Hutan Pinus Mangli; Keindahan di Ujung Tanjakan Panjang Grabak Jateng

Hutan Pinus Mangli terletak di Grabak, Jawa Tengah. Saya ke sana bersama teman bertepatan dengan libur Hari Kemerdekaan Indonesia. Bukan pertama kalinya menjajal perjalanan ke hutan pinus memberikan saya gambaran seperti apa perjalanannya nanti. Hutan Pinus selalu terletak di gunung, sehingga medannya pasti akan ada tanjakan. Hanya saya, saya tidak tahu seberapa panjang dan bagaimana kondisi aspal. Hutan Pinus Mangunan memiliki kontur jalan rolling tanjakan turunan. Hutan Pinus Mangli memberikan sensasi berbeda. Tanjakan panjang.

Hutan Pinus Mangli; Keindahan di Ujung Tanjakan Panjang Grabak Jateng
Sumber gambar: TapakRantau

Meski katanya cuma 3 kilometer, bagi Anda yang, satu, tidak pernah melewati medan seperti itu, dan dua, bermasalah dengan memfokuskan pikiran, jangan coba-coba dulu. Mintalah supaya diboncengkan orang lain sebab tangan, kaki, dan rasa percaya diri sangat dibutuhkan hingga ke tempat tujuan. Sekali fokus buyar, motor Anda akan seliar kuda dan tidak terkendali.

Saya tidak ingat berapa tepatnya tiket masuk ke Hutan Pinus Mangli. Kami berlima hanya diminta 22.000. Kami menuruni undakan-undakan, lalu menyeberangi Jembatan Cinta barulah memasuki areal hutan pinus. Dibandingkan dengan Hutan Pinus Mangunan yang sudah terekspos sehingga pengunjungnya hingga ratusan, Hutan Pinus Mangli hanya beberapa pengunjung saja yang datang. Bisa jadi kami kepagian ke sana, bisa jadi memang tidak ramai hari itu sebab pertengahan minggu. Bagi kami suasana privat itulah yang menenangkan. Hiruk-pikuk Jogja lupakanlah dulu. Menghirup udara pegunungan yang segar sejenak. Udara tidak begitu menusuk. Saya sengaja tidak membawa jaket sebab ketika transit di rumah kawan, udaranya pun masih kalah dengan Kaliurang. Airnya memang dingin segar.

Hutan Pinus Mangli; Keindahan di Ujung Tanjakan Panjang Grabak Jateng 2
Sumber gambar: TapakRantau

Tersedia bumi perkemahan di Hutan Pinus Mangli. Sepertinya harus membawa perlengkapan sendiri. Belum ada penyewaan hammock di sana. Tempat untuk duduk-duduk belum banyak disediakan. Bawalah tikar jika tidak ingin beralaskan rerumputan atau batuan landai. Bawa pula makanan, belum ada penyedia makanan di sana. Kami sudah makan sebelum berangkat dan jarak rumah kawan ke hutan pinus hanya 15 menit. Kami bisa melihat Gunung Andong di kejauhan dengan jelas.

Pulang dari hutan pinus, berhati-hatilah juga, terlebih jika kondisi sedang atau setelah hujan.

 

Jogja, 17 Agustus 2016

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response