Hyatt Pink Ribbon 2017; Event Amal untuk Melawan Kanker Payudara

Hyatt Pink Ribbon 2017; Event Amal untuk Melawan Kanker Payudara
Hyatt Pink Ribbon 2017

Dua minggu setelah mendapatkan medali dari acara yang diadakan oleh Adira Finance, saya menambahkan lagi dengan medali dari event bertajuk Hyatt Pink Ribbon 2017, Walk & Run Against Breast Cancer. Pilihannya adalah 5K dan 10K, dan saya nekat ambil yang 10K.

Ya, apa sebutan untuk mengambil sebuah tantangan yang kamu sendiri masih ragu-ragu bisa menyelesaikannya dengan baik? Catatan latihan saya yang tercantum di Strava masih sangat minim untuk 10K. Tidak percaya? Ini rekamannya:

25 September: Latihan pertama 4,9K

27 September: Latihan kedua 6,6K

29 September: Latihan ketiga 7K

1 Oktober: Event Langkah untuk Negeri 7K

7 Oktober: Latihan keempat 10K

10 Oktober: Latihan kelima 5K

11 Oktober: Latihan keenam 3,5K

12 Oktober: Latihan ketujuh 5,1K

15 Oktober: Event Hyatt Pink Ribbon 2017

 

Durasi latihan memang sangat minim karena saya juga masih punya kesenangan bersepeda yang itu tidak bisa saya jauhkan begitu saja. Tapi ketika mendaftarkan diri di sebuah event, saya harus latihan kalau nggak, mungkin saya tidak akan dapat medali. Saya pada awalnya menggunakan metode sehari latihan, sehari tidak. Ternyata itu justru tidak efektif ketimbang berlatih setiap hari meski itu dengan durasi tidak begitu panjang. Sebab tubuh butuh adaptasi.

Rute di Hyatt Pink Ribbon 2017 pun ternyata tidak sepenuhnya aspal melainkan jalan kampung yang berkonblok dan naik turun. Dari segi keamanan, jalan kampung yang sepi kendaraan memang baik, tapi tidak untuk saya yang segalanya masih serba menyesuaikan. Itu tantangan yang saya tidak sempat memikirkannya. Saya pikir, event seperti ini tidak akan lepas dari jalanan beraspal. Oke, next saya akan latihan di jalan berkonblok.

Acara sebenarnya dijadwalkan mulai pada pukul 06.00. Tapi, belajar dari event sebelumnya, sangatlah omong kosong akan on time. Ini bukan murni pertandingan lari yang tidak ada sambutan pejabat pemerintah segala. Dan, setelah mundur sekitar 30 menit, balon dilepaskan ke udara, peserta 10K pun start, dan tidak lama kemudian peserta 5K dilepas. Ada rute potong yang kemudian memisahkan peserta 10K dan 5K. Seharusnya, 5K memiliki jeda 30 menit, tapi kenyataan di lapangan tidak berlaku.

Ini pertama kalinya saya masuk Hyatt setelah 18 tahun saya tinggal di Jogja. Rupanya ini hotel yang saya pengin-banget-nginep-di-sini-semalam-aja-gitu karena sangat hijau. Sehari sebelumnya, saya ke sana untuk mengambil race pack. Saya masuk lewat lobby padahal mengambil race pack itu di bagian HRD. Saya baru kali ini masuk hotel dengan melewati metal detector seperti mau naik ke pesawat saja. Saya melewati selasar dan melihat hamparan hijau plus lapangan golf. Kok gemes ya pengin gegulingan di sana apa ngacak-ngacak rumputnya. Tahan, jangan norak gitu ah. Di lobby, saya diantarkan ke kantor HRD. Jaraknya cukup jauh, tapi lumayan lah buat lihat-lihat sekitar. Pengambilan race pack hanya sebentar. Dan pintu keluarnya ternyata bisa tembus ke lapangan parkir. Untuk bisa melewati portal pun, saya harus menunjukkan STNK. Kenapa deh seketat ini? Mencurigakan #eh.

Hyatt Pink Ribbon 2017; Event Amal untuk Melawan Kanker Payudara
Hyatt Pink Ribbon. Sumber gambar: tapakrantau.com.

Acara dimulai di taman sebelah selatan. Sayangnya bukan di lapangan golf ya. Di sana sudah ada panggung, titik start/finish, deretan kursi, dan booth sponsor. Minuman sponsornya Aqua, bukan yang minuman ion. Ada stand apel, buah bukan produk gawai ya. Ada nasi goreng, sosis bakar, burger, kopi, dan banyak deh. Setelah lari, godaan untuk membeli makanan cepat saji itu memang sangat kuat ya. Tapi untunglah itu tidak terjadi. Bakar kalori Cuma 700, makannya 1000 itu ya maksud kamu apa coba. Berhubung tidak ada yang menyediakan pisang, saya makan apel saja. Iseng juga cek tekanan darah.

Oh ya, semua uang yang masuk dari pendaftaran didonasikan untuk Yayasan Kanker Indonesia. Oh ya, harga tiketnya 250.000 untuk yang 10K dan 200.000 untuk yang 5K. Kalau daftar sebelum tanggal sekian, sebenarnya bisa dapat lebih murah. Eh, tapi ini juga ikutnya karena teman ngajakin. Di Borobudur Marathon saja tiketnya 200.000 lho.

Saya berada cukup di depan di garis start, tapi kemudian disalip satu per satu hingga. Pengin ketawa aja kalau inget itu. Saya bersama seorang pelari lain, tertinggal di belakang dan kami finish bersama-sama dengan perasaan lega. Kalau saya larinya pelan-pelan, dia kadang ngebut lalu jalan berulang-ulang sampai saya bertanya: Nggak capek apa jalan-lari kayak gitu? Ternyata dia juga anak 10K abal-abal. Sama kami ini. Saya lupa bertanya namanya, tapi kami akan ketemu lagi di Borobudur Marathon. Yakali bakal ketemu di antara 5000 peserta.

 

Jogja, 15 Oktober 2017

Nisrina

Nisrina

Ini rumah virtual saya. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. Kalau ada perlu, boleh email ke: sureltapakrantau@gmail.com

Leave a Response