengubah keadaan. Tapi dengan tersenyum kepadanya, posisi kita menjadi lebih unggul. Senyuman tulus itu jauh lebih sulit ketimbang memberikan senyuman palsu.

Kurangi Kesombongan

Sombong adalah sifat yang sangat dihinakan dalam kita suci umat Islam. Tidak ada manfaatnya buat diri kita sendiri. Oke, kita mungkin meraih gelar PhD dari Harvard University, lowongan kerja seakan terbuka lebar di mana-mana. Tapi kesombongan membuat orang berpikir dua kali untuk bekerja sama. Itu akan menjadi karakter yang menyebalkan. Bukankah Fir’aun ditenggelamkan di Laut Merah karena kesombongannya? Jadikan diri kita seperti anak kecil, yang selalu ingin tahu, selalu bertanya. Tapi jangan terlalu banyak bertanya, apalagi yang tidak penting.

Coba Sajalah!

Penemuan-penemuan penting di masa lalu terjadi karena berbagai macam percobaan. Tidak ada sesuatu hal yang dilakukan sekali lalu sukses untuk selamanya. Ini menjadi tantangan yang sebaiknya ditaklukkan. Mencoba sesuatu yang positif akan memberi manfaat besar dalam kehidupan kita dan kelak orang lain. Merasa segalanya sudah baik-baik saja hanya akan mengubah situasi menjadi “bersiap-siaplah untuk sebuah kemunduran”. Berapa pun usia kita, mencoba sesuatu yang baru tetap penting.

Jangan Ikut-ikutan

Menjadi follower tidak akan membuat kita terlihat spesial. Latah adalah budaya yang tidak perlu dilestarikan. Jika kita berharap mengekor si trendsetter otomatis membuat kita sehebat dia, jangan kecewa jika hal itu hanya menjadi harapan belaka. Tampil dengan sesuatu yang berbeda akan menjadi poin lebih. Ide segar selalu dihargai, dan ide lama yang dipaksa baru akhirnya tersingkirkan.

Jadilah Pemberani

Dalam pikiran kita, ada gagasan untuk tampil beda. Cita-cita yang mungkin kita ragu untuk benar-benar mewujudkannya. Lalu apa yang membuat kita ciut sebelum bertindak? Rasa malu? Di dunia ini, selalu diciptakan berpasang-pasangan, sampai ke rasa suka dan benci, setuju dan tidak setuju, pro dan kontra, bangga dan tidak bangga. Abaikan yang negatif, pikirkan dampak positifnya yan begitu besar pada diri kita dan orang lain.

Abaikan Celaan Orang

Terkadang, kita memilih bersikap diam agar kritik tidak menghampiri diri kita. Ya diam itu emas, tapi bukan juga diam di saat kita harus berbicara. Ya, ketika celaan datang sebagai reaksi sikap kita, abaikan aja. Celaan itu datang sebagai penahan langkah yang jelas-jelas membuat kita kembali surut dan memilih diam. Berhenti dari kreativitas. Mengabaikan ide-ide cemerlang. Usia kita pun terbuang dengan diam.

How to be Interesting punya beberapa kesamaan dengan sepiring pizza, dari segi harga dan waktu yang dibutuhkan untuk melahap habis. Bedanya, pizza tak bertahan beberapa lama di dalam tubuh, How to be Interesting akan bertahan lama di dalam kepala jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat membaca dan selamat menikmati pizza.

Oh ya, sempatkan juga untuk mengunjungi blog Hagy di: jessicahagy.info.
Yogyakarta, 10 Juni 2014
Tags:

Leave a Response