Valentine Day Setelah Hujan Abu Kiriman Gunung Kelud

Letusan Gunung Kelud Menjelang Hari Valentine
Letusan Gunung Kelud. Sumber gambar: TapakRantau

Kalau hari ini tidak terjadi hujan abu dari Gunung Kelud, sekian banyak pasangan udah pasti dong punya agenda tersendiri buat merayakan hari Valentine, mau dinner, nonton (hari ini ada beberapa film baru tayang: Robocop, Endless Love, dan I Frenkenstein), atau mungkin ada yang udah rencana nyiapin buat ngelamar pacarnya.

Tapi Tuhan punya rencana lain. Semalem Gunung Kelud meletus setelah 7 tahun vakum dan dampaknya terasa hingga ke daerah Yogyakarta. Hujan abu yang tebalnya luar biasa dibandingkan dengan hujan abu Merapi, mengguyur daerah ini di pagi hari. Sempat terjadi hujan tapi tidak serta-merta melarutkan abu yang ada di mana-mana. Para pengendara sepeda motor terlihat menggunakan masker dan jas hujan. Abu vulkanik memang berbahaya jika terisap maupun terkena mata. Meski saya geleng-geleng melihat ada saja orang cuek berjalan kaki atau naik motor tanpa penutup hidung.

Di beberapa ruas jalan utama, abu yang beterbangan gara-gara kendaraan roda empat, membuat jarak pandang menjadi pendek. Cukup berbahaya bagi pemilik kendaraan tanpa lampu standar jika keluar di malam hari.

Sorenya, saya iseng mengitari jalanan kampung. Orang-orang kompak menyirami halaman dan jalanan di mana-mana. Saya pun begitu sepulang di kosan. Setelah menyiram motor hingga bersih-yang hanya saya gunakan sekian menit berkeliling tapi lumayan terlihat jorok, selanjutnya adalah menyirami teras dan tanaman yang tertutupi abu.

Entahlah, apakah malam ini akan kembali hujan abu atau tidak. Tapi, orang-orang yang merayakan Valentine mungkin perlu mencari tempat alternatif lain, mengingat sejumlah tempat makan dan kafe outdoor memilih untuk tutup dan berbenah sejenak.

 

Jogja, 14 Februari 2014

Nisrina Lubis

Nisrina Lubis

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response